Tabanan, PancarPOS | Pengeloaan sampah masih menjadi persoalan yang selama ini belum bisa ditangani dengan baik, termasuk di Tabanan. Karena itulah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kali ini secara khusus menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Sampah yang dilaksanakan di Apple Resort, Desa Adat Bedha, Desa Bongan, Tabanan, Sabtu (12/11/2022). Bimtek untuk mengatasi darurat sampah di Tabanan itu, dibuka langsung oleh Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan yang membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan menggandeng jajaran dari Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

Sebagai oleh-oleh, Made Urip yang biasa dikenal sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, juga menyerahkan bantuan secara simbolis 2 unit motor roda tiga kepada TPS3R Asli Winangun dan TPS3R Yayasan Bakti Ring Pertiwi, Desa Gubug, Tabanan. Sebagai penerima bantuan, Ketua KSM TPS3R Asli Winangun, I Made Wirata mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang selama ini telah banyak memberikan bantuan. “Bantuan yang diberikan Bapak Made Urip akan kami gunakan dengan baik untuk mengelola sampah,” katanya singkat. Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Tabanan, Ir. I Gusti Putu Ekayana, M.Si., mengakui Made Urip selalu mendukung sektor pertanian, termasuk lingkungan hidup dan kehutanan di Tabanan.
Salah satunya, melalui pelaksanaan Bimtek untuk memberikan pengetahuan dan wawasan tentang pengelolaan sampah yang dirasakan sangat luar biasa di tengah Tabanan darurat sampah. Dikatakan, meskipun sebagai daerah unggulan di sektor pertanian, namum jika Tabanan tidak didukung oleh kebersihan lingkungan akan sangat sulit diwujudkan. Untuk itu, melalui Bimtek ini, juga ditargetkan bisa mengangkat kinerja 43 TPS3R di Tabanan. Bahkan ke depan diharapkan 133 desa di Tabanan bisa ikut membangun dan mengoptimalkan TPS3R agar bisa bergerak bersama menuntaskan persoalan sampah. Apalagi sudah ada Pergub Bali No.47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber agar bisa berjalan, karena penerapannya sangat luar biasa.

“Kalau bisa nanti diterapkan mengelola sampah di masing-masing keluarga sesuai peruntukan akan ada nilai ekonomis, sehingga di tingkat desa akan bersih. Karena sampah adalah tanggungjawab bersama,” tandasnya. Di sisi lain, Kasubag TU Pengurangan Sampah, Arief Sumargi mewakili Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, juga mengakui permasalahan lingkungan ini sudah digodok secara global terutama persoalan darurat sampah. Untungnya di Bali ada program dan bantuan yang diinisiasi oleh Made Urip, seperti sarana dan prasarana pengelola sampah, termasuk motor roda tiga. Apalagi sampah ini bernilai ekonomis, karena bisa menjadi bisnis yang dibuat melalui sistem secara online dengan memanfaatkan teknologi. Misalnya di Tabanan sudah ada bank sampah yang hasilnya bisa dijadikan tabungan sebagai upaya pengurangan sampah.
“Karena masalah sampah ini sangat komplek dan TPA di Bali sampahnya kan sudah penuh, sehingga sampah berbasis sumber ini harus kita selesaikan, dan residunya baru kita bawa ke TPA,” paparnya. Sementara itu, Made Urip di sela-sela membuka kegiatan Bimtek menegaskan bimbingan teknis ini sebagai wujud kerja sama dengan KLHK, karena peserta dari TPS3R di Tabanan akan mendapat wawasan untuk mengelola dan menangani persoalaan sampah yang telah menjadi momok di seluruh dunia. Tapi ada negara seperti Jepang yang masyarakatnya sudah disiplin dan telah modern mengelola sampah, agar tidak menjadi bomerang nantinya akibat ekosistem telah rusak. “Karena kita tidak disiplin menangani sampah dengan membuang sembarangan. Sampah kan harus ditanggulangi bersama sesuai dengan kultur kita,” kata M-U, sembari menyebutkan Komisi IV DPR RI melalui KLHK juga sudah banyak mengambil kebijakan persoalan sampah dari hulu hingga hilir.

“Namun juga perlu sinergi pemerintah pusat dan kabupaten terutama anggarannya harus ada. Jangan sampai tidak ada anggaran di daerah,” sentil Anggota DPR RI terpilih dengan suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional yang akrab disapa M-U itu. Diharapkan nantinya, penanganan sampah di Tabanan harus lebih serius, terutama dari TPS3R dengan membangun kultur dan budaya kesadaran membuang sampah agar kebersihan menjadi yang paling utama diwujudkan. Hal ini juga dibahas di Mesir akibat perubahan iklim yang memicu bencana alam yang harus diwaspadai bersama ke depan. “Karena itu diharapkan agar Bimtek ini diikuti dengan baik untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang pengelolaan sampah,” pungkas M-U. ama/ksm






