Daerah

Aksi Nyata Samsat Badung, Pungut Sampah Plastik di Tiga Pasar Tradisional


Badung, PancarPOS | Puluhan pegawai Samsat Badung turun langsung ke tiga pasar di wilayah Kecamatan Mengwi untuk memungut sampah plastik sebagai bentuk aksi nyata mendukung Peraturan Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Kegiatan ini berlangsung Sabtu (7/6/2025), dipimpin langsung oleh Kepala Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., MH.

Dengan mengenakan sarung tangan dan membawa karung, lebih dari 85 pegawai bersama masyarakat dan aparat desa membersihkan lingkungan Pasar Tengah, Pasar PD Pasar Badung Kapal, dan Pasar Yadnya milik Desa Adat Kapal. Selain pegawai Samsat, kegiatan ini juga melibatkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), lembaga adat, komunitas lingkungan, hingga pemerhati lingkungan.

Kepala UPT Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., secara simbolis meluncurkan layanan Samsat Gelis Drive Thru dengan sistem pembayaran non tunai berbasis QRIS Bank BPD Bali, Senin (2/6/2025) di Kantor Samsat Mengwi, Badung. (foto: ama)

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program prioritas Pemerintah Provinsi Bali dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar I Ketut Sadar. Ia menambahkan bahwa Samsat tidak hanya berkutat pada pelayanan pajak, tetapi juga menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan dan membangun kesadaran publik.

Aksi bersih-bersih ini juga disertai dengan layanan Samsat Keliling dan penyerahan bantuan sembako kepada 25 petugas kebersihan dari Desa Kapal. Bantuan berupa beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya diserahkan sebagai apresiasi atas dedikasi mereka menjaga lingkungan.

“Ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tapi juga bentuk edukasi agar masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan mengurangi sampah plastik,” tegasnya.

Kepala Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., MH., saat bersama jajaran Samsat Badung. (foto: ama)

Tak hanya itu, Samsat Badung juga menyerahkan bibit pohon langka dan pohon produktif ke masing-masing banjar di wilayah Desa Kapal. Pohon-pohon ini diharapkan dapat digunakan dalam upacara adat dan memperkuat pelestarian tanaman lokal khas Bali.

Camat Mengwi, I Nyoman Suhartana, SSTP., MM., yang turut hadir dalam kegiatan ini menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan Samsat Badung. “Penanggulangan sampah tidak bisa dilakukan sendiri. Ini membutuhkan kolaborasi kuat antar instansi dan masyarakat. Aksi ini adalah bukti bahwa kolaborasi itu memungkinkan dan harus terus diperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Yadnya Desa Adat Kapal, Made Suwandi, mengungkapkan antusiasmenya terhadap aksi bersih ini. “Saya sangat berterima kasih kepada Samsat Badung. Ini kegiatan yang sangat positif, dan kami siap melanjutkan dengan mengedukasi para pedagang soal pemilahan sampah,” katanya.

Senada dengan itu, Bendesa Adat Kapal, I Made Aryata, menyebut bahwa kegiatan dari Samsat Badung sangat luar biasa. Menurutnya, banjar-banjar di wilayah Desa Kapal juga turut membersihkan lingkungan masing-masing dan menerima bantuan bibit pohon produktif.

Kepala UPT Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., MH yang akrab dipanggil Jro Gede Pacung, bersama wajib pajak. (foto: ama)

Kegiatan bersih-bersih ini menyentuh tiga titik pasar, yakni Pasar Tegeh, Pasar PD Pasar Badung Kapal, dan Pasar Yadnya Desa Adat Kapal. Pemerintah Kecamatan Mengwi berharap aksi ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengelola sampah secara berkelanjutan dan inovatif. tra/ama


Back to top button