Ekonomi dan Bisnis

Raih Apresiasi Nasional, Kinerja Positif Warnai HUT ke-64 Bank BPD Bali


Jakarta, PancarPOS | Memasuki usia ke-64 tahun pada 5 Juni 2026, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali terus menunjukkan perannya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah melalui kinerja yang sehat, pertumbuhan yang berkelanjutan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia usaha di Bali.

Peringatan hari ulang tahun tahun ini mengusung tema “Harmoni Bertumbuh Menjaga Stabilitas”. Tema tersebut mencerminkan komitmen Bank BPD Bali dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, penguatan layanan kepada masyarakat, serta ketahanan lembaga di tengah berbagai tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Momentum HUT ke-64 Bank BPD Bali juga bertepatan dengan apresiasi yang diterima perseroan di tingkat nasional dalam Rapat Kerja (Raker), Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), Sekretaris Jenderal ASBANDA, serta para Direktur Utama BPD se-Indonesia yang tergabung dalam ASBANDA di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Forum tersebut membahas perkembangan penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) BUMD yang akan menjadi regulasi transisi sebelum terbitnya Undang-Undang BUMD. Selain itu, dibahas pula posisi Bank Pembangunan Daerah sebagai BUMD sektor jasa keuangan yang memiliki karakteristik khusus dan membutuhkan dukungan regulasi agar mampu terus menjalankan fungsi strategisnya dalam mendukung pembangunan daerah.

1th#ik-039.1/12/2025

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan Bank BPD Bali hingga memasuki usia ke-64 tahun.

“Mewakili manajemen dan seluruh insan Bank BPD Bali, kami mengucapkan terima kasih kepada nasabah, pemegang saham, pemerintah serta seluruh lapisan masyarakat atas kepercayaan dan dukungan yang senantiasa diberikan. Kepercayaan inilah yang menjadi fondasi utama bagi Bank BPD Bali untuk terus bertahan, bertumbuh, dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sudharma.

Sudharma menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mendukung penguatan peran Bank Pembangunan Daerah di Indonesia. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, ASBANDA, serta seluruh BPD se-Indonesia yang terus bersinergi dalam memperkuat eksistensi bank pembangunan daerah sebagai instrumen pembangunan ekonomi daerah.

Menurut Sudharma, keberadaan regulasi yang kuat bagi BUMD, khususnya BPD, sangat penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi intermediasi perbankan daerah, memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha, serta mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.

Dalam forum tersebut, Sudharma juga memaparkan capaian kinerja Bank BPD Bali hingga Mei 2026 yang menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Total aset Bank BPD Bali tercatat mencapai Rp43,12 triliun atau tumbuh 8,19 persen secara tahunan (year on year). Penyaluran kredit mencapai Rp25,63 triliun atau meningkat 8,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

1th#ik-001.1/3/2026

Khusus untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Bank BPD Bali menyalurkan kredit sebesar Rp13,51 triliun atau tumbuh 12,55 persen secara tahunan. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp35,40 triliun atau meningkat 5,68 persen.

Dari sisi profitabilitas, Bank BPD Bali membukukan laba sebesar Rp670 miliar hingga Mei 2026 atau tumbuh 16,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif tersebut juga tercermin dari berbagai rasio keuangan yang berada dalam kondisi sehat. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 30,34 persen, Return on Assets (ROA) 4,29 persen, Return on Equity (ROE) 28,39 persen, NPL Gross sebesar 0,96 persen, BOPO 59,09 persen, serta Net Interest Margin (NIM) mencapai 5,89 persen.

Posisi keuangan Bank BPD Bali semakin kuat dengan adanya tambahan modal dari pemegang saham pada tahun 2026 sebesar Rp746 miliar. Dengan tambahan tersebut, total modal disetor Bank BPD Bali mencapai Rp3,63 triliun dengan modal inti sebesar Rp5,98 triliun.

Kondisi tersebut memperkuat optimisme Bank BPD Bali untuk naik kelas menjadi bank kategori KBMI 2 pada tahun ini sekaligus memperluas kapasitas perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Pada forum yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan kondisi Bank Pembangunan Daerah secara nasional yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang disampaikan, total aset seluruh BPD di Indonesia telah mencapai lebih dari Rp1.060 triliun dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar Rp791 triliun.

Mendagri menegaskan bahwa Bank Pembangunan Daerah merupakan instrumen penting pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat pembiayaan pembangunan, serta meningkatkan layanan keuangan kepada masyarakat di daerah.

Apresiasi terhadap kinerja Bank BPD Bali juga disampaikan Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PAN Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX, Wahyudin Noor Aly.

1bl#bn-026.12/5/2024

Dalam rapat tersebut, Wahyudin secara khusus menyoroti kemampuan Bank BPD Bali dalam menghasilkan laba yang tinggi meskipun memiliki aset yang relatif lebih kecil dibandingkan sejumlah Bank Pembangunan Daerah besar lainnya.

“Kita mengapresiasi Bank Bali ini. Asetnya sekitar Rp40 triliun, tetapi labanya bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun. Ini luar biasa. Artinya tidak semua bank harus memiliki aset yang besar untuk mendapatkan laba yang besar. Bank Bali membuktikan bahwa dengan aset yang relatif kecil tetap bisa menghasilkan keuntungan yang sangat baik,” ujarnya.

Menurut Wahyudin, selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada BPD dengan aset besar seperti Bank Jatim, Bank Jateng, dan Bank BJB. Namun apabila dilihat dari tingkat efisiensi dan kemampuan menghasilkan keuntungan dibandingkan ukuran aset yang dimiliki, Bank BPD Bali menunjukkan performa yang patut menjadi contoh bagi BPD lainnya di Indonesia.

Ia berharap pengalaman, strategi bisnis, serta tata kelola yang diterapkan Bank BPD Bali dapat menjadi referensi bagi bank-bank pembangunan daerah lainnya untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat daya saing, menjaga kesehatan keuangan, dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi di daerah masing-masing.

Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi Bank BPD Bali dalam menjaga pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan. Memasuki usia ke-64 tahun, Bank BPD Bali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bank yang kuat, berdaya saing tinggi, dan terkemuka dalam melayani masyarakat serta berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan. ama/ksm


Back to top button