Daerah

PPKM Diperpanjang, Satpol PP Bali Terapkan Pendekatan Humanis


Denpasar, PancarPOS | Diperpanjang masa PPKM Level IV dari 3 hingga 9 Agustus 2021, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi siap bekerja keras untuk mengawal penanggulangan pandemi Covid-19. Birokrat asal Nusa Penida, Klungkung itu, juga menegaskan dalam penertiban PPKM tersebut, pihaknya tetap menerapkan sistem pendekatan dengan humanis dan persuasif. Pasalnya, banyaknya masyarakat yang terdampak, sehingga selalu aparat tidak ingin memberatkan warga Bali. Namun dalam hal tertentu juga tetap menerapkan aturan secara tegas kepada para pengusaha yang membandel atau masyarakat bengkung yang mengabaikan aturan prokes.

1bl#ik-2/8/2021

Dikatakan Dewa Rai sapaan akrab penghobi olah raga menembak ini, dari segi penindakan kepada para pelanggar pihaknya memakai sistem tahapan, teguran, tertulis dan ketika tetap membandel sudah pasti kena tindakan tegas, khususnya bagi pengusaha yang membandel dikenakan denda Rp1 juta. Sementara itu, jika ada masyarakat melanggar Prokes bisa dikenakan denda Rp100 ribu. “Kita berikan sanksi sebagai bentuk efek jera, sekaligus juga sebagai bentuk kerjasama dalam pola kesehatan di sekitar tempat tinggal,” tegasnya saat dihubungi PancarPOS.com, Selasa (3/8/2021), seraya menegaskan melalui perpanjangan masa PPKM dengan sistem penyekatan yang diterapkan secara humanis itu, diharapkan perekonomian Bali bisa tetap tumbuh.

1bl#ik-21/7/2021

Pihaknya juga memberikan bantuan Sembako yang disebar ke seluruh masyarakat Bali dengan menggalang dana dari rekan-rekan Sat Pol PP. “Gerakan kita membagikan Sembako kepada masyarakat Bali yang terdampak dan meringankan beban mereka, dan setiap bingkisan yang kita berikan di dalamnya kita sisipkan juga sosialisasi Prokes,” tandas Dewa Rai yang mengakui, selama pelaksaan PPKM memang tetap terjadi peningkatan angka Covid-19 di Bali. Menurutnya hal itu akibat adanya tracing (proses pelacakan dari identifikasi). Sebab, pihaknya menemukan banyaknya warga luar Bali yang beraktifitas tinggi di Bali banyak yang belum divaksin.

1bl#bn-20/7/2021

“Kita lihat kondisi sekarang banyak orang non KTP Bali yang melakukan vaksin, dan kita pun membuat aturan setiap mereka melakukan perjalanan dalam negeri harus bisa menunjukan sertifikat vaksin, dan kita wajib melakukan pengujian test rapid untuk mereka,” pungkasnya tra/ama

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close