Ekonomi dan Bisnis

D’Cuz Gems & Jewelry Buka Gerai di Denpasar, Tawarkan Batu Bertuah hingga Bersertifikat


Denpasar, PancarPOS | Setelah lebih dari dua dekade menekuni dunia batu permata, Susanto yang akrab disapa D’Cus, kini resmi membuka toko fisiknya yang diberi nama D’Cuz Gems & Jewelry. Toko tersebut berlokasi strategis di Jl. Diponegoro No. 6 Denpasar dan mulai menyambut publik pada Selasa, 29 Juli 2025, dalam sebuah acara grand opening yang semarak.

Nama D’Cuz sendiri diambil dari panggilan akrab Susanto, yang sebelumnya telah dikenal luas di komunitas permata melalui penjualan daring dan layanan jemput bola ke rumah pelanggan. Ia memanfaatkan media sosial sebagai etalase digital sekaligus wadah membangun kepercayaan konsumen, jauh sebelum memutuskan membuka toko offline.

Yang menarik, keberaniannya terjun sepenuhnya ke bisnis batu permata ternyata dipicu oleh pertemuannya dengan motivator sekaligus pengusaha nasional, Tung Desem Waringin. “Saya pernah ketemu Pak Tung Desem. Saya tanya, ‘Pak, usaha apa yang cocok buat saya?’ Beliau jawab, ‘Lakukan sesuatu yang kamu cintai, yang kalau tidak dibayar pun kamu tetap mau mengerjakannya’. Nah, jualan batu langsung terlintas di benak saya,” kisah D’Cus saat acara peluncuran tokonya.

Susanto yang akrab disapa D’Cus, kini resmi membuka toko fisiknya yang diberi nama D’Cuz Gems & Jewelry. (foto: ama)

D’Cus meyakini bahwa meski situasi ekonomi sedang tidak mudah, pasar batu permata di Bali tetap menjanjikan. Selain karena permintaan pribadi dan koleksi, banyak konsumen datang untuk keperluan upacara yadnya, termasuk permata untuk barong, rangda, hingga perhiasan pertima yang biasa digunakan dalam ritual adat.

Ia juga melihat pariwisata sebagai peluang besar. “Bali itu masih jadi primadona turis dunia. Banyak wisatawan asing berburu permata, terutama di kawasan Suci atau Jl. Hasanuddin yang memang dikenal sebagai pusat jual-beli perhiasan,” ujarnya.

Meskipun seluruh bahan baku batu permata diimpor dari negara-negara terkenal penghasil permata seperti Thailand, Myanmar, Srilanka hingga Afrika, D’Cus ingin menghapus stigma bahwa perhiasan selalu mahal. Ia menawarkan permata dengan harga yang sangat variatif, mulai dari Rp 500 ribuan hingga ratusan juta rupiah, tergantung jenis, ukuran, dan kelas batu.

1th#ik-006.16/02/2025

“Ada kok yang cocok untuk mahasiswa, yang Rp 500 ribuan. Untuk upacara juga kami layani sesuai kebutuhan, bisa bijian atau graman. Bahkan model pun bisa kami sesuaikan. Jadi harga bisa fleksibel,” terang D’Cus. Ia menegaskan bahwa bisnisnya tetap menyasar segmen menengah, namun terbuka untuk permintaan custom dari berbagai kelas.

Beberapa jenis batu permata yang paling diburu oleh konsumen Bali, menurutnya, adalah Windusara, Bangsing, dan Kresna Dana. “Orang Bali meyakini tuah batu itu, terutama untuk meningkatkan wibawa. Ini juga diperkuat berbagai sumber dalam lontar-lontar kuno. Seolah-olah orang Bali ‘wajib’ punya salah satunya,” jelasnya.

Untuk menjamin keaslian dan nilai batu, D’Cuz memberikan sertifikat resmi (memo) dari negara asal masing-masing batu permata yang dijual di tokonya.

Lebih dari sekadar bisnis, D’Cus ingin menjadikan kisah hidupnya sebagai inspirasi, terutama bagi generasi muda. Ia membuktikan bahwa hobi jika digeluti dengan konsisten dan penuh keyakinan bisa menjadi jalan hidup.

1th#ik-030.1/8/2024

Dulu ia bekerja sebagai karyawan di perusahaan, namun kini ia bisa mandiri dan menghidupi keluarga lewat usaha permata. “Hobi saya ternyata bisa jadi sumber penghidupan. Asal dijalani sepenuh hati dan serius, pasti bisa,” tutupnya penuh semangat.

Grand opening D’Cuz Gems & Jewelry juga sekaligus menjadi momen pembuktian bahwa kerja keras dan keberanian mengambil keputusan besar bisa membuka jalan baru menuju kesuksesan. Bagi masyarakat yang penasaran, toko ini bisa dikunjungi langsung di Jl. Diponegoro No. 6 Denpasar, setiap hari kerja mulai pukul 10.00 WITA. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Santo di nomor +62 812 2612 8777. awa/ama/kel


Back to top button