TP Posyandu Bali Sosialisasikan Transformasi Posyandu, 184 Kader di Buleleng Terima Bantuan

Buleleng, PancarPOS | Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali terus memperkuat implementasi transformasi Posyandu dengan menggelar sosialisasi di Kabupaten Buleleng, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, dan Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, itu juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada ratusan kader Posyandu.
Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan terpadu yang mengintegrasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menegaskan transformasi Posyandu tidak dimaksudkan untuk menambah beban kerja kader. Menurutnya, kader tetap berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dalam menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.
“Tugas kader adalah menampung aspirasi serta mencatat dan mendata permasalahan yang terjadi di lapangan. Data tersebut kemudian diteruskan kepada pengurus dan perangkat desa untuk ditindaklanjuti oleh instansi sesuai bidang kewenangannya,” ujarnya saat memberikan sosialisasi di Wantilan Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula.
Ia menjelaskan, masyarakat dapat memanfaatkan Posyandu untuk menyampaikan berbagai kebutuhan maupun permasalahan. Setelah melakukan pencatatan dan pemeriksaan administrasi, kader dapat melakukan kunjungan lapangan apabila diperlukan, kemudian melaporkan hasilnya kepada instansi terkait agar segera mendapatkan penanganan.
Menurut Putu Anom Agustina, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah sehingga pelayanan dasar dapat diberikan secara lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk perhatian dan apresiasi Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali atas dedikasi para kader dalam melayani masyarakat.
Di Desa Sembiran, bantuan diserahkan kepada 110 kader dari delapan Posyandu yang tersebar di enam dusun. Masing-masing kader menerima 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.
“Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali kepada para kader yang telah bekerja dengan tulus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, sebelum melaksanakan tugas, para kader juga harus memahami esensi tugasnya agar tidak mengalami hambatan dan seluruh proses pelayanan dapat berjalan sesuai alur,” kata Dwi Dewata.
Bantuan serupa juga diberikan kepada 74 kader dari 10 Posyandu di Desa Padangbulia, sehingga total sebanyak 184 kader Posyandu di Kabupaten Buleleng menerima bantuan dalam kegiatan tersebut.
Melalui sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah, TP Posyandu Provinsi Bali berharap seluruh kader memiliki pemahaman yang sama mengenai transformasi Posyandu sehingga mampu menjalankan tugas sesuai fungsi dan kewenangannya, sekaligus menjadikan Posyandu sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan dasar yang berkualitas kepada masyarakat. mas/ama/ksm/*









