Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Gelontor 20 Ekor Sapi Betina Produktif di Pecatu, Tidak Datang Semata-mata Mencari Suara


Badung, PancarPOS | Kunjungan kerja Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., diawali dengan penyerahan bantuan sapi betina produktif untuk Kelompok Ternak Sapi Landuh Subakti di Banjar Dinas Buana Sari, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Jumat (25/3/2022). Bantuan aspirasi tersebut diserahkan bersama Kepala Badan Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar, Muhamad Imron beserta Anggota DPRD Badung dari Fraksi PDI Perjuangan, I Made Sumerta, SH., dan Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijaya, disaksikan Perbekel dan Prajuru Adat Desa Adat dan Dinas Desa Pecatu serta perwakilan 10 Kelian Subak Abian se-Desa Pecatu.

1th#ik-18/1/2022

Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang biasa dikenal Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, menyerahkan bantuan 20 ekor sapi betina produktif yang diterima secara langsung oleh Ketua Kelompok Ternak Landuh Subakti, I Wayan Sudiana. Pihaknya mengungkapkan 24 anggota kelompoknya telah menerima bantuan aspirasi tersebut, sehingga menyatakan sikap untuk terus mendukung Made Urip di masa mendatang. “Kami sangat berterimakasih kepada Pak Made Urip, dan akan kami rawat bantuan ini dengan baik dan penuh cinta. Dan ke depan kami berharap bisa kembali mendapat bantuan bibit sapi untuk anggota lainnya,” paparnya, seraya menyebutkan Made Urip sebagai wakil rakyat kecil yang sangat berjiwa sosial, karena selalu merespon dan memperhatikan kelompok ternak di masa depan. “Kami akan terus memohon bantuan lainnya, khususnya untuk mengembangkan kelompok ternak sapi ini,” tutupnya.

1th#ik-25/2/2022

Di sisi lain, Made Sumerta yang juga sebagai Bendesa Adat Pecatu menegaskan Made Urip yang baru menjabat 5 periode sebagai Anggota DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, sudah berkenan hadir menyerahkan bantuan sapi betina produktif di Desa Pecatu. Apalagi di masa pendemi trend memelihara sapi di Desa Pecatu juga terus meningkat, bahkan banyak warga yang bisa memelihara sapi sampai 50 ekor. Karena itu, pihaknya berharap lahan kosong di Desa Pecatu juga bisa dimanfaatkan dengan baik untuk memelihara ternak sapi ke depan. “Pemeliharaan sapi di Pecatu sangat luar biasa dan sangat diminati oleh warga,” sebut Bombom sapaan akrabnya, sekaligus mengungkapkan pengadaan sapi di Pecatu sangat dikuasai oleh pengusaha sapi dari luar Bali.

2bl#ik-17/2/2022

Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Wayan Wijaya merasa sangat bersyukur dapat bertemu langsung dengan Made Urip yang kembali menurunkan bantuan sapi betina produktif dari tingkat pusat. Selain itu, juga mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang telah memperhatikan kebutuhan petani dan peternak tidak saja di Badung, namun ke seluruh Bali, baik berupa bantuan dari bibit pertanian dan ternak, ataupun alat dan mesin pertanian, sampai jalan subak, sehingga sangat wajar sampai terpilih lima periode sebagai Anggota DPR RI. “Kami sangat berterimakasih, karena dari sekian banyak kelompok ternak, namun kelompok ini yang bisa mendapat bantuan dari Bapak Made Urip. Karena itu harus dirawat dan dijaga dengan baik, dan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kita,” tegasnya. Disadari selama pariwisata berkembang sangat banyak lahan pertanian, khususnya di Kuta Selatan sudah lama ditinggalkan. Namun uniknya sampai sekarang populasi sapi, terutama di Kuta Selatan sangat tinggi dengan adaptasi yang sangat luar biasa.

4bl#ik-17/2/2022

Sementara itu, Kepala BPTU-HPT Denpasar, Muhamad Imron mengakui Made Urip akhirnya bisa memenuhi janjinya untuk memberikan bantuan sapi betina produktif, karena sebenarnya sudah dialoiasikan dari tahun 2021 lalu. “Jadi saya sudah keluarkan perintah jangan sampai gagal bantuan sapi betina produktif ini. Terlepas proses yang panjang, akhirnya Pak Made Urip bisa memenuhi janjinya untuk menyerahkan bantuan sapi ini,” bebernya, sehingga meminta maaf jika dirasakan ada kekurangan dari 24 anggota kelompok hanya mendapat bantuan 20 ekor sapi, karena konsepnya bantuan untuk kelompok ternak dengan sapi bunting produktif. “Karena itu sapi ini harus terus dikawal, sehingga bisa berkembang untuk semua anggota kelompok,” tandasnya.

1bl#ik-21/7/2021

Sesaat menyerahan bantuan tersebut, Made Urip mengucapkan terima kasih sudah dibukakan pintu untuk bertemu dan bertatap muka, sekaligus menyerahkan oleh-oleh bantuan dari pemerintah pusat. “Saya datang bukan semata-mata mencari suara, tapi hanya ingin membantu masyarakat sesuai dengan komitmen PDI Perjuangan,” ucap Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang akrab disapa M-U ini, sembari menekankan ke depan akan terus mendorong dan mengembangkan sinergitas sektor pertanian dengan pariwisata di Bali. Karena itu, potensi ini harus dikembangkan bersama ke depan terutama melalui bantuan dan program yang akan dijembatani untuk kepentingan petani, sekaligus menggerakan ekonomi di pedesaan. “Jika ada usulan lainnya silahkan diajukan, karena banyak bantuan dan program yang bisa kita perjuangkan. Karena itu kerjasama yang baik ini harus terus dijaga ke depannya,” ujar M-U. nantama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button