Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Kembangkan Budidaya Sayuran dan Bawang Merah di Desa Songan

Buka Pelatihan Bimtek Petani dan Penyuluh di Bangli


Bangli, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., membuka secara resmi Pelatihan dan Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Wilayah Koordinasi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan di Kabupaten Bangli yang berlangsung di Resto Apung Kedisan, Kintamani, Bangli, Rabu (25/8/2021). Pelatihan yang digelar oleh Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian melalui BBPP Ketindan ini, diikuti oleh 60 petani dan penyuluh sebagai peserta dengan protokol kesehatan yang ketat. Pada kesempatan itu, juga hadir Kepala BBPP Ketindan, Ir. Sumardi Noor, M.Si., bersama Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangli Ir. I Wayan Sarma, Tenaga Ahli Anggota DPR RI Vindy Varadillah, SE., Ketua Forum Komunikasi Nasional Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Hadiman Marjuki, dan Praktisi P4S A.A. Gede Agung Widatama berserta Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kintamani, I Wayan Artom Krisna Putra dan Jro Metu Kamajaya selalu Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Songan B. Salah satu peserta, I Nyoman Masa mengucapkan terimaksih atas perhatian dan dukungan Made Urip selama ini, karena selaku petani muda bisa mendapat pengetahuan untuk meningkatkan produksi pertanian. Apalagi selama ini, masih terkendala masalah pasca panen, sehingga melalui pelatihan dan Bimtek ini bisa mendapat lebih banyak jalan dan solusi, terutama mengenai pemasaran.

1bl#ik-21/8/2021

“Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Made Urip yang telah membantu petani muda selama ini,” bebernya. Di sisi lain, Kepala BBPP Ketindan Sumardi Noor menyampaikan pandemi Covid-19 belum usai, namun harus tetap semangat membangun sektor pertanian. Salah satunya melalui pelatihan dan Bimtek selama dua hari ini, agar bisa memberikan pengetahuan yang bermanfaat sehingga sektor pertanian di Bangli makin maju, mandiri dan modern. “Sejak Corona (Covid-19, red) pertanian selalu eksis dan petani bisa lebih maju, mandiri dan modern. Jadi melalui Bimtek ini petani diharapkan dapat lebih inovatif dan produktif di masa pandemi,” sebutnya. Apalagi masyarakat Bali, selain mengandalkan pariwisata, juga sektor pertanian yang akan terus bangkit. Karena itu ilmu yang berguna ini, diminta agar dapat diimplementasikan dengan baik sebagai keterampilan pengolahan sayuran dan bawang merah dari para praktisi, termasuk pengembangan tanaman porang yang harganya semakin menggiurkan dari sisi bisnis. “Harapan kami seluruh peserta bisa menerapkan ketrampilan pertanian ini. Karena itu kita ucapkan terimakasih, khususnya berkat dukungan dan perjuangan Pak Made Urip. Harapan kita bersama dukungan dan support terus diberikan oleh Pak Made Urip yang selalu memperhatikan pembangunan di sektor pertanian terutama di Bali,” tandasnya.

1bl#ik-16/8/2021

Pada kesempatan itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangli, Wayan Sarma mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang selama ini telah sangat banyak menggelontorkan bantuan pertanian di Kabupaten Bangli. Apa yang dilakukan Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, juga telah memenuhi harapan untuk memajukan sektor pertanian di Bangli. “Kiranya nanti Pak Made Urip, juga memberikan bantuan bibit untuk biota baru di Danau Batur. Hal ini sebagai salah satu program pertanian organik dan ramah lingkunhan untuk kelestarian danau,” harapnya. Selain itu, Kabupaten Bangli juga punya potensi pertanian di sub sektor hortikultura, terutama bawang dan buah jeruk. Bahkan, dari 514 kabupayen/kota di Indonesia, Bangli menduduki ranking nomor 63 sebagai penghasil bawang merah. Untuk itu potensi bawang merah harus terus ditingkatkan, termasuk masalah pemasarannya. “Karena itu pertanian tradisional harus mulai ditinggalkan, sehingga para peserta harus mengikuti pelatihan dan Bimtek ini dengan baik dan sungguh-sungguh, agar bisa dipraktekan, terutama terkait budidaya dan pemasaran pasca panen termasuk masalah modal pertanian yang bisa diakses,” tegasnya. Sementara itu, Made Urip mengakui pelatihan dan Bimtek ini, sebagai terobosan baru dari Komisi IV DPR RI, karena melihat kondisi para petani saat ini. Bahkan, kondisinya makin memprihatinkan akibat dampak Covid-19 yang telah memberikan pelajaran bagi Bali, agar ke depan tidak lagi hanya menggantung hidup di sektor pariwisata. Karena dibuktikan dari pertumbuhan ekonomi Bali sempat turun drastis hingga minus 9 persen selama Pandemi Covid-19.

1bl#ik-13/8/2021

Namun untungnya, menurut Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, masih ada potensi sektor pertanian yang menjadi budaya dan kultur masyarakat Bali dengan subak abian dan basah sebagai penyangga pangan. Di samping itu, prosfek sektor partanian di Bali masih sangat luar biasa, terutama untuk penegakan kedaulan pangan. Karena itu, pelatihan dan Bimtek ini sangat penting untuk menambah pengetahuan dan ketrampikan untuk menjaga produktifitas termasuk kualitas, hingga pemasaran pasca panen serta permodalannya. Bahkan kalau digali dan terus dikembangkan di desa-desa, maka sektor pangan akan semakin kuat. Apalagi Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional ini, juga sudah menyiapkan anggaran, termasuk legislasi maupun pengawasan kebijakan sektor pertanian. “Jadi saya berharap terutama petani muda untuk terus berkoordinasi, bagaimana memajukan sektor pertanian ke depan, termasuk sub sektor lainnya. Melalui pelatihan dan Bimtek ini akan dibagikan berbagai pengalamannya untuk para petani agar bisa maju ke depan. Karena itu mari jaga subak kita di Bali, sebagai pusat ketahanan pangan yang memberikan kontribusi secara nasional. Apalagi Desa Songan tanahnya subur bisa mengembangkan potensi sayuran maupun bawang merah,” papar M-U.

1bl#bn-17/8/2021

Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, juga membagikan buku, tentang 4 Pilar Kebangsaan. Karena meskipun sebagai petani, juga harus tahu bagaimana menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara. “Semuanya sudah dijabarkan dalam buku yang saya bagikan, berkaitan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal ika. Materi ini bisa dibaca-baca saat bersantai di rumah,” tutupnya. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close