Politik dan Sosial Budaya
Trending

Kunjungan Dapil Adi Wiryatama, Dongkrak Produktivitas Petani dan Peternak di Tabanan Melonjak Tajam


Tabanan, PancarPOS | Komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pangan dan kesejahteraan masyarakat desa kembali terlihat melalui langkah konkret I Nyoman Adi Wiryatama. Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan ini melaksanakan kunjungan daerah pemilihan pada Sabtu 4 April 2026 dengan menyasar langsung kelompok-kelompok produktif di sektor perikanan dan peternakan di Kabupaten Tabanan.

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi pengawasan dan evaluasi program pemerintah pusat, khususnya bantuan berbasis teknologi yang digulirkan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam kunjungan maraton tersebut, Adi Wiryatama menyambangi tiga titik utama, yakni kelompok petani ikan Mina Yukti di Desa Lumbung, Kecamatan Selemadeg Barat, kelompok Mina Sari Kencana di Banjar Dinas Pengesan, Desa Pupuan Sawah, serta kelompok peternak ayam petelur di Desa Selemadeg Utara.

Di setiap lokasi, satu pesan besar mengemuka: program bantuan pemerintah pusat berbasis teknologi seperti bioflok terbukti mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan, sekaligus membangun optimisme baru di kalangan masyarakat desa.

Saat mengunjungi kelompok Mina Yukti di Desa Lumbung, Adi Wiryatama disambut antusias oleh para anggota kelompok yang telah merasakan langsung dampak program bioflok. Teknologi budidaya ikan lele dengan sistem bioflok yang mereka terapkan mampu menghasilkan panen yang sangat memuaskan. Dalam waktu hanya tiga bulan, produktivitas ikan meningkat drastis, bahkan mencapai rasio tujuh ekor lele dengan berat satu kilogram.

Angka ini bukan hanya menunjukkan efisiensi produksi, tetapi juga menjadi indikator bahwa pendekatan berbasis teknologi mampu menjawab tantangan klasik sektor perikanan, seperti keterbatasan lahan, kualitas air, hingga biaya pakan. Sistem bioflok memungkinkan petani memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah menjadi pakan alami, sehingga biaya produksi dapat ditekan secara signifikan.

Anggota DPR RI Komisi IV I N Adi Wiryatama saat panen lele dengan kelompok petani ikan dalam kunjungan dapil di Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Sabtu 4 April 2026. (foto: wan)

Adi Wiryatama dalam dialognya dengan kelompok Mina Yukti menegaskan bahwa program seperti ini harus terus diperluas dan diperkuat. Ia menilai bahwa keberhasilan kelompok tersebut merupakan bukti nyata bahwa bantuan pemerintah tidak salah sasaran, asalkan didukung dengan komitmen dan kerja keras masyarakat.

“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi jangka panjang. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar mantan Ketua DPRD Bali yang sempat menjabat Bupati Tabanan dua periode ini di hadapan para petani.

Kunjungan kemudian berlanjut ke kelompok Mina Sari Kencana di Banjar Dinas Pengesan, Desa Pupuan Sawah, yang juga menerima bantuan bioflok. Kondisi di lokasi ini tidak jauh berbeda. Para petani ikan telah berhasil melakukan panen dengan hasil yang sangat baik, menunjukkan konsistensi keberhasilan program di berbagai titik.

Para anggota kelompok mengaku bahwa sebelum mendapatkan bantuan bioflok, mereka menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan modal hingga metode budidaya yang masih konvensional. Namun setelah mendapatkan intervensi dari pemerintah pusat, terjadi perubahan signifikan baik dari sisi produksi maupun pendapatan.

Salah satu anggota kelompok bahkan menyebut bahwa kini mereka tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga mulai menjajaki peluang distribusi ke wilayah lain. Hal ini menunjukkan bahwa program bioflok tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang ekspansi pasar.

Adi Wiryatama menilai bahwa keberhasilan ini harus menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memastikan keberlanjutan program. “Yang paling penting adalah pendampingan. Bantuan saja tidak cukup. Harus ada edukasi, monitoring, dan evaluasi agar program ini benar-benar memberikan dampak maksimal,” tegasnya.

Tidak hanya sektor perikanan, kunjungan tersebut juga menyasar sektor peternakan, tepatnya kelompok ayam petelur di Desa Selemadeg Utara. Di lokasi ini, Adi Wiryatama melihat langsung bagaimana bantuan pemerintah mampu mendorong peningkatan produktivitas yang signifikan.

Anggota DPR RI Komisi IV I N Adi Wiryatama saat berdialog dengan peternak ayam dalam kunjungan dapil di Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Sabtu 4 April 2026. (foto: wan)

Kelompok peternak ayam petelur tersebut kini mampu mencapai tingkat produksi telur hingga hampir 80 persen. Angka ini menunjukkan performa yang sangat baik, mengingat banyak peternak tradisional sebelumnya kesulitan mencapai tingkat produktivitas yang stabil. Para peternak mengaku bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa sarana fisik, tetapi juga mencakup pelatihan dan pendampingan teknis. Hal ini menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kapasitas mereka sebagai pelaku usaha.

Dalam dialog dengan para peternak, Adi Wiryatama menekankan bahwa sektor peternakan memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung ekonomi desa. Ia juga mendorong agar para peternak mulai berpikir lebih jauh, tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang mampu mengembangkan rantai nilai. “Ke depan, kita harus dorong agar tidak hanya produksi telur, tetapi juga pengolahan, distribusi, bahkan branding. Ini penting agar nilai tambah tetap di masyarakat,” katanya.

Antusiasme masyarakat dalam menyambut program pemerintah pusat menjadi salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini. Di setiap lokasi, terlihat jelas bahwa program bantuan tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga dimanfaatkan secara optimal.

Hal ini menunjukkan bahwa ketika program dirancang dengan tepat dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat, maka dampaknya akan sangat signifikan. Keberhasilan kelompok Mina Yukti, Mina Sari Kencana, dan kelompok peternak ayam petelur menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis pemberdayaan mampu menghasilkan perubahan nyata.

Namun demikian, Adi Wiryatama juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan. Ia menyoroti pentingnya menjaga konsistensi produksi, kualitas produk, serta akses pasar. Tanpa itu, keberhasilan yang sudah dicapai bisa saja tidak berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Menurutnya, sektor ini tidak lagi bisa dipandang sebagai pekerjaan tradisional, tetapi harus dilihat sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. “Anak-anak muda harus masuk ke sektor ini. Dengan teknologi dan inovasi, kita bisa menjadikan pertanian dan perikanan sebagai sektor yang modern dan menguntungkan,” ujarnya.

Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam konteks global yang penuh ketidakpastian, sektor pangan menjadi salah satu aspek yang paling krusial. Adi Wiryatama menegaskan bahwa Indonesia harus mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada distribusi, pengolahan, dan pemasaran.

Program bantuan seperti bioflok dan pengembangan peternakan ayam petelur menjadi bagian dari strategi besar tersebut. Dengan memanfaatkan teknologi dan pendekatan berbasis komunitas, diharapkan sektor pangan nasional dapat menjadi lebih kuat dan berdaya saing.

Di akhir kunjungannya, Adi Wiryatama menyampaikan apresiasi kepada seluruh kelompok yang telah bekerja keras dalam mengembangkan usaha mereka. Ia juga berjanji akan terus memperjuangkan program-program yang berpihak kepada masyarakat, khususnya di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. “Ini adalah bukti bahwa ketika negara hadir, masyarakat bisa bergerak. Dan ketika masyarakat bergerak, ekonomi akan tumbuh,” pungkasnya.

Kunjungan dapil ini tidak hanya meninggalkan kesan positif, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat desa. Dengan dukungan yang tepat, sektor perikanan dan peternakan di Tabanan berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. wan/ksm/kel


Back to top button