Adi Wiryatama Ajak Generasi Muda Banjar Tegeh Perkuat Daya Tangkal Kebangsaan Lewat Empat Pilar

Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Adi Wiryatama, menegaskan pentingnya penguatan pemahaman Empat Pilar Kebangsaan secara berkelanjutan di kalangan generasi muda. Penegasan tersebut disampaikan saat bertatap muka dengan ratusan pemuda-pemudi Dwi Darma Tunggal Banjar Tegeh, Desa Angseri, pada Jumat (6/2/2026).
Di hadapan ratusan generasi muda yang hadir, Nyoman Adi Wiryatama menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus terus digelorakan agar generasi muda memiliki daya tangkal kebangsaan yang kokoh. Hal ini dinilai penting mengingat derasnya arus pengaruh ideologi asing yang kini dengan mudah masuk melalui media sosial dan ruang digital.
Menurutnya, penguatan ideologi kebangsaan tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi harus ditanamkan secara konsisten sejak usia muda. Generasi muda, kata dia, menjadi kelompok paling rentan terhadap infiltrasi paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan apabila tidak dibekali pemahaman ideologis yang kuat.
Nyoman Adi Wiryatama juga menegaskan bahwa sejatinya nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat Bali. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, telah lama dipraktikkan oleh leluhur Bali jauh sebelum Indonesia merdeka.
Ia mencontohkan nilai Pancasila, khususnya sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, yang hingga kini tercermin kuat dalam kehidupan masyarakat Bali. Hampir setiap hari, masyarakat Bali melaksanakan upacara keagamaan sebagai wujud bhakti dan pengamalan nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya itu, nilai persatuan dalam keberagaman yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika juga telah diterapkan di Bali sejak berabad-abad lalu. Nyoman Adi Wiryatama mengingatkan bahwa pada abad ke-16, Empu Kuturan telah mencetuskan konsep Tri Murti dalam pertemuan Samuan Tiga di Bali. Konsep tersebut mengajarkan kesetaraan hak dan kewajiban seluruh masyarakat Bali tanpa memandang kasta, khususnya dalam konteks pemujaan di Kahyangan Tiga.
“Di Kahyangan Tiga, tidak ada perbedaan kasta. Semua memiliki hak dan kewajiban yang sama. Ini adalah praktik nyata nilai persatuan dan kesetaraan yang sejalan dengan semangat Empat Pilar Kebangsaan,” ujar politisi senior yang sempat menjabat Bupati Tabanan dua periode ini.
Ia berharap, nilai-nilai luhur tersebut terus dipahami dan diamalkan oleh generasi muda Bali dalam kehidupan sosial sehari-hari. Menurutnya, jika masyarakat di tingkat daerah mampu hidup rukun dan bersatu, maka kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan semakin kokoh. “Persatuan dimulai dari desa, dari banjar, dari generasi mudanya. Jika daerah kuat dan rukun, Indonesia akan berdiri semakin tegak,” tegas Adi Wiryatama.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh antusiasme, dengan para pemuda Banjar Tegeh menyambut positif pesan kebangsaan yang disampaikan. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam menjaga jati diri, persatuan, dan keutuhan bangsa di tengah tantangan zaman. ama/ksm








