Daerah

Kepala Samsat Badung Pimpin Sujud Bakti Purnama Jieste, Mohon Restu Niskala Dongkrak Penerimaan Pajak

Badung, PancarPOS | Kepala UPTD Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., MH., memimpin pelaksanaan sujud bakti purnama jieste ke Pura Luhur Muncak Sari, Sangketan, Penebel dan Pura Luhur Tamba Waras, Tabanan, pada Senin (12/5/2025). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 pemedek yang terdiri dari seluruh pegawai Samsat Badung beserta keluarga masing-masing.

Persembahyangan diawali dengan upacara di Pura Swagina Samsat Badung yang dipimpin langsung oleh Kepala Samsat Badung didampingi para kasi Samsat Badung. Doa dipanjatkan agar seluruh rombongan diberikan keselamatan (rahayu) selama perjalanan menuju pura, serta lancar dalam pelaksanaan yadnya.

Setibanya di Pura Luhur Muncak Sari dan Pura Luhur Tamba Waras, seluruh pemedek melaksanakan sujud bakti seraya memohon sinar suci, taksu agung, dan kerahajengan bersama bagi seluruh keluarga besar Samsat Badung. Di hadapan ida betara yang berstana di kedua pura tersebut, permohonan khusus dipanjatkan agar dengan kekuatan secara niskala, terwujud peningkatan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Badung. Hal ini diharapkan bisa mendukung peningkatan pendapatan daerah yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Kepala Samsat Badung, I Ketut Sadar, memimpin sujud bakti Purnama Jieste bersama 200 orang jajaran pegawai. (foto: ist)

Pada puncak persembahyangan, dilaksanakan prosesi mundut pica Ida Bhatara, berupa amerta padi, benang tridatu dan kekuluh. Pica ini kemudian dimundut (dibawa) oleh rombongan menuju Kantor Samsat Badung di Mengwi, sebagai simbolis restu dari ida betara agar segala pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lancar, penuh rahayu, dan selalu mendapat tuntunan niskala.

Kepala Samsat Badung, I Ketut Sadar, juga turut ngaturang punia sebagai wujud syukur dan bhakti, seraya memohon keselamatan dan kelancaran bagi seluruh pegawai, keluarga, serta masyarakat yang dilayani. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan rasa kekeluargaan di lingkungan kerja. “Kegiatan ini menjadi momentum kita untuk kusuk, kompak bersama, selalu penuh kekeluargaan, dan senantiasa memohon tuntunan agar pelayanan kita kepada masyarakat semakin lancar dan berkualitas,” ujarnya.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta melakukan megibung bersama di wantilan Pura Luhur Tamba Waras. Tradisi megibung ini tidak hanya mempererat persaudaraan antar sesama pegawai, namun juga menjadi simbol soliditas dalam mendukung tugas-tugas kedinasan.

Kepala Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., MH., saat bersama jajaran Samsat Badung. (foto: ama)

Melalui kegiatan sujud bakti ini, Kepala Samsat Badung berharap semangat spiritual dan kebersamaan dapat menjadi pondasi dalam meningkatkan kinerja, termasuk dalam upaya mendorong masyarakat untuk taat membayar pajak kendaraan bermotor sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Lebih lanjut, I Ketut Sadar menegaskan bahwa sujud bakti ini bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan bagian dari upaya menyelaraskan kekuatan sekala dan niskala dalam mendukung tugas-tugas pelayanan publik. “Kami meyakini, dengan memohon restu ida betara, segala urusan kedinasan maupun pelayanan di Samsat Badung akan lebih ringan, lancar, dan penuh berkah. Ini juga menjadi pengingat bagi kami untuk selalu menjaga hati, bekerja tulus, dan melayani masyarakat dengan sepenuh jiwa,” imbuhnya.

Ia juga berharap agar semangat yang dibangun dari kegiatan ini dapat terus berlanjut di lingkungan kantor, sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis, penuh semangat gotong royong, dan soliditas antarsesama pegawai. “Kebersamaan ini harus kita bawa kembali ke kantor, sebagai kekuatan untuk menghadapi tantangan-tantangan pelayanan ke depan, terutama dalam mencapai target penerimaan pajak daerah,” tegasnya.

Kepala Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., MH., saat bersama jajaran Samsat Badung. (foto: ama)

Dengan selesainya seluruh rangkaian persembahyangan dan megibung, rombongan Samsat Badung kembali dengan hati yang ringan dan semangat baru, membawa pica ida betara sebagai simbol tuntunan dalam setiap langkah pelayanan kepada masyarakat Badung. mas/ama

Back to top button