Pariwisata dan Hiburan

Awas! Bali the Lost Paradise atau The Last Paradise?


Badung, PancarPOS | Terkait bule yang banyak berulah belakangan ini, jelas menunjukkan ada yg eror dalam tata kelola pariwisata Bali, terutama menyangkut behavior wisman secara umum. Dalam hal pariwisata berkualitas dan berkelanjutan serta standar penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali ada fenomena nyeleneh atas maraknya prilaku bule yang makin ke sini makin menjadi jadi, liar dan chauvinis. Ada apa sesungguhnya? “Jika kita memotret perkembangan Pariwisata saat ini maka selain kita patut bersyukur dengan pertumbuhanya yang menjadi generator pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain kita lupa akan dampaknya yang begitu dahsyat menyentak dan memalukan,” ungkap Pelaku dan Praktisi Pariwisata, I Wayan Puspanegara, pada Kamis (13/6/2024).

1bl#ik-028.1/6/2024

Dikatakan, setidaknya ada 5 persoalan mendasar yang ia jumpai sebagai pelaku pariwisata yang mereduksi tatanan destinasi Bali, yakni:

1. Lingkungan mengalami tekanan yang luar biasa hingga tata ruang menjadi kacau balau, sampah bertebaran, hingga terkikisnya secara masive pesona bentang alam;

2. Infrastrukur yang belum mengarah world class infrastructure: trotoar tidak layak, canstein suram, jalan jalan sempit, hingga macet parah di kawasan yang bertumbuh, over head capital semrawut, tiang beranak, kabel kabel bercucu bak jaring laba-laba raksasa;

3. Keamanan tampak tak settle, tiap hari ada copet, jamret, penipuan Mc, hingga kriminalitas macam rupa dilakukan oleh pelaku kejahatan dan juga oleh bule, rindu hadirnya Tourism Police;

4. Behavior: prilaku masyarakat dan juga prilaku wisman tampaknya setali tiga uang, banyak bule yang juga meniru prilaku warga, hingga berprilaku bringas, kasar, ngamuk, berkelahi dan terakhir membawa truk ugal ugalan hingga masuk ke Bandara. Tentu Bandara sebagai objek vital ternyata sangat mudah ditembus oleh pelaku kejahatan, bayangkan jika truk itu isinya bahan peledak!, betapa lemah sistem keamanan dan cegah dini keamanan di objek vital Bandara;

5. Good Will pemerintah thd pariwisata belum terlihat significant kecuali pemerintah sangat agresif menarik PHR, & Tourism Levy yang arah penggunaanya belum terasa menjadi equalizing power dlm memajukan & menjadikan pariwisata berkualitas & berkelanjutan.

1th#ik-029.4/6/2024

“Dari potret ini kita melihat betapa semrawutnnya pengelolaan kepariwisataan kita, hingga memunculkan prilaku bule yang justru mereduksi kualitas destinasi kita. Oleh karena itu saya berpandangan bahwa Bule yang berkelakuan buruk ini sebaiknya ditahan dan dideportasi dengan cepat,” kata Anggota DPRD Badung terpilih pada Pemilu 2024 lalu tersebut.

Selanjutnya perkuat announcement tentang do and don’t bagi wisman, melalui front liner spt para Guide, Front desk accomodasi, driver, hingga pengelola objec & destinasi. Jadi perlu ada program penguatan behavior masyarakat penyangga destinasi untuk bisa berpartisipasi aktif dalam turut mengawasi prilaku wisatawan. Selanjutnya TOURISM POLICE segera ditugaskan di titik titik destinasi untuk memantau wisman & situasi keamanan destinasi berkolaborasi dengan bankamda, Linmas dan pam swakarsa lainya. Jadi terkait prilaku nyeleneh Bule ini, langkah mendesak adalah penjarakan mereka lalu segera di deportasi. ara/ama/ksm

Baca Juga :


Back to top button