Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Gelontor Rp1 Miliar Bantuan Benih dan Power Threser

Tanam Bersama Padi Khusus dan Spesifik di Subak Pengembungan


Tabanan, PancarPOS | Kerja keras Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali berbuah manis. Hal itu nampak jelas terlihat, saat Tanam Bersama Demplot Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Khusus dan Padi Spesifik Lokasi di Subak Pengembungan, Desa Tegaljadi, Kecamatan Marga, Tabanan, Jumat (21/5/2021). Berkat perjuangan Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup yang biasa dijuluki Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, para petani dan krama subak di Bali bisa menikmati bantuan benih senilai total Rp1 miliar yang digelontorkan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Bali. Saat Tanam Bersama di subak seluas 46 hektar ini, juga diserahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa power threser senilai total Rp245 juta untuk tujuh subak atau kelompok tani (Poktan) di Tabanan.

 

Insert foto: Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., saat menyerahkan bantuan Alsintan berupa power therser untuk tujuh Poktan di Tabanan.

Para kelompok tani yang sangat beruntung itu, yakni Poktan Sekar Langit Desa Tua Marga, Poktan Mekar Tani Desa Petiga Marga, Poktan Tegal Harum Desa Baturiti, Poktan Pertiwi Desa Tua Marga, Poktan Rahayu Sejahtera Desa Tunjuk Tabanan, Poktan Tani Muda Mandiri Desa Belalang Kediri, dan Poktan Pantun Sari Desa Mengesta Penebel. Seluruh bantuan diserahkan bersama Anggota DPRD Tabanan yang juga Ketua PAC PDIP Marga I Putu Eka Putra Nurcahyadi beserta Kepala BPTP Bali, Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP., dan Kadis Pertanian Tabanan Ir. I Nyoman Budana, MM., disaksikan Koordinator BPP Kecamatan Marga, PPL Wilbin Desa Tegaljadi, POPT, Kepala Desa Tegaljadi serta para Krama Subak Pengembungan. Pada kesempatan itu, Pekaseh Subak Pengembungan, I Made Muliana mengucapkan terimakasih kepada Made Urip atas bantuannya memberikan Demplot VUB Padi Khusus dan Padi Spesifik Lokasi, sehingga bisa menggugah petani muda terjun, sekaligus memotivasi mempertahankan budaya pertanian yang telah diwariskan leluhur.

1th#ik-10/5/2021

“Bantuan ini bisa menggugah para petani muda dan bisa memotivasi generasi milenial, agar mau dan tidak ragu-ragu lagi menjadi petani. Untuk itu, kami sangat mengucapkan terimakasih atas bantuan Pak Urip ini, karena memberikan motivasi bagi petani muda,” paparnya. Di sisi lain, Made Rai Yasa selaku Kepala BPTP Bali mengaku sangat beruntung dan bersyukur ada Made Urip, sehingga di Bali mendapat anggaran Demplot dan perbenihan untuk produksi benih Kopi Robusta, Manggis, Salak Gula Pasir, Kelapa Genjah, dan Kambing sekitar Rp1 miliar. Anggaran tersebut sudah termasuk Bimtek, pendampingan dan sarana pendukung lainnya. “Beliau sudah membantu benih Kopi Robusta, apalagi trend kopi terus naik di Bali, sedangkan kopi semakin sulit dan pohonnya berumur puluhan tahun. Pak Made Urip sudah membantu 29 ribu benih di Pupuan, belum lagi puluhan ribu bibit Manggis yang hasilnya nanti diekspor ke China yang saat ini produksinya masih terbatas. Termasuk bibit salak, Kelapa Genjah, serta bibit kambing unggul. Jadi kami bangga punya Bapak Made Urip,” bebernya.

1th-ksm#5/2/2021

Di samping itu, ia juga mengucapkan terimakasih kepada Made Urip atas dukungan dan kerjasama pengembangan varietas padi unggul baru. Apalagi lahan sawah di Bali sudah menyusut 80 ribu hektar, menjadi hanya sekitar 170 ribu hektar, sehingga lahan pertanian semakin sempit. Untuk itulah, dikembangkan VUB Padi khusus dan Spesifik Lokasi terbaru untuk meningkatkan produktifitas dan pendapatan petani sehingga kesejahteraan petani meningkat. “Bahkan Pak Urip juga membantu alat pertanian modern ini, agar generasi muda mau bisa menekuni sektor pertanian dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” tandasnya. Sementara itu, Made Urip juga mengapreasisi Demplot untuk pengenalan bibit unggul terbaru sebagai terobosan dan inovasi baru menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan. “Setelah melihat langsung di lapangan, apa yang dikerjakan BPTP sebagai kemajuan untuk mendorong generasi muda dan kaum milenial menekuni dunia pertanian. Karena akan banyak varietas baru dan bibit unggul yang dikembangkan BPTP. Sekarang ada pengembangan bibit padi terbaru sebagai terobosan BPTP menjaga produksi dan ketahanan pangan,” ungkap Anggota DPR RI terpilih lima periode yang meraih suara terbanyak ketujuh nasional dengan 255.130 suara itu.

1bl#bn-11/5/2021

Untuk itulah, diharapkan generasi muda tertarik menekuni dunia pertanian dengan menerapkan teknologi modern, sehingga BPTP harus terus melakukan inovasi baru, termasuk penanganan pasca panen dengan teknologi modern. Apalagi saat ini, Made Urip kembali sendiri menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil Bali yang membidangi Pertanian, Perkebunan, Kelautan, Kehutanan, Lingkungan Hidup dan mitra Bulog yang khusus mengurus perut rakyat. “Saat ini dampak pandemi sangat berpengaruh di sektor pariwisata yang sangat terpuruk. Karena itu, sektor yang harus digarap bersama hanya pertanian. Dan subak yang kita warisi sebagai penyanggga pangan harus terus dijaga dan dilestarikan. Saya akan perjuangan sektor pertanian, meskipun bugetnya mengalami refokusing sekitar Rp70 triliun. Karena sektor pertanian di Bali diberikan prioritas, akibat pertumbuhan ekonominya paling terpukul hingga minus 9 persen,” tegas M-U sapaan akrabnya. ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close