Olahraga dan Pendidikan

FIB Unud dan Nanzan University Gelar International Student Seminar


Denpasar, PancarPOS | Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana bekerja sama dengan Nanzan University, Jepang menyelenggarakan seminar internasional antar mahasiswa yang berlangsung di Ruang Soekarno, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Hadir pada seminar internasional tersebut  yakni Dekan Fakultas Studi Liberal Global Universitas Nanzan, Prof. Dr. Mikihiro Moriyama, sekaligus sebagai pembicara kunci, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M. Hum., Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M. Litt., mahasiswa Nanzan University, mahasiswa Universitas Udayana, serta para dosen dan kaprodi di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.

Prof. Dr. Mikihiro Moriyama dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan rasa senangnya karena dapat diterima di Universitas Udayana. Moriyama juga menyampaikan bahwa acara ini dapat memberi pengalaman yang sangat bagus bagi para mahasiswa dari Nanzan University dan dapat memberi kesan yang mendalam bagi para mahasiswa baik Universitas Udayana maupun Universitas Nanzan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Sri Satyawati, S.S., M. Hum. dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini dapat terlaksana karena dukungan semua pihak yang terlibat dan motivasi serta semangat dari seluruh mahasiswa dalam mempersiapkan presentasinya untuk hari ini. Ia juga mengharapkan nantinya hasil dari seminar ini dapat memberi manfaat yang berkelanjutan baik bagi mahasiswa Universitas Udayana maupun Universitas Nanzan.

Seminar internasional ini merangkul 22 orang mahasiswa dari Universitas Udayana dan Universitas Nanzan dengan mengambil tema “Cross Cultural Understanding: Contemporary Reflections on Blinese and Japanese Cultures” dengan total 14 judul presentasi yang dibawakan mulai dari “Sexual Minorities in Japanese Society” oleh Mayu Kinoshita; “Lookism and its Problems in Japan” oleh Mana Fujishiro; “The Folklore of  “Karang Memadu” Customary Sanction System as Cultural Value to Prevent Polygamous Marriages in Panglipuran Traditional Village, Bangli, Bali” oleh Putu Sri Patekawati dan I Komang Vio Vandi, dan judul-judul lainnya.

Sumber: www.unud.ac.id



MinungNews.ID

Saluran Google News PancarPOS.com

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



Back to top button