Hukum dan Kriminal

Diduga Telanjang Bulat Dibunuh, Wanita Ngekos di Tukad Batanghari Tewas Berimbah Darah


Denpasar, PancarPOS | Telah ditemukan seorang wanita meninggal dunia diduga tewas akibat dibunuh, Sabtu 16 Januari 2021 pukul 02.30 wita di salah satu Homestay lantai 2 Kamar No 1 Jl. Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar Selatan, Denpasar. Menurut informasi awal, korban bernama Dwi Farica, kelahiran Subang, pada 24 April 1997 ini, menurut Apris Misak, sebagai Penjaga Kos Kosan Homestay pada saat sedang tidur ditelpon oleh saksi lainnya, Dianty yang juga teman korban meminta bantuan, agar menemani mengecek temannya di dalam kamar, karena mendengar suara berisik dan korban ditelp tidak menyaut. Kemudian ia bersama dengan teman korban mencoba mengetuk pintu dan memangil-mangil korban, namun tidak ada jawaban, sehingga mencoba membuka pintu namun terkunci dari dalam. Selanjutnya saksi lewat kamar kos No.3 mengecek dan ternyata pintu balkom sudah terbuka, sekaligus melihat ada darah dan menyampaikan kepada teman korban.

1bl#bn-25/12/2020

Pada kesempat itu, saksi lainnya Willy Widya Kusuma, memberikan keterangan sekitar Pukul 01.00 Wita sempat minum bir bersama dengan Istrinya beserta bule di kamar kos No.4 sambil ngobrol ngobrol. Setelah selesai minum tiba tiba teman korban Dianty membuka pintu, namun diam dan menutup kembali pintu kamar. Sekitar 5 menit lagi kembali teman korban mengetuk pintu. “Kakak-kakak minta tolong. Tolongin teman saya,” katanya saat memberikan keterangan, seraya mengaku menjawab sebentar dulu, karena istrinya sedang kesurupan. Setelah Istrinya sadar baru mengecek lewat belakang kamar kos No.3. Setelah mengecek ia melihat banyak darah di lantai dan korban posisi jongkok dan kepalanya bersandar di tempat tidur. Karena takut ia langsung menelpon pemilik kos dan memberi tahu di kamar kos No.1 ada pembunuhan. “Dijawab sama pemilik kos, agar diamankan dulu jangan ribut dan diam, biar tetangga lain tidak terganggu. Pemilik kos bilang akan menelpon polisi,” jelasnya.

1bl#ik-23/12/2020

Sementara itu, Dianty, juga memberikan keterangan sebagai saksi sekitar pukul 01.20 Wita korban sempat makan di kamarnya. Setelah habis makan korban keluar dan pergi ke kamarnya pukul 01.40 Wita. Namun perempuan asal Indramayu ini terjaga dari tidur karena ada suara teriakan dan berisik berupa bunyi suara kaki-kaki gedebuk gedebuk. Selanjutnya pukul 01.46 Wita karena perasaannya tidak enak, ia bertanya lewat WA dan telpon langsung ke HP korban, namun tidak dibalas dan dijawab. Karena saksi takut akan terjadi apa-apa, selanjutnya ia menelpon penjaga rumah kos untuk menemani mengetuk dan mengecek korban. Setelah petugas jaga datang, selanjutnya ia mengetuk pintu dengan penjaga kos, namun tidak ada jawaban. “Karena pintu terkunci dari dalam, penjaga kos mengecek dengan mengintip lewat belakang masuk lewat kamar kos No.3 dan selanjutnya menyampaikan banyak darah di lantai,” jelasnya.

1bl#ik-17/12/2020

Karena dikasi tahu ada darah saksi menyampaikan minta tolong kepada saksi lainnya. Willy Widya selanjutnya mengecek dari belakang dan kaget di kamar sudah banyak darah dan korban posisi jongkok dan kepalanya ada di tempat tidur. Dari hasil olah TKP oleh petugas identifikasi ditemukan korban ada 3 luka di tengorokan. Sesuai fakta di kamar tidur juga ada ceceran darah korban yang telanjang bulat dan tengkurap dengan kondisi sudah meninggal. Ditemukan juga jaket warna merah di kamar korban, serta helm Gojek beserta pisau lipat yang diduga dipakai membunuh korban. tim/isi/ama

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close