Lukisan Kuda Api 2026, Ketika Dokter Bagus Menyerahkan Simbol Semangat Zaman kepada Pangdam IX Udayana

Denpasar, PancarPOS | Di tengah padatnya tanggung jawab sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Puri Raharja, dr. Gede Bagus Darmayasa, M.M, M.Repro tetap menemukan ruang untuk menyalakan api kreativitas. Bukan di ruang medis, melainkan di atas kanvas besar yang memancarkan energi, keberanian, dan daya juang.
Momentum itu menjadi semakin bermakna ketika lukisan bertema Kuda Api 2026 tersebut secara resmi diserahkan kepada Mayjen TNI Piek Budyakto selaku Pangdam IX Udayana, pada Jumat (20/2/2026). Penyerahan ini bukan sekadar simbolis, melainkan representasi semangat zaman yang ingin dibagikan dengan kerja keras, kecepatan, dan dedikasi yang membara.
Tahun 2026 dalam kalender Tionghoa dikenal sebagai Tahun Kuda Api. Sebuah simbol keberanian mengejar impian, melaju kencang mencapai kesuksesan, dan bangkit dari tantangan. Nilai-nilai itulah yang diterjemahkan dr. Gede Bagus Darmayasa ke dalam karya visual yang kuat dan penuh makna.
Dalam lukisan tersebut, seekor kuda putih digambarkan berlari menembus kobaran api. Surainya tergerai diterpa angin, tatapannya tajam, langkahnya mantap. Api menyala di bawah kaki dan dadanya, bukan untuk melumpuhkan, melainkan menjadi sumber tenaga. Sebuah metafora bahwa tekanan dan tantangan justru dapat menjadi bahan bakar untuk melesat lebih jauh.
“Tahun Kuda Api 2026 adalah simbol kerja keras, kecepatan, dan semangat membara. Tahun ini menuntut dedikasi tinggi, namun menawarkan peluang besar untuk kemajuan pesat, layaknya kuda pacu yang melesat,” demikian makna yang ingin ditegaskannya melalui karya tersebut.
Sebagai dokter dan profesional kesehatan di Bali, Dokter Bagus sapaan akrab dr. Gede Bagus Darmayasa dikenal atas dedikasinya dalam memimpin RSU Puri Raharja. Namun melalui lukisan ini, ia menunjukkan sisi reflektifnya, bahwa kepemimpinan bukan hanya soal manajemen dan keputusan, tetapi juga tentang visi dan energi batin.
Penyerahan lukisan kepada Pangdam IX Udayana memperkuat makna simbolik karya tersebut. Kuda Api bukan hanya relevan bagi individu, tetapi juga bagi institusi dan kepemimpinan. Dalam dinamika global yang serba cepat dan penuh tekanan, dibutuhkan ketegasan, keberanian mengambil keputusan, serta daya tahan menghadapi perubahan.
Kuda putih dalam lukisan melambangkan integritas dan ketulusan. Api berwarna emas dan jingga yang menyala di tubuhnya menggambarkan semangat yang lahir dari dalam diri. Pesannya jelas: kekuatan sejati bukan datang dari luar, tetapi dari keyakinan dan komitmen yang menyala di hati.
Di tengah tantangan yang terus berkembang, baik di sektor kesehatan maupun dalam menjaga stabilitas wilayah, semangat Kuda Api menjadi relevan. Bergerak cepat, tetap fokus, dan tidak gentar menghadapi panasnya situasi.
Melalui karya ini, Dokter Bagus yang juga Bendesa Pura Goa Lawah itu, tidak hanya menyerahkan sebuah lukisan, tetapi juga menyerahkan pesan optimisme. Pesan bahwa Tahun Kuda Api 2026 adalah momentum untuk melesat lebih jauh, bekerja lebih keras, dan menyalakan semangat kolektif.
“Kuda dalam kanvas itu seolah terus berlari, membawa pesan keberanian dan ketangguhan. Dan di balik kobaran api, tersimpan harapan: bahwa setiap tantangan adalah pijakan untuk mencapai kemajuan yang lebih tinggi,” tandas Dokter Bagus. ama/ksm









