Ngurah Aryawan Kawal MBG di SMP Bintang Persada Denpasar, Sekolah Swasta Tak Lagi Jadi Penonton

Denpasar, PancarPOS | Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Partai Gerindra, Ketut Ngurah Aryawan, SH, menegaskan komitmennya mengawal penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Denpasar. Komitmen tersebut ditegaskan saat pelaksanaan perdana MBG di SMP Bintang Persada Denpasar, pada Senin (12/1/2026) yang menjadi salah satu sekolah swasta penerima program strategis nasional tersebut.
Ngurah Aryawan menilai kehadiran MBG di sekolah swasta merupakan bukti nyata bahwa negara benar-benar hadir untuk seluruh anak bangsa tanpa membedakan latar belakang sekolah, status ekonomi, maupun wilayah. Menurutnya, program ini bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ngurah Aryawan menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang menunjukkan keberanian, antusiasme, dan sikap positif dalam mengikuti program MBG. Ia menegaskan bahwa semangat anak-anak sekolah menjadi indikator penting bahwa program ini tepat sasaran dan dibutuhkan.
Ia juga memberikan penilaian khusus terhadap SMP Bintang Persada Denpasar yang dinilainya sebagai sekolah luar biasa dengan dedikasi pendidikan yang tinggi. Dukungan guru-guru profesional serta komitmen yayasan dalam menyukseskan program pemerintah dinilai menjadi faktor penting keberhasilan implementasi MBG di sekolah tersebut.
Menurut Ngurah Aryawan, pemenuhan gizi anak adalah fondasi utama dalam membangun generasi kuat dan berdaya saing. Ia mengaitkan langsung program MBG dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan lahirnya generasi unggul dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. “Kalau kita ingin generasi Indonesia kuat, cerdas, dan sehat, maka urusannya harus dimulai dari perut anak-anak. Gizi yang cukup adalah syarat mutlak pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, MBG juga menjadi solusi konkret dalam meringankan beban biaya pendidikan keluarga, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Dengan adanya jaminan makan bergizi di sekolah, orang tua tidak lagi sepenuhnya terbebani soal bekal anak setiap hari.
Ngurah Aryawan menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah pusat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, yayasan, orang tua, hingga komunitas lokal untuk terlibat aktif mengawal dan menyukseskan program tersebut.
Sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Denpasar, ia menegaskan akan terus mengawasi pelaksanaan MBG agar berjalan sesuai regulasi, tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan. Ia juga memastikan Fraksi Partai Gerindra di DPRD Denpasar berada di garis depan dalam mendukung kebijakan Presiden Prabowo untuk pemenuhan gizi anak. “Kami tidak ingin program ini hanya ramai di awal. MBG harus terus berjalan, merata, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh siswa,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMP Bintang Persada Denpasar, Luh Putu Rismana Dewi, M.Pd., mengaku sangat bersyukur dan antusias atas pelaksanaan perdana Program Makan Bergizi Gratis di sekolah yang dipimpinnya. Ia menyebut momen tersebut sebagai langkah awal yang sangat penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
“Ini pertama kalinya kami menandatangani dan menjalankan program MBG. Tentu kami sangat senang dan berharap program ini bisa berjalan lancar serta berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi memiliki pengaruh langsung terhadap kesiapan belajar siswa. Anak-anak dengan asupan gizi yang baik dinilai lebih fokus, lebih aktif, dan lebih siap menerima materi pelajaran di kelas.
Menurutnya, MBG sangat membantu siswa dari keluarga menengah ke bawah. Program ini memberikan rasa aman bagi anak-anak karena kebutuhan dasar mereka terpenuhi saat berada di sekolah.
Di SMP Bintang Persada Denpasar, sebanyak 750 siswa tercatat sebagai penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya dampak program terhadap lingkungan sekolah dan komunitas sekitarnya.
Pihak sekolah bersama Yayasan Lintang Persada menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MBG. Mereka menilai program ini sejalan dengan visi pendidikan yang holistik, yakni membangun kecerdasan intelektual sekaligus kesehatan fisik siswa.
Luh Putu Rismana Dewi juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Ketut Ngurah Aryawan yang telah memfasilitasi sekolah swasta, termasuk SMP Bintang Persada dan UFASA di wilayah Padangsambian, agar dapat mengakses program MBG. “Perhatian kepada sekolah swasta sangat berarti bagi kami. Program ini menunjukkan bahwa semua sekolah diperlakukan setara,” ujarnya.
Suara positif juga datang langsung dari para siswa. Ni Putu Jonsa Dewi Aryani Putri, siswi SMP Bintang Persada yang akrab disapa Jotisa, mengaku sangat senang dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis. “Senang sekali, bisa dapat makan bergizi dan juga bisa menghemat uang,” ujarnya polos.
Jotisa berharap program ini terus berlanjut, terutama untuk membantu siswa yang tidak sempat membawa bekal dari rumah agar tetap bisa makan dengan baik di sekolah.
Siswa lainnya, Eka Dagosa Putra, juga menyampaikan rasa syukur atas program MBG. Ia mengaku makanan yang diberikan sudah cukup dan memenuhi kebutuhannya. “Terima kasih kepada Pak Prabowo. Makanannya sudah cukup dan enak,” ujarnya singkat.
Respons jujur para siswa tersebut menjadi gambaran konkret bahwa MBG benar-benar menyentuh kebutuhan dasar anak-anak. Program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa diperhatikan dan dihargai oleh negara.
Ngurah Aryawan menegaskan bahwa keberhasilan MBG di Denpasar diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Bali. Dengan pengawasan yang ketat dan sinergi semua pihak, program ini diyakini mampu berjalan efektif dan berkelanjutan. “Ini bukan sekadar program pemerintah, ini adalah gerakan bersama untuk masa depan bangsa,” pungkasnya. ama/ksm/kel














