Politik dan Sosial Budaya

Hadapi Krisis Pangan, Made Urip Tingkatkan Kapasitas Petani dan Penyuluh di Karangasem


Karangasem, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., terus berupaya mengangkat kualitas dan SDM petani dan penyuluh pertanian di seluruh Bali. Setelah Kabupaten Tabanan, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, kembali Turba untuk menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh di Kabupaten Karangasem. Bimtek kali ini menggandeng Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang Badan Penyuluh Pengembangan SDM Pertanian yang dilaksanakan di Taman Ujung, Karangasem, pada Sabtu (8/4/2023).

1bl#ik-012.22/3/2023

Kedatangan Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, didampingi Dr. Ugik Romadi, SST., M.Si., selaku Koordinator Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Polbangtan Malang yang mewakili Direktur Polbangtam Malang yang dihadiri langsung Bupati Karangasem, I Gede Dana. Pada kesempatan itu, juga hadir Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, beserta ratusan petani dan penyuluh pertanian di Karangasem sebagai peserta Bimtek yang menjadi wilayah Polbangtan Malang.

1bl#ik-013.21/3/2023

Salah satu Penyuluh Kecamatan Manggis, Anas Rizki Bachtiar mengucapkan terima kasih kepada Made Urip ini, karena terus hadir memberikan berbagai Bimtek yang sangat bermafaat bagi petani, terutama penyuluh. Karena itu, diharapkan kegiatan Bimtek seperti ini bisa terus berlanjut ke depan. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Made Urip bersama Polbangtan Malang yang telah memberi materi yang bermanfaat bagi penyuluh dan petani di Karangasem,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Gede Dana selaku tuan rumah menyambut kahadiran Made Urip bersama Polbangtam Malang yang telah datang jauh-jauh ke Bumi Lahar untuk menggelar Bimtek guna meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh.

1bl#ik-012.20/3/2023

Dikatakan, petani dan penyuluh sangat bersemangat dan serius mengikuti kegiatan Bimtek. Apalagi kondisi pertanian di Karangasem masih banyak yang belum digarap dengan baik. Hal itu disebabkan oleh sebagian besar generasi muda yang malah memilih merantau, sehingga masih banyak lahan yang tidak digarap dan tidak dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Selain itu, juga diakibatkan oleh serangan berbagai hama dan penyakit di Karangasem. Diharapkan persoalan tersebut menjadi perhatian para petani dan penyuluh, karena pertanian dalam arti luas ini, telah menjadi sektor unggulan di Karangasem.

1bl#ik-001.14/3/2023

Di samping itu, juga persoalan pupuk organik guna mengurangi penggunaan pupuk kimia, agar tidak semuanya serba instan. Sedangkan di hilir agar pemerintah bisa memasarkan hasil pertanian dan perkebunan, maupun perikanan termasuk perternakan yang masih perlu dimaksimalkan. “Kami sangat ingin menampung hasil petani dan nelayan untuk mencukupi pangan, sekaligus menghadapi ancaman krisis pangan dunia. Ke depan agar tidak ada yang malu menjadi petani, sehingga kami bersyukur ada Pak Made Urip yang hadir untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh di Karangasem,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem ini.

1bl#ik-001.18/3/2023

Selaku Koordinator Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Polbangtan Malang, Ugik Romadi mewakili Direktur Polbangtam Malang mengakui pelaksanaan 5 kegiatan Bimtek di Bali ini semuanya berkat dukungan penuh Made Urip. Apalagi disadari saat ini, jumlah petani dan penyuluh pertanian semakin menurun baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya termasuk di Bali. Padahal penyuluh yang menjadi ujung tombak sektor pertanian, namun jumlahnya hanya sekitar 31 ribu dan akan terus menyusut akibat sebagian besar akan pensiun. Sedangkan dari sisi petani juga sama, baik dari sisi kuantitas dan kualitasnya juga terus berkurang.

1bl#ik-008.19/3/2023

Dikatakan saat ini hanya ada sekitar 34 juta petani atau 8 persen dari penduduk Indonesia. Dari jumlah petani tersebut hanya 12 persen generasi muda atau milenial yang mau menggeluti pertanian. Karena itu, Bimtek yang digenjot dan terus didukung oleh Made Urip ini, juga untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas petani dan penyuluh setiap tahunnya. “Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Bapak Made Urip, karena selalu hadir untuk mendukung kegiatan Bimtek ini,” bebernya. Di sela-sela membuka Bimtek, Made Urip menyampaikan Gede Dana sebagai Bupati Karangasem yang sangat merakyat tersebut, telah memprioritas pembangunan di sektor pertanian.

1bl#ik-004.18/3/2023

“Ini sangat luar biasa untuk menjaga ketahanan pangan di Karangasem,” tandas M-U, seraya mengakui menggelar Bimtek sebagai kerja sama dengan Kementerian Pertanian. Tujuan Bimtek untuk menambah wawasan dan kapasitas petani dan penyuluh yang akan dilaksanakan secara terus menerus setiap tahunnya untuk mengembangkan sektor pertanian agar semakin maju, mandiri dan modern. Apalagi potensi pertanian di Karangasem masih sangat luar biasa, meskipun mendapat banyak tantangan yang harus digarap bersama. Perlu diketahui selama hampir 3 tahun pandemi Covid-19 pertumbuhan dan perekonomi Bali terjun bebas, akibat sektor pariwisata terpuruk.

1bl#ik-002.14/3/2023

Namun untungnya masih ada sektor pertanian yang masih kuat, akibat adanya subak abian dan subak basah yang masih dijaga dan dilestarikan dengan baik. “Makanya saya memberi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Karangasem yang telah menempatkan pertanian ini menjadi sektor prioritas,” ujar Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu. Sayangnya saat ini, jumlah petani khususnya penyuluh pertanian atau PPL yang menjadi ujung tombak memberikan informasi pertanian malah terus menyusut. Apalagi sudah ada peringatan dari Badan Pangan Dunia atau FAO sudah memberikan peringatan tentang ancaman krisis pangan dunia.

1bl#ik-011.20/3/2023

Untuk itulah, M-U berharap agar Bimtek diikuti dengan baik dari awal hingga berakhir. “Saya juga akan terus membantu akses bantuan dan program dari Pemerintah Pusat, terutama dari APBN, sehingga ke depan kita tidak lagi melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik kita,” pungkas M-U. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button