Politik dan Sosial Budaya

Cegah Lahan Sawah “Berubah Beton”, Made Urip Resmikan Akses Jalan Subak Demung


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali meresmikan secara simbolis Jalan Usaha Tani (JUT) yang berlokasi di Subak Demung, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (21/10/2021). Peresmian akses pembetonan jalan subak yang bersumber dari dana ABT (Anggaran Belanja Tambahan) Jalan Pertanian 2021 ini, ditandai dengen pemotongan pita oleh Wakil Rakyat Sejuta yang akrab disapa M-U didampingi Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan I Made Suarta, SH. Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, disambut Kadis Pertanian Tabanan Ir. I Nyoman Mudana, MM., Camat Kediri, Babinsa, Babinkamtibmas, perbekel, bendesa adat beserta para petani dan krama subak. Pembetonan jalan subak sepanjang 800 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibagi masing-masing 400 meter untuk Jalan Subak Demung Tempek Tegeh Kauh dan Tegeh Kangin ini, dikerjakan secara swakelola oleh krama subak.

1bl#ik-21/8/2021.

Untuk itulah, Pekaseh Subak Demung, I Ketut Sunada mengaku sangat bangga dengan Made Urip karena saat situasi pandemi Covid-19 tetap berusaha dan turun langsung membantu para petani dan krama subak. Di samping itu, krama Subak Demung yang menggarap lahan sawah seluas 112 hektar dan berada di dekat kota ini, tetap berkomitmen kuat untuk menggarap sawah. Apalagi adanya dukungan Made Urip yang membantu pembetonan 800 meter Jalan Subak Demung untuk melanjutkan pembetonan sebelumnya sepanjang 800 meter dari total 4,5 kilometer. “Terimakasih atas dukungan Bapak Made Urip yang telah memperjuangkan bantuan ini. Semoga nanti bantuan lainnya bisa dilanjutkan,” paparnya. Ditambahkan I Nyoman Kota, sebagai salah satu petani milenial berharap agar lahan subak tidak lagi tersentuh oleh perumahan, karena terus tergerus oleh alih fungsi lahan. Untuk itu, ia mengajak petani milenial untuk tertarik menggarap sawah agar bisa terus produktif. “Seperti Subak Demung, satu-satunya subak di tengah kota yang tidak tersentuh alih fungsi lahan, sehingga kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Made Urip yang terus mendukung petani milenial dan krama subak,” bebernya.

Ik#1th-10/10/2021

Sementara itu, Perbekel Desa Kediri, I Nyoman Poli menyambut baik prakarsa subak untuk membeton jalan, sehingga mewakili warga desa mengucapkan terimakasih kepada Made Urip dan Made Suarta yang telah banyak berpartisipasi untuk membantu petani dan krama subak. Apalagi Subak Demung telah membuat perarem, sehingga selama ini bisa menjaga pertanian tetap utuh. Ditambah lagi, saat ini ada pembetonan jalan usaha tani yang diperjuangan Made Urip sudah terealisasi dengan sangat luar biasa. “Kami juga tetep memohon Pak Made Urip dan Pak De Suarta, agar tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat kita agar tetap dibantu. Apalagi ke depan jalan subak ini bisa dikembangkan sebagai tracking untuk desa wisata di Subak Demung. Jadi terimakasih sekali lagi kepada Pak Made Urip dan Pak De Suarta yang telah berpartisipasi untuk Subak Demung,” tandasnya. Di kesempatan yang sama, Kadis Pertanian Nyoman Budana mengakui Made Urip sebagai tokoh pertanian di Tabanan yang terus bergerak memperjuangkan bantuan di tingkat pusat. Salah satunya bantuan JUT yang diberikan untuk Subak Demung, karena sangat banyak bantuan lainnya yang telah diberikan Made Urip, seperti bantuan Bale Subak Demung sekitar tahun 2007.

1bl#ik-21/7/2021

“Saya tahu perjuangan beliau di pusat sangat luar biasa untuk Bali, khususnya Tabanan. Dan yang sempat mengagetkan saya di tahun 2016 dikirim sekitar 80 unit traktor ke Tabanan yang diperjuangkan oleh Pak Made Urip. Kalau DPR yang lainnya tidak akan bisa mendapat bantuan sebanyak itu. Karena itu, saya minta kepada petani dan krama subak, agar bantuan ini diterima dan dimanfaatkan serta dipelihara dengan baik. Karena bantuan seperti ini tidak turun dari langit dan sangat sulit mendapatkan kalau tidak ada yang memperjuangkan, seperti bantuan dari Bapak Made Urip. Jadi bantuan ini patut disyukuri,” tegasnya. Saat berdialog dan bertatap muka dengan krama subak, sebagai petugas partai, Made Suarta menegaskan jika tidak ada Made Urip tidak akan bisa menyambung pembetonan jalan subak tersebut. Karena itulah, keberadaan lahan subak ini harus terus dipertahankan dan jangan sampai menjadi perumahan dengan tetap menjaga perarem yang ada. “Ke depan kami juga berharap, agar bantuan Bapak Made Urip lainnya dari pemerintah pusat terus diperjuangkan untuk petani dan krama Subak Demung, meskipun harus dibagikan ke seluruh Bali,” ujarnya.

1bl#ik-5/3/2021

Usai meresmikan JUT Subak Demung, Made Urip memberikan apresiasi kepada Subak Demung sebagai satu satunya subak yang memiliki perarem untuk mengatur krama subak, terutama untuk mencegah alih fungsi lahan agar tidak menjadi lahan non pertanian. “Saya memberikan acungan jempol Subak Demung. Karena jika melihat subak lain seperti di Gubug, Bongan dan Nyitdah sudah beralih fungsi dan berubah beton. Jadi ajegkan subak ini, karena tidak mungkin membuka lahan baru lagi,” tegas Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu, seraya menegaskan lahan produktif dan kualitas satu ini jangan sampai tergerus dan beralih fungsi di luar pertanian. Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional ini, juga menyadari berkat dukungan petani dan krama subak bisa terus duduk sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, sehingga akan terus mengurus kepentingan urusan perut rakyat, terutama krama subak di Bali, meskipun anggaran pertanian juga direfokusing dan dipotong untuk kepentingan penanganan pandemi Covid-19. Patut diketahui seluruh dunia juga mengalami, karena tidak ada negara yang kebal terhadap wabah Covid-19. Karena itu, politisi asal Desa Tua, Marga, Tabanan tersebut, meminta Prokes (protokol kesehatan) agar terus ditetapkan, terutama memakai masker harus digunakan dan jangan sampai meremehkan Covid-19.

1th-ksm#5/2/2021

Apalagi sektor pariwisata di Bali sudah lesu darah, sehingga sektor pertanian menjadi harapan satu-satunya untuk mempertahankan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19. “Saya akan terus membantu melalui program dari pusat baik dari hulu sampai ke hilir, seperti jalan usaha tani ini yang sangat penting untuk memperlancar dan mempercepat pengangkutan hasil pertanian. Ke depan akan terus kita bantu bersama Pak Suarta untuk membantu sektor pertanian ini,” pungkas M-U. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close