Bank Indonesia Optimis Pariwisata dan Ekonomi Bali Tumbuh Membaik

Badung, PancarPOS | Melalui potensi pariwisata yang berkembang signifikan, wilayah di Nusa Dua, Bali Selatan, menjadi titik lokasi MICE atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition, yang terkemuka di Asia. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho memandang kawasan Nusa Dua juga dikenal memiliki resort dengan fasilitas mewah, hingga pantai yang masih alami. Wilayah Nusa Dua, dominan menjadi pilihan para korporasi sebagai tempat rapat dan pertemuan internasional.
“Jadi Nusa Dua adalah salah satu MICE terbaik di Asia, sekaligus tempat bisnis terbaik di Asia. Mana ada habis meeting di Nusa Dua, lalu Hari Sabtu-Minggu jalan-jalan ke Penglipuran, lalu ke Uluwatu dan daerah lainnya. Maka MICE terbaik di Asia, saya yakin di Nusa Dua, Bali,” tegasnya, Kamis (27/4/2023). Oleh sebab itu, Trisno menekankan dengan adanya MICE di Bali akan mendorong pariwisata menjadi berkualitas, terutama dipandang dari segi pelayanan dan juga individu wisatawan yang berkunjung ke Bali.

“Kalau dari segi pelayanan (service) tentu harus memberi layanan yang terbaik, harus bersih, makanan organik dan semacamnya. Sedangkan, untuk wisatawannya dari kualitas individu yang berkunjung,” kata pria kelahiran Cilacap Tahun 1965 ini. Trisno mantan Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta (2018-2019) ini turut berharap perkembangan pasca pandemi Covid-19, pariwisata Bali akan tumbuh lebih baik lagi. Namun begitu, wisatawan yang datang kembali ditekankan harus mentaati aturan dan menghormati kultur adat budaya di Bali.

“Sejak dibuka (pariwisata Bali) oleh Pak Gubernur Bali Wayan Koster, pada 7 Maret 2022 meningkat jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) per hari seperti ‘detak jantung’. Sebab, sangat sensitif sekali antara perkembangan Wisman dan Wisnus. Mengakselerasi dan kita bersyukur KTT G20 kemarin cukup banyak menghadirkan tamu dengan berbagai event di Bali. Wisman ke Bali per hari rata-rata 14.000, pada bulan Maret 2023 lalu mencapai 13.000 dan saya berharap pada Mei 2023 ini mencapai 15.000, dan seterusnya,” beber alumni S1 di bidang Manajemen Universitas Diponegoro pada Tahun 1990 dan alumni S2 di bidang Bisnis dan Keuangan dari Birmingham University pada Tahun 1998 ini. ewa/ama/ksm









