Urus Perut Rakyat, Made Urip Panen dan Tanam Bersama KWT Sekar Tunjung Lestari

Tabanan, PancarPOS | Masa pandemi Covid-19 yang belum juga ada yang tahu kapan akan berakhir, ternyata tidak menyurutkan semangat para kelompok tani untuk merebut peluang usaha. Hal itu, nampak jelas ketika Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip ikut terjun langsung memanen sekaligus menanam kembali bibit sayuran di Demplot Rumah Bibit Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Tunjung Pertiwi, Banjar Tua, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Sabtu (7/8/2021). Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, juga sempat panen bersama KWT Gunang Lestari di Banjar Pasekan Bedelodan, Desa Dajan Peken, Tabanan, Minggu (4/7/2021). Kegiatan panen dan tanam bersama untuk kedua kalinya ini, berkat bantuan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tahun 2021 yang diterima bersama 42 KWT lainnya di Tabanan yang telah diperjuangkan Made Urip melalui Kementerian Pertanian. Hasilnya berbagai varietas sayuran hortikultura unggulan, seperti cabe, pare, maupun buncis dan kacang panjang bisa dipetik dengan nilai dan mutu memuaskan, bersama Ketua PAC PDI Perjuangan Marga yang juga Ketua Komisi I DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan Putu Eka Putra Nurcahyadi beserta I Gede Oka Winaya, Koordinator BPP Marga I Wayan Sumadana, Perbekel Desa Tua I Wayan Budiarta Putra dan Kelian Adat Desa Tua I Nyoman Budiana bersama Babimsa, Kadus dan kaling serta tokoh desa setempat.

Menyadari sepak terjang dan perjuangan Made Urip yang telah terpilih lima periode sebagai Anggota DPR RI yang khusus mengurus perut rakyat, Ketua KWT Sekar Tunjung Pertiwi Ni Made Dian Pertiwi langsung mengucapkan terimakasih kepada Made Urip bersama wakil rakyat lainnya, termasuk Eka Nurcahyadi dan Gede Oka Winaya. Bantuan yang telah dirasakan bersama para ibu PKK ini sangat bermanfaat, karena bisa menambah penghasilan keluarga. “Kami saya berterimakasih atas bantuan Pak Urip bersama Pak Eka dan Pak Gede Oka. Bantuan ini telah kami buktikan dan nikmati hasilnya,” bebernya, seraya ditambahkan Kelian Adat Desa Tua I Nyoman Budiana yang juga menyampaikan terimakasih kepada Made Urip sebagai tokoh, sekaligus wakil rakyat di tingkat pusat yang telah sangat tulus membantu dan memberikan support kepada krama desa, khususnya KWT Sekar Tunjung Pertiwi. Bahkan bantuan ini sudah bisa menggerakan krama istri menaman dempot sayuran dan bibit hortikultura yang sangat positif di masa pandemi untuk bertahan hidup atau minimal bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya. “Kami sangat bersyukur ada Pak Made Urip yang bisa membantu krama ibu-ibu di desa. Ke depan kami harapkan juga ada pembinaan dari PPL secara berkelanjutan untuk penanaman di pekarangan rumah tangga yang masih banyak kosong, sehingga bisa mengurangi beban keuangan keluarga,” tandasnya. Di sisi lain, Perbekel Desa Tua, I Wayan Budiarta Putra mengucapkan terimakasih atas bantuan Made Urip yang diberikan kepada masyarakat Desa Tua, sehingga ke depan terus ada program berkelanjutan.

“Apapun bentuk bantuan Pak Urip agar ada yang bisa dikucurkan ke Desa Tua, karena sangat bermanfaat di masa pandemi untuk mengurangi beban masyarakat, sekaligus meningkatkan perekonimian di wilayah kami,” tegas Pan Nova sapaan akrabnya. Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Marga I Wayan Sumadana mengaku sangat bangga dengan perhatian Made Urip, karena di Kecamatan Marga telah dikucurkan dana untuk 5 paket program P2L yang disebar di Desa Payangan, Desa Baru, Desa Tua dan Desa Batan Nyuh serta Desa Petiga. “Bantuan ini telah dirasakan sangat bermanfaat, khususnya bagi para ibu yang keluarganya kena dampak pandemi Covid-19,” sebutnya. Mendengar hal itu, Made Urip mengaku merasa bersyukur bisa bertemu dengan “srikandi” petani di masa pandemi, sehingga bisa melihat langsung demplot dan pembibitan sayuran. Karena itu, Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang akrab disapa M-U ini, memberikan apresiasi dan penghargaan, karena sudah mengelola bantuan dengan baik untuk memperkuat kedaulatan pangan, terutama pangan rumah tangga di sub sektor pertanian hortikultura. Bantuan masing-masing senilai Rp50 juta tersebut bisa dikelola dan digunakan dengan baik di masa pandemi, karena di sektor pariwisata mengalami kelesuan yang sangat luar biasa. “Meskipun pertumbuhan ekonomi Bali sudah ada kenaikan sekitar 2 persen, namun kehidupan masyarakat di kota masih sangat terdampak dibandingkan dengan kita hidup di desa yang mengandalkan sektor pertanian,” beber politisi senior yang biasa dijuluki sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, sembari mengaku akan terus membantu para petani dan krama subak hingga akhir periode tahun 2024, karena masih banyak program yang bisa diakses dan dibantu ke seluruh lapisan masyarakat.

“Karena itu, bantuan ini agar terus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk semua pekarangan. Walaupun sedikit jangan ada lahan tidur dan terbelangkai sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan, karena produknya bisa dijual atau untuk konsumsi rumah tangga. Jika ada sodara atau tetangga kita yang Isoman, ini juga bisa diberikan sebagai bantuan sayuran. Karena sampai sekarang kita belum tahu kapan pandemi ini akan betakhir, maka protokol kesehatan harus terus dilaksanakan dengan ketat. Selain itu, semua harus sadar divaksin untuk mempercepat pencapaian kekebalan bersama,” tutup M-U. ama/ksm









