Gubernur Koster Tegaskan Sampah Masuk Program Super Prioritas
Bali Harus Satu Pola dan Satu Tata Kelola

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa persoalan sampah kini masuk dalam Program Super Prioritas Mendesak Pemerintah Provinsi Bali. Penegasan itu disampaikan saat memimpin langsung Gerakan Bali Bersih Sampah di Pantai Padang Galak, Denpasar, Minggu (1/3/2025).
“Kita harus membangun Sinergitas Pembangunan Bali dalam satu kesatuan wilayah: 1 Pulau, 1 Pola, dan 1 Tata Kelola demi Nindihin Gumi Bali,” tegasnya.
Menurut Koster, komitmen bersama pemerintah provinsi dan seluruh kabupaten/kota menjadi kunci penuntasan persoalan sampah. Ia mendorong percepatan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Pergub Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, serta Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.
Ia mengakui, persoalan terbesar ada di hulu. Pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga belum optimal. Fasilitas TPS3R dan TPST belum sepenuhnya efektif. Akibatnya, sampah terus dibuang ke TPA yang kini mayoritas telah kelebihan kapasitas.
Koster menekankan bahwa keberhasilan Gerakan Bali Bersih Sampah akan menjadi warisan tak ternilai bagi Bali, Indonesia bahkan dunia. Karena itu, langkah konkret harus dilakukan secara simultan: mengurangi produksi sampah dari sumbernya, mewajibkan pemilahan sampah di rumah tangga, mengoptimalkan peran bank sampah dan komunitas daur ulang, memperkuat edukasi publik, serta mendorong inovasi teknologi pengolahan sampah.
Kegiatan di Pantai Padang Galak juga dirangkaikan dengan peresmian Rumah Kakek Foundation dan penyerahan bantuan pendidikan kepada 14 siswa/mahasiswa oleh Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Satyam Eva Jayate (Rumah KaKek). Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali turut melepas armada penyemprotan ecoenzym sebagai bagian dari upaya pengendalian pencemaran.
Pesan yang ingin ditegaskan jelas: perang melawan sampah bukan agenda sesaat, tetapi perjuangan jangka panjang. Jika Bali ingin tetap menjadi pusat peradaban budaya dan pariwisata dunia, maka disiplin pengelolaan sampah harus menjadi budaya baru masyarakatnya. mas/ama/*










