Ekonomi dan Bisnis

Masa Pandemi Covid-19, Transaksi Keuangan Digital di Bali Melonjak Tajam


Denpasar, PancarPOS | Pada masa pandemi Covid-19, Bank Indonesia Provinsi Bali secara kontinu dan berkelanjutan mendorong digitalisasi di semua sektor ekonomi termasuk digitalisasi sistem pembayaran. Hal ini terlihat dengan semakin tingginya minat masyarakat Bali dalam memanfaatkan digitalisasi dalam kehidupan sehari-hari terutama untuk bertransaksi pembayaran. Sepanjang tahun 2021, Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat transaksi keuangan digital di propinsi Bali terus melonjak tajam, baik dari sisi jumlah maupun nominal transaksi. “Peningkatan dapat dilihat dari transaksi pembayaran menggunakan QRIS sebagai salah satu instrumen pembayaran digital yang digagas oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, serta pemanfaatan platform e-commerce dan transportasi online,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Trisno Nugroho di Denpasar, Kamis (15/7/2021).

1bl-bn#7/1/2020

Di wilayah Bali, QRIS menjadi instrumen pembayaran yang diminati masyarakat karena prinsipnya yang cepat, mudah, murah, aman dan handal serta sangat sesuai dengan protokol kesehatan yang mengurangi kontak fisik. Per 9 Juli 2021 saja total Merchant QRIS di Provinsi Bali tercatat sebanyak 246.807 merchant yag tersebar di seluruh wilayah Bali. Dibandingkan dengan nasional, Bali menduduki peringkat ke-7 jumlah merchant QRIS terbanyak dengan total pertumbuhan QRIS mencapai 40% ytd berada diatas nasional yang sebesar 37% ytd. Selain peningkatan di sisi jumlah merchant, jumlah transaksi dan nominal transaksi QRIS di wilayah Bali juga meningkat signifikan. “Selama bulan Mei 2021, Bank Indonesia mencatat total nominal transaksi QRIS di Bali mencapai Rp38,37 miliar dengan volume transaksi sebanyak 482 ribu transaksi,” beber Trisno menjelaskan.

Ik#1bl-7/7/2021

Kondisi ini meningkat hingga 45% mtm dibandingkan bulan April 2021 yang nominal transaksinya tercatat sebesar Rp26,41 miliar dengan volume 319 ribu transaksi. Adapun rata-rata nominal transaksi selama 2021 tercatat sebanyak Rp24 miliar dengan rata-rata transaksi sebanyak 283 ribu transaksi setiap bulannya. Nominal dan volume transaksi ini meningkat dibandingkan rata-rata nominal transaksi pada triwulan IV 2020 yang tercatat sebanyak Rp 16,5 miliar dengan volume transaksi 201 ribu transaksi setiap bulannya. Tidak hanya QRIS, transaksi e-commerce dan transportasi online di wilayah Bali juga tercatat meningkat selama 2021 dibandingkan periode sebelumnya. Per April 2021, tercatat transaksi e-commerce di wilayah Bali sebesar Rp389 miliar dengan volume transaksi 2,38 juta transaksi. “Kondisi ini meningkat 14,9% mtm dibandingkan Maret 2021 yang sebesar Rp380 miliar dengan volume 2,07 juta transaksi,” sebutnya.

1bl#bn-13/7/2021

Sedangkan transportasi online per April 2021 tercatat sebesar Rp79,9 miliar dengan volume transaksi sebanyak 1,5 juta transaksi. Kondisi ini meningkat hingga 6% dibandingkan Maret 2021 yang tercatat sebesar Rp 76 miliar dengan volume transaksi sebanyak 1,42 juta transaksi. Dengan ada nya PPKM Darurat yang membatasi adanya makan di restorant dan berkerumun di tempat-tempat perdagangan, penggunaan digitalisasi (pembayaran dan marketplace) menjadi suatu keharusan agar kegiatan ekonomi tetap berjalan. “Para pedagang dan UMKM untuk terus melakukan kegiatan perdagangannya (baik di pasar tradisional dan di mal-mal serta di lokasi-lokasi penjualan lainnya) dan harus bekerja sama dengan jasa transportasi on line untuk mengantarkan barang-barang yang dibeli masyarakat,” tutup Trisno. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close