Abrasi Hampir 1 Kilometer di Pantai Sidakarya, Gubernur Koster Gerak Cepat Siapkan Penanganan

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali, Wayan Koster memastikan penanganan abrasi di kawasan Pantai Sidakarya, Kota Denpasar segera dilakukan setelah menerima laporan langsung dari Prajuru Desa Adat Sidakarya terkait kondisi abrasi yang semakin mengkhawatirkan.
Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima informasi dari Prajuru Desa Adat Sidakarya pada Kamis (Wraspati Pon, Wayang), 12 Maret 2026, di Kantor Gubernur Bali, Denpasar.
Dalam pertemuan tersebut, Prajuru Desa Adat Sidakarya melaporkan bahwa abrasi yang terjadi di sepanjang Pantai Sidakarya telah mencapai hampir satu kilometer dan terus menggerus garis pantai. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak serius terhadap kawasan pesisir, lingkungan, serta aktivitas masyarakat yang menggantungkan kehidupan di wilayah tersebut.
Menanggapi laporan itu, Gubernur Wayan Koster langsung menegaskan bahwa pemerintah provinsi Bali tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman kerusakan pesisir tersebut.
“Kita tidak boleh membiarkan abrasi ini terus berlangsung tanpa penanganan. Pantai Sidakarya memiliki peran penting bagi lingkungan pesisir dan masyarakat setempat, sehingga harus segera ditangani dengan langkah yang tepat,” tegas Gubernur Wayan Koster, saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/3/2026).
Sebagai langkah awal, Koster menyatakan akan segera memanggil Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali–Penida bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali guna mematangkan rencana penanganan abrasi di kawasan Pantai Sidakarya.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi sangat penting agar penanganan abrasi tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar menjadi solusi jangka panjang yang mampu melindungi garis pantai dari kerusakan lebih lanjut.
“Kita akan panggil BWS Bali–Penida dan Dinas PUPR Provinsi Bali untuk membahas secara teknis penanganan abrasi ini. Harus dirancang dengan matang agar penanganannya efektif dan berkelanjutan,” ujar Koster.
Abrasi yang terjadi di Pantai Sidakarya dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi perhatian masyarakat setempat. Gelombang laut yang semakin kuat ditambah perubahan dinamika arus menyebabkan garis pantai terus terkikis.
Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengancam kawasan permukiman, fasilitas masyarakat, serta ekosistem pesisir yang memiliki peran penting bagi keseimbangan lingkungan.
Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa pemerintah provinsi Bali memiliki komitmen kuat untuk menjaga kelestarian wilayah pesisir sebagai bagian dari upaya melindungi alam Bali secara menyeluruh.
Penanganan abrasi, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan perlindungan wilayah daratan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem laut dan pesisir Bali yang menjadi salah satu kekayaan alam Pulau Dewata.
“Pantai di Bali harus kita jaga bersama. Penanganan abrasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga alam Bali agar tetap lestari dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Koster.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi Bali akan memastikan langkah penanganan dilakukan secara cepat namun tetap memperhatikan aspek teknis, lingkungan, dan keberlanjutan.
Dengan langkah koordinasi yang segera dilakukan bersama BWS Bali–Penida dan Dinas PUPR Provinsi Bali, diharapkan penanganan abrasi di Pantai Sidakarya dapat segera direalisasikan sehingga kerusakan pesisir tidak semakin meluas.
Pemerintah provinsi Bali juga berharap keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat, dalam menjaga kawasan pesisir agar tetap terawat dan terlindungi dari ancaman kerusakan lingkungan di masa depan. mas/ama/*









