Daerah

Gubernur Koster Amankan IBTK 2026, Dipantau CCTV dan Dijaga Ratusan Personel

Karangasem, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster bergerak total tanpa kompromi dalam memastikan pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di kawasan suci Pura Agung Besakih, Karangasem, berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Sebanyak 545 personel gabungan dikerahkan penuh, diperkuat dengan pengamanan berlapis serta dukungan teknologi digital berbasis pemantauan real-time.

Komitmen all out ini ditegaskan langsung Koster saat memimpin rapat persiapan akhir di Wyata Graha Besakih, Selasa (31/3/2026). Dalam arahannya, ia menegaskan tidak boleh ada celah sedikit pun terhadap potensi gangguan. “Pengamanan harus maksimal. Jangan sampai ada gangguan sekecil apa pun,” tegas Koster pada Rabu, 1 April 2026.

Sebanyak 545 personel yang disiagakan terdiri dari unsur Kepolisian, TNI, Pecalang, panitia karya, serta instansi terkait lainnya. Mereka akan bertugas selama 24 jam penuh dengan sistem pengamanan terbuka dan tertutup, serta penempatan petugas di titik-titik rawan yang telah dipetakan secara detail.

Lonjakan kehadiran pemedek dalam pelaksanaan IBTK menjadi perhatian serius. Ribuan umat dari berbagai daerah diperkirakan memadati kawasan Besakih, sehingga potensi kerawanan harus diantisipasi secara menyeluruh dan terukur.

Sejumlah potensi gangguan yang menjadi fokus pengamanan antara lain tarif ojek yang tidak wajar, pencurian atau kehilangan barang, gangguan terhadap sarana upacara, hingga kepadatan di titik-titik tertentu. Untuk itu, tim pengurai kemacetan disiapkan guna memastikan arus mobilitas tetap lancar.

Pengamanan IBTK 2026 juga diperkuat dengan teknologi modern. Lebih dari 144 titik CCTV dipasang di kawasan strategis Pura Agung Besakih dan terhubung langsung ke command center. Sistem ini memungkinkan pemantauan secara real-time terhadap seluruh aktivitas di lapangan. “Semua harus terpantau. Dengan teknologi, kita bisa respon cepat,” ujar Koster.

Selain itu, sistem informasi berbasis audio turut diintegrasikan dengan jaringan komunikasi, termasuk dukungan ORARI. Informasi terkait situasi, arahan petugas, serta pengumuman penting dapat disampaikan secara cepat kepada masyarakat.

Di sisi pelayanan, posko layanan publik disiapkan untuk menangani berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari orang tersesat, barang hilang, hingga informasi umum. Sistem ini selama ini terbukti efektif membantu masyarakat dalam situasi darurat.

Penataan pedagang juga menjadi bagian penting dalam strategi pengamanan. Pemerintah menetapkan zonasi ketat, di mana pedagang wajib berjualan di area yang telah ditentukan dan dilarang menempati jalur utama. Pengawasan terhadap kebersihan dan kelayakan makanan juga dilakukan secara intensif. “Kalau melanggar, kita tindak. Ini untuk keamanan dan kenyamanan semua,” tegas Koster.

Sebagai langkah penguatan, penyebaran informasi dilakukan hingga ke tingkat desa melalui kepala desa, bendesa adat, serta berbagai platform media sosial dan media massa. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami tata tertib dan tidak terjadi penumpukan di titik tertentu. Dengan kekuatan personel besar, dukungan teknologi canggih, serta koordinasi lintas sektor yang solid, Pemerintah Provinsi Bali optimistis pengamanan IBTK 2026 akan berjalan maksimal.

Di bawah komando langsung Gubernur Koster, pengamanan IBTK 2026 bukan sekadar rutinitas, melainkan gerakan total menjaga kesucian Pura Agung Besakih sebagai pusat spiritual umat Hindu Bali. mas/ama/*

Back to top button