Tabanan, PancarPOS | Semangat kemanusiaan kembali menggema kuat di Kabupaten Tabanan. Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan yang dirangkaikan dengan kegiatan Penggalangan Donasi Kemanusiaan Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Tabanan, Kamis (12/3/2026), itu juga menjadi momentum penting dengan dilantiknya 115 pengurus PMI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan.
Ratusan relawan kemanusiaan tersebut dilantik langsung oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Tabanan. Momentum ini turut dihadiri jajaran Forkopimda atau perwakilannya, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, perangkat daerah terkait, Wakil Ketua PMI Provinsi Bali, serta pengurus PMI Kabupaten Tabanan.
Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan penegasan komitmen kemanusiaan yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan. Para pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu menumbuhkan dan menguatkan jiwa kerelawanan, sekaligus menjadikan PMI sebagai garda terdepan dalam pelayanan sosial, kesehatan, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan keyakinannya bahwa para pengurus PMI yang baru dilantik memiliki ketulusan hati untuk mengabdi kepada masyarakat. Menurutnya, jiwa kemanusiaan adalah fondasi utama dari setiap relawan PMI dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Saya yakin saudara-saudara yang baru dilantik ini memiliki jiwa sukarela yang tulus dari sisi kemanusiaan,” ujar Sanjaya dengan penuh keyakinan.
Ia juga mengingatkan kembali sejarah berdirinya Palang Merah Indonesia yang lahir di tengah semangat perjuangan bangsa. PMI secara resmi dibentuk pada 17 September 1945, tidak lama setelah Indonesia merdeka. Pembentukan organisasi kemanusiaan ini merupakan amanat Presiden Soekarno kepada Menteri Kesehatan saat itu, dr. Boentaran, dengan Wakil Presiden Mohammad Hatta dipercaya sebagai pemimpin pertama organisasi tersebut.
Bagi Sanjaya, sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa PMI lahir dari panggilan kemanusiaan untuk membantu para korban perang kemerdekaan, dan hingga kini semangat tersebut tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan bencana yang terjadi di masyarakat.
Ia pun menegaskan bahwa keberadaan PMI selama ini terbukti selalu hadir di garis depan ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Dalam berbagai situasi bencana maupun kondisi darurat, relawan PMI selalu bergerak cepat bersinergi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat.
“Teman-teman PMI selalu sigap turun ke lapangan bersama TNI, Kepolisian, dan tokoh masyarakat ketika terjadi bencana. Kehadiran mereka secara sukarela di tengah masyarakat adalah bentuk nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang patut kita apresiasi,” tegas Sanjaya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa PMI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjalankan misi kemanusiaan. Tidak hanya dalam penanggulangan bencana, tetapi juga dalam pelayanan kesehatan, kegiatan donor darah, hingga berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Karena itu, Sanjaya berharap seluruh pengurus PMI yang baru dilantik mampu menjaga semangat pengabdian dan bekerja dengan penuh ketulusan. Baginya, pengabdian di PMI bukan sekadar menjalankan organisasi, tetapi merupakan panggilan kemanusiaan yang menuntut keikhlasan dan solidaritas tanpa batas.
Musyawarah kerja tersebut juga menjadi ruang konsolidasi bagi PMI Tabanan untuk memperkuat program kerja ke depan, termasuk memperluas gerakan kemanusiaan dan penggalangan donasi yang bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dengan pelantikan 115 pengurus baru ini, PMI Kabupaten Tabanan diharapkan semakin solid dan responsif dalam menjawab berbagai tantangan kemanusiaan di daerah, sekaligus terus meneguhkan nilai-nilai solidaritas, kepedulian, dan gotong royong yang menjadi roh utama organisasi Palang Merah Indonesia. mas/ama






