Made Urip Ingatkan 4 Pilar Kebangsaan Warga Desa Bantas

Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., selaku Anggota MPR RI kembali turun untuk mengingatkan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. Kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab dikenal M-U itu, mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan tersebut di Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, pada Sabtu, 15 Juni 2024. Kunjungan kerja Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, langsung disambut oleh ratusan krama banjar lanang isteri, STT, pecalang, pakis, ibu-ibu PKK beserta para tokoh-tokoh masyarakat.

Sosialsiasi 4 Pilar Kebangsaan yang kembali menghadirkan narsumber dari kader lumutan PDI Perjuangan, I Gede Suamba, bersama I Wayan Gunadi dan Nyoman Kartika itu, sangat dinantikan oleh warga Desa Bantas. Mereka kompak menyambut kehadiran Made Urip, bersama Ni Made Usmantari selaku Anggota DPRD Provinsi Bali terpilih di Dapil Tabanan.
Apalagi Made Urip sangat rajin turun memberikan berbagai bantuan terutama di sektor pertanian, sehingga terpilih selama 5 periode menjadi Anggota DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan rangking ke-7 nasional. Oleh karena itu, mereka sangat berterima kasih kepada Made Urip yang datang langsung memberikan pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Disadari selama ini, Made Urip sudah terbukti sangat merakyat, dan sangat rajin memberi berbagai bantuan dan aspirasi yang diinginkan masyarakat. Bahkan, saat ini Made Urip secara khusus menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, agar bisa diterapkan dan diamalkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, juga disadari kebanyakan masyarakat, terutama generasi muda pemahaman 4 Pilar Kebangsaan semakin memudar, sehingga harus kembali diingatkan.

Untuk itulah, pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ini dirasakan sangat penting, karena banyak nilai sejarah yang dikaburkan terutama terkait perjuangan Bung Karno, seperti konsep nilai-nilai Pancasila sebagai landasan atau dasar negara ketika merdeka. Hal ini perlu disampaikan kepada generasi muda, agar tidak ada kembali pengaburan sejarah bangsa, termasuk konsep persatuan yang berkembang di masyarakat mulai luntur dan terpecah belah.
Karena itulah, sosialisasi yang diberikan Made Urip di desa ini sangat penting diperhatikan, agar nantinya bisa diterapkan di tengah masyarakat. Pada kesempatan itu, Made Urip memaparkan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, sebagai tugas MPR RI ke seluruh lapisan masyarakat, baik yang berada di dalam nergeri maupun luar negeri.
Dikatakan 4 Pilar Kebangsaan ini sebagai komitmen bangsa yang dicetuskan oleh Ketua MPR RI, alm. Taufik Kiemas, karena merasa adanya ancaman terhadap ideologi negara, sehingga dilakukan sososialisasi 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila sebagai dasar negera, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal sebagai semboyan negara.

Namun dikatakan yang penting bagaimana mengimplementasikan 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari? Seperti Pancasila yang sudah menjadi harga mati sehingga tinggal diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Misalnya konsep gotong-royong yang sudah ada di masyarakat, hanya tinggal terus ditingkatkan. Jadi jangan hanya diomongkan saja, apalagi sebagai elit partai dan tokoh masyarakat agar betul-betul nilai-nilai kebangsaan ini bisa diterapkan di tengah masyarakat,” tandas M-U.
M-U juga mengaku sangat bangga, karena masyarakat tetap solid dan bersatu, sehingga siap membantu aspirasi yang ingin diperjuangkan. “Silahkan kalau ada bantuan di sektor pertanian yang diinginkan, silahkan diajukan. Apalagi potensi pertanian di desa ini harus terus diangkat agar bisa maju dan berkembang untuk kepentingan masyarakat ke depan,” pungkas M-U. ama/ksm









