Selasa, April 28, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDaerahIbu Putri Koster Hidupkan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, Warga Bali Diajak...

Ibu Putri Koster Hidupkan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, Warga Bali Diajak Gotong Royong Jaga Lingkungan

Buleleng, PancarPOS | Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, kembali menegaskan pentingnya budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu yang digelar secara rutin setiap bulan di seluruh Bali.

Gerakan berbasis kearifan lokal ini dilaksanakan setiap minggu pertama setiap bulan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat di desa dan kelurahan se-Bali. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak meluangkan waktu satu hari dalam sebulan untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal, mulai dari rumah, halaman, telajakan, saluran air, hingga fasilitas umum.

Ajakan tersebut disampaikan Ibu Putri Koster saat melakukan kunjungan mendadak ke Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (1/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa kebersihan lingkungan bukan sekadar program seremonial, melainkan tanggung jawab bersama yang harus menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.

Menurutnya, cukup dengan menyisihkan waktu satu hari setiap bulan, masyarakat sudah berkontribusi besar dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah berbagai persoalan, seperti banjir, wabah penyakit, serta menurunnya kualitas hidup.

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu juga dimaksudkan untuk menghidupkan kembali tradisi gotong royong dan kearifan lokal masyarakat Bali yang selama ini mulai tergerus oleh perubahan gaya hidup. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, khususnya Palemahan, yang menekankan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat diajak kembali memanfaatkan kulkul atau kentongan bambu sebagai sarana komunikasi tradisional. Kulkul dibunyikan 15 menit sebelum pukul 06.00 WITA sebagai tanda ajakan kepada warga untuk bersiap mengikuti kegiatan bersih-bersih lingkungan.

Pola bunyi kulkul yang digunakan dalam gerakan ini dibuat sederhana dan mudah dipahami. Dua ketukan awal diikuti tiga ketukan selanjutnya, diulang sebanyak tiga kali sebagai tanda berkumpul. Setelah warga berkumpul, kulkul kembali dibunyikan dua kali sebagai penanda dimulainya kegiatan gotong royong.

Kegiatan bersih-bersih dilaksanakan serentak mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WITA setiap minggu pertama setiap bulan. Sasaran kegiatan mencakup lingkungan rumah tangga hingga ruang publik, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, Ibu Putri Koster berharap kesadaran kolektif masyarakat Bali terhadap kebersihan lingkungan semakin kuat, sekaligus menguatkan kembali identitas budaya Bali yang menjunjung tinggi solidaritas sosial dan semangat kebersamaan. mas/ama/*

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img