Politik dan Sosial Budaya

Populasi Sapi Bali Menurun, Made Urip Genjot Bimtek Manajemen Pengembangan Peternakan di Tabanan


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali menggenjot bimbingan teknis (Bimtek) bagi para penyuluh dan tani ternak di Tabanan. Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, membuka Bimtek Manajemen Pengembangan Peternakan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, melalui Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar di Apple Resort CS Bedha, Desa Sudimara, Tabanan, pada Rabu (14/6/2023). Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, juga sempat membagikan bantuan sapi betina produktif secara simbolis kepada Kelompok Tani Ternak Merta Sari Desa Tunjuk dan Kelompok Tani Ternak Tunas Makmur Desa Selamdeg, Tabanan.

1bl#ik-047.9/6/2023

I Wayan Kadera, selaku Ketua Kelompok Tani Ternak Tunas Makmur menyampaikan ucapkan terima kasih atas bantuan bibit Sapi Bali yang diberikan dan diperjuangan Made Urip selama ini. “Kami juga mohon agar terus diberikan bimbingan ternis lainnya,” ucapnya. Dari keterangan panitia kegiatan Bimtek ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai pengembangan ternak untuk meningkatkan ekonomi. Bimtek diikuti sebanyak 90 peserta yang berasal dari gabungan peternak mandiri di Tabanan. Pada kesempatan itu, Kepala BPTU-HPT Denpasar, Dr. Hary Suhada, S.Pt., M.Sc., merasa sangat bersyukur bisa kembali bertatap muka dengan Made Urip yang tidak ada hentinya terus hadir untuk membuka kegiatan Bimtek. Kegiatan ini, juga untuk menguatan pelestarian Sapi Bali agar tidak punah. Karena itu, pihaknya sangat berterima kasih kepada Made Urip yang terus memberikan Bimtek untuk mengembangkan Sapi Bali ke depan.

“Niat baik Pak Made Urip ini harus bisa dilaksanakan dengan baik, sehingga setiap Bimtek ini kami terus melakukan evaluasi dan pemantauan,” ujarnya, seraya menambahkan melalui Bimtek ini diharapkan bisa memenuhi tujuannya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi para peternak untuk mengembangkan Sapi Bali, khususnya di Tabanan. “Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Made Urip atas supportnya dan terus konsisten menjaga kelestarian Sapi Bali,” imbuhnya. Di sisi lain, Kadis Pertanian Tabanan, I Made Subagia, S.Pi., MM., mengaku sangat berbahagia dan bersuka cita, karena kembali menjadi tempat kegiatan Bimtek untuk mendorong sektor peternakan, terutama pengembangan Sapi Bali di Tabanan. Apalagi Tabanan terus berupaya dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat untuk pengembangan sektor peternakan. Selain itu, juga sangat banyak kucuran berbagai bantuan dari Made Urip yang tak pernah lelah mensupport sektor pertanian, termasuk kemajuan peternakan.

1th#ik-039.15/5/2023

Untuk penguatan branding Sapi Bali, juga dilakukan oleh Made Urip melalui bantuan bibit ternak produktif yang sangat penting diberikan Bimtek untuk meningkatan SDM di sektor peternakan. “Saya sudah berkali-kali hadir dalam kegiatan Bimtek yang digelar oleh Bapak Made Urip. Karena itu, saya harap agar materi yang diberikan bisa diperhatikan dan diterapkan dengan baik di lapangan nantinya,” tandasnya. Di sela-sela membuka kegiatan Bimtek, Made Urip kembali menjelaskan melalui pertemuan ini, untuk melestarikan Sapi Bali yang sudah tersebar di seluruh nusantara, terutama di Sulawesi, NTB dan bahkan sampai Papua. Bahkan sampai Malaysia ingin membeli semen beku Sapi Bali yang akhirnya harus dilarang agar tidak dikembangkan di negara lain. “Jika dikembangkan kita bisa kalah jauh, sehingga kita harus kembangkan bersama dengan menjaga flasma nutfah Sapi Bali, karena populasinya terus menurun,” ungkapnya. Untuk itu, Made Urip akan terus menggenjot bantuan bibit sapi betina produktif dan program UPPO untuk para petani dan krama subak yang digelontorkan ke seluruh Bali.

Disamping itu, juga akan terus berusaha memperjuangkan aspirasi para petani dan krama subak lewat bantuan ABPN, termasuk kegiatan Bimtek yang diharapkan bisa diikuti dengan baik dari awal hingga berakhir. Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan tertinggi ke-7 di seluruh Indonesia itu, menyadari adanya ancaman krisis pangan dunia yang harus mendapat perhatian serius. Termasuk adanya persoalan impor daging dari negara yang belum bebas dari PMK (penyakit mulut dan kuku). Untuk itulah melalui Bimtek ini, juga akan memberikan pengetahuan dan wawasan untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Terbukti saat pandemi Covid-19 sektor pertanian bisa terus tetap bertahan, bahkan bisa tumbuh untuk menjaga ketahanan pangan. “Karena itu, sektor pertanian dalam arti luas harus kita jaga dengan baik. Atau paling tidak bisa memenuhi pangan keluarga,” pungkas M-U. ama/ksm

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button