Ekonomi dan Bisnis

Sat Set Jadi Merchant BRI, Balian Komputer Raih Omzet Rp500 Juta Per Bulan


Denpasar, PancarPOS | Siapa yang tidak suka dengan traveling atau perjalanan liburan ke sebuah tempat yang bisa meninggalkan kesan mendalam? Dari perjalanan itu, seseorang bisa mendapatkan pengalaman menarik, lucu, unik, senang, sekaligus menyedihkan. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang melakukan traveling, terutama ke luar negeri menuliskan pengalamannya tersebut di sebuah buku diary pribadi, blog, atau mengirim artikel ke media sosial melalui laptop. Pengalaman itu pula yang dilakukan oleh tamu asing asal Austalia bernama Terry Lonjoy yang sering berlibur ke Bali. Dia juga termasuk orang yang suka bepergian untuk urusan bisnis, namun nasib tidak terduga dialami akibat laptop atau komputer jinjingnya mendadak rusak, ketika berada dalam perjalanan ke Bali. Padahal laptop tersebut sangat dibutuhkan untuk pekerjaan, dan seperti orang yang telah mengalami kerusakan pada laptopnya, ia merasa emosinya di luar kendali. “Naluri pertama saya adalah ingin rasanya pulang dan membuang laptop tersebut. Atau, memperbaiki laptop dan membeli laptop baru di suatu tempat di Bali. Tapi, saya akhirnya memutuskan mencoba untuk tetap menetap di Bali,” katanya, seraya mengatakan pada saat itu, masih berpikir harus mencari teknisi komputer yang tersedia di Bali untuk membantunya bisa keluar dari masalah. Untuk itu, Ia melaju dengan menyewa taksi berlambang logo burung biru dari kawasan hotel di Kuta menuju lingkungan penuh dengan toko komputer di seputaran Denpasar, pada Kamis (28/3/2024).

Tapi, akhirnya dia tiba di salah satu toko komputer melalui penjelahan secara online bernama Balian Komputer yang terpampang di papan neon box pinggir Jalan Kenyeri No.110 A, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Ada seorang laki-laki yang mengarahkannya di bengkel komputer, dengan kemasan seperti gudang yang memajang spare part dan aksesori berbagai merek komputer. Pemilik toko komputer itu, dengan cepat berkata bahwa laptopnya bisa segera diperbaiki. “Saya tidak bisa langsung percaya dengan kata-katanya itu. Namun, saya kembali bertanya apakah benar-benar bisa memperbaiki? Dia tersenyum dan mengambil laptop saya,” kenangnya, seraya mengaku sempat tercengang, karena tidak butuh banyak waktu, atau setelah diotak-atik sekitar 30 menit akhirnya laptop kesayangannya itu bisa beroperasi dengan normal. Uniknya saat itu, ia juga merasa panik dan kebingungan, karena uang Rupiah cash yang disimpannya dalam dompet ternyata tidak cukup membayar perbaikan dan pergantian beberapa spare part laptopnya. Namun sang pemilik toko Balian Komputer, I Komang Tri Yasa secara sat set memberikan solusi dengan menawarkan pembayaran secara non tunai. Beruntung dalam telepon genggamnya juga terselip salah satu pembayar non tunai dengan aplikasi Paypal, sehingga melalui metode pembayaran kode QR dengan mudah mentransfer uang tagihannya ke rekening PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., atau BRI atas nama Balian Komputer. “Itu yang saya suka toko ini, juga bisa bayar tanpa uang cash,” imbuhnya.

Balian Komputer selalu siap melayani perbaikan komputer dan laptop bisa beroperasi normal kembali. (foto: ama)

Sistem pembayaran elektronik, seperti Paypal melalui kode QR bisa merangkul cara baru untuk meningkatkan bisnis secara online dengan mengintegrasikan scan kode QR, sehingga membuat transaksi tanpa uang tunai menjadi lebih bebas repot. Raksasa pembayaran digital ini, telah memperkenalkan kode QR di 28 negara, termasuk d Indonesia, sehingga memudahkan bertransaksi dengan menggunakan sistem transfer. Misalnya, Balian Komputer sendiri ternyata sejak dari awal menyewa bangunan toko sekitar tahun 2011 silam sudah menerapkan pembayaran non tunai. Di toko seluas sekitar 8×3 meter tersebut, bersama 2 orang teknisinya menjual komputer, laptop, printer dan aksesoris komputer lainnya, sekaligus melayani perbaikan komputer, laptop, printer, termasuk upgrade hardware komputer dan laptop. “Kami melayani install system dan aplikasi semua barang dan jasa bergaransi,” beber Mang Tri, sapaan akrab pendiri dan pemilik Balian Komputer, sembari mengaku sebelum membuka usaha toko komputer, juga sempat bekerja di toko komputer milik orang lain untuk mengasah skill dan pengalamannya berbisnis. “Sempat kerja sama orang selama 1 tahun habis tamat Diploma, selanjutnya freelance 2 tahun, baru berani baru buka toko ini tahun 2011,” imbuhnya. Keberanian membuka toko tersebut, juga dipicu oleh makin tingginya permintaan akan alat-alat komputer dan elektronik yang mendorong munculnya banyak toko komputer. Wajar saja, kini makin banyak toko komputer yang menjual berbagai macam barang elektronik untuk komputer dan lainnya.

Balian Komputer atau “Dukun Komputer” jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kini telah berkembang sebagai toko komputer yang menjual barang-barang komputer, kebutuhan kantor dan juga layanan servis. Selain barang-barang komputer, juga menyediakan peralatan kantor, seperti CCTV. Untuk CCTV bisa memberikan pelayanan untuk instalasi langsung. pelanggan kebanyakan berasal dari daerah Badung dan Denpasar yang umumnya bergerak di bidang hotel, kantor, dan vila. Dikatakan, cukup banyak suka dan duka yang sudah dialami, salah satu pemasalahan umum yang sering terjadi terkait keterlambatan pembayaran. Hal itu dikhawatirkan bisa menganggu kegiatan operasional yang masih tergolong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) itu. Untuk mengatasinya, kadang kala ia selalu meminta pembayaran di muka sebanyak 50% sampai 70%, sehingga bisa terus bergerak untuk mengembangkan usaha agar menjadi lebih baik. Di samping itu, ia juga merasa sangat beruntung, karena sebagai Merchant BRI telah dibantu dengan peralatan canggih, berupa mesin EDC untuk mempercepat proses pembayaran di tokonya sekitar 6 bulan lalu. Bahkan, sejak lama ia juga sudah dibantu permodalan, berupa kredit usaha rakyat atau KUR dari BRI. “Saya dulu sudah sempat dibantu dengan mengambil KUR dari Rp100 juta, dan kemudian Rp200 juta, hingga sudah lama lunas semua. Tapi kalau sekarang, sudah tidak bisa ambil KUR lagi dan diberi modal dengan kredit komersil sebesar Rp300 juta,” terangnya.

1bl#ik-016.1/3/.2024

Namun seiring perkembangan digitalisasi, BRI saat ini juga turut melakukan pendampingan kluster UMKM. Seperti halnya Mang Tri yang menuturkan terdapat sejumlah keuntungan jadi Merchant BRI. Apalagi usahanya bisa mendaftar sebagai Merchant BRI dengan mudah dan gratis melalui BRImo, termasuk di kantor cabang, dan situs resmi BRI. Dengan menjadi Merchant BRI, pelaku usaha diuntungkan dengan banyak kemudahan transaksi. Selain itu, konsumen yang datang ke tempat usaha, juga bisa menikmati kepraktisan pembayaran. Dikatakan, pelaku usaha yang menjadi Merchant BRI dapat menerima semua jenis pembayaran, seperti dari jenis pembayaran Kartu Debit serta Kartu Kredit berlogo Visa, Mastercard, QRIS, dan lainny bisa dilayani dengan baik. Bahkan dengan fasilitas, seperti EDC Android, QRIS, dan akseptasi pembayaran online, para merchant bisa mengakomodir kebutuhan transaksi tanpa hambatan apapun. “Selama ini, BRI selalu memberikan berbagai kemudahan sesuai dengan kebutuhan Merchant. BRI, juga sudah memberikan fasilitas EDC Android, QRIS, sampai dengan Akseptasi pembayaran secara online baik yang sudah memiliki website, maupun belum (Payment Link, red),” paparnya. Di sisi lain, sirkulasi keuangan merchant, juga terbukti bisa terus meningkat setelah terintegrasi dengan layanan. Hal ini disebabkan karena merchant dapat melayani transaksi tunai dan transaksi non-tunai dengan menjadi Merchant BRI. “Pelaku usaha yang menjadi Merchant BRI akan mempunyai nilai lebih di mata pelanggan. Hal ini, karena mereka dapat melayani transaksi non tunai, tanpa ribet mengurus kembalian tunai,” tegasnya.

Ia juga sempat mengisahkan, sebenarnya di masa pandemi Covid-19 sangatlah berdampak terhadap roda perekonomian, khususnya di Bali yang hanya bertumpu di sektor pariwisata. Banyak pelaku usaha yang mengalami penurunan omset, bahkan tidak sedikit juga yang terpaksa menutup usahanya. Beruntung, bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang perdagangan komputer. Selama masa pandemi Covid-19 dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mengharuskan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Work From Home (WFH), sehingga kebutuhan akan komputer dan laptop meningkat drastis. Bahkan sejak PPKM, pemasukan usahanya pun bertambah hingga 2 kali lipat. “Saya hampir tidak mengalami masalah yang berarti selama pandemi dan PPKM ini. Paling hanya sekedar keterlambatan pengiriman saja,” ujarnya. Sebelum masa pandemi tokonya mampu menjual hingga 35 unit komputer termasuk laptop per bulan. Berbeda dengan saat pandemi, terjadi peningkatan penjualan hingga dua kali lipat dalam sebulannya. Terakhir, selama PPKM berhasil menjual hampir 70 unit laptop di luar aksesoris hanya dalam kurun waktu satu bulan. “Tentu saja, hal ini disebabkan karena semua kegiatan dialihkan secara virtual, sehingga kebutuhan masyarakat untuk pengadaan komputer atau laptop pun meningkat, baik untuk kebutuhan sekolah daring mau WFH,” ucap Mang Tri. Kategori komputer dan laptop yang dijualnya pun bervariasi, dari harga mulai Rp5 juta hingga di kisaran Rp25 juta. “Memang sempat penjualan laptop cukup mengejutkan. Tapi untuk permintaan jasa servis masih normal,” ungkapnya. Terkait dengan strategi kemungkinan sama dengan pelaku bisnis lain, seperti merenovasi toko, menggencarkan promosi secara online, dan melakukan ekspansi, sehingga kini rata-rata meraih omzet Rp500 juta perbulan.

Teknisi Balian Komputer, saat mengecek spare part komputer dan laptop. (foto: ama)

Secara terpisah, Pemimpin Cabang BRI Gajah Mada, Yoggi Pramudianto Sukendro membenarkan para pelaku usaha yang terdaftar sebagai Merchant BRI, dapat menerima semua jenis pembayaran Kartu Debit dan Kartu Kredit berlogo Visa, Mastercard, JCB dan private label BRI (GPN), Kartu BRIZZI, QRIS dan Online Acquiring. Bahkan, BRI memberikan inovasi untuk memudahkan calon merchant untuk mendaftar. Dia menegaskan Merchant BRI, seperti Balian Komputer sebelumnya tidak perlu repot ke kantor cabang, karena dapat mendaftarkan usahanya melalui aplikasi BRImo. Pemilik usaha bisa mengunjungi fitur “Jadi Merchant BRI” di aplikasi BRImo dengan beberapa langkah praktis. “Mereka bakal memperoleh kemudahan dalam proses pemasangan produk acquiring BRI, seperti EDC plus QRIS Dinamis, QRIS Statis, dan Online Acquiring BRI,” katanya. Seperti diketahui, banyak manfaat dan keuntungan yang bisa didapatkan saat menjadi Merchant BRI. Salah satu produk yang ada, yakni mesin EDC atau Electronic Data Capture dapat digunakan untuk menerima transaksi pembayaran dengan menggunakan Kartu Debit, Kartu Kredit, Kartu BRIZZI, serta QRIS yang tentunya memudahkan transaksi, lebih cepat, dan terjaga keamanannya. Selain itu, juga ada keuntungan dengan mendaftar produk EDC Merchant plus QR Dinamis, adalah menerima transaksi semua jenis kartu, baik Mastercard dan Visa, kartu kredit, debit, private label BRI GPN serta kartu BRIzzi. Keuntungan lain, bisa menambah jumlah transaksi merchant, menambah daya saing, dan mengurangi biaya penanganan.

Merchant juga dapat memilih produk QR Statis. Sederet keuntungannya adalah mendukung transaksi yang efektif dan efisien, pembayaran fleksibel dengan e-wallet (QRIS dapat diterima oleh seluruh e-wallet dari berbagai metode pembayaran dengan maksimal pembayaran Rp2 juta), serta dapat memitigasi risiko. “Penyedia aplikasi pembayaran dapat menetapkan batas nominal kumulatif harian dan/atau bulanan atas transaksi QRIS yang dilakukan oleh setiap pengguna QRIS bisa ditetapkan sesuai mitigasi risiko pengguna,” pungkasnya. ama/ksm

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button