Daerah

Bupati Giri Prasta Tuntaskan Polemik, Sepakat Cabut Tapal Batas Desa Adat



Badung, PancarPOS | Terkait munculnya polemik tapal batas wilayah antara Desa Adat Seseh dengan 3 desa adat lainnya yaitu Cemagi, Sogsogan dan Mengening, Sabtu (4/1/2020) pagi, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Kapolres Badung AKBP Roby Setiadi SIK didampingi Anggota DPRD Badung I Wayan Edy Sanjaya, Pimpinan OPD terkait, perwakilan camat Mengwi, Perbekel Cemagi, prajuru serta tokoh masyarakat dari masing-masing desa adat yang berpolemik. Melakukan pencabutan plang tapal batas wilayah antara Desa Adat Seseh dan Desa Adat Sogsogan, Cemagi dan Mengening.

1bl-bn#5/1/2020

Langkah cepat ini diambil sebagai tindak lanjut atas hasil mediasi yang dilaksanakan di rumah jabatan Bupati Badung pada hari sebelumnya.mediasi dipimpin langsung oleh Bupati Giri Prasta yang mempertemukan prajuru adat dan tokoh masyarakat dari desa adat seseh dengan Desa Adat Sogsogan, Cemagi dan Mengening. Mediasi berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang mana pada akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk mencabut plang tapal batas di daerah perbatasan yang selama ini berpolemik serta berkomitmen untuk saling menjaga kondusifitas dan kedamaian di wilayah kedua belah pihak.

Baca juga | Kadis Sosial P3A Bali Serahkan Bantuan 250 Anak Miskin di Desa Peninjoan

Pencabutan plang tapal batas wilayah ini merupakan tahap awal yang dilakukan oleh Pemkab Badung dalam meminimalisir potensi terjadinya konflik horizontal antar warga desa adat. Bupati beserta jajaran terkait akan segera menyusun formulasi yang sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku, sehingga Pemkab Badung bisa mengambil langkah konkrit dan strategis guna memberikan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

1bl-bn#5/1/2020

Disela acara tersebut Bupati Giri Prasta juga mengingatkan polemik batas wilayah adat bisa berpotensi muncul dimana saja, oleh karena itu prajuru adat maupun tokoh masyarakat diminta cermat dan aktif melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar potensi munculnya konflik bisa segera diatasi dengan mencari solusi bersama yang didasari semangat musyawarah serta mengedepankan rasa persatuan dan kekeluargaan.

Baca juga | Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Bali Apel Siaga Bencana

“Kita harus meninggalkan legacy untuk anak cucu kita, bukan mewarisi mereka dengan polemik yang berkepanjangan. Kami selaku pemerintah daerah sudah melaksanakan kewajiban dalam hal pemenuhan hak dan kebutuhan dasar masyarakat, karenanya kami ingin masyarakat bisa berkonsentrasi pada hal hal yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas di segala aspek bukan malah terjebak dan menguras energi untuk hal yang kontra produktif” ujar Giri Prasta.

1mg-bn#5/2/2020

Ditegaskan pula olehnya sebagai seorang pemimpin dia akan selalu hadir di tengah masyarakat serta menjalin sinergitas yang erat dengan aparat keamanan guna mewujudkan kedamaian keamanan dan kenyamanan di segala lapisan dan kelompok masyarakat yang ada di kabupaten Badung. Masyarakat diminta jangan membenturkan hukum adat dengan hukum nasional, harus mengutamakan persatuan demi kedamaian wilayah desa adat setempat, mengingat desa adat seseh sogsogan, cemagi dan mengening merupakan daerah yang sedang berkembang di industri pariwisata. Dan untuk mensupport itu semua Bupati menetapkan sekala prioritas dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp85 miliar untuk menata wajah pantai sepanjang Seseh sampai Mengening. Sebagai komitmen nyata Pemkab Badung ingin menjadikan masyarakat lokal sebagai tuan rumah dalam pengelola industri pariwisata yang ada di wilayah masing-masing. mas/ama

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close