Daerah

Pariwisata Bali Mulai Bangkit, “Bank Plat Merah” Malah Tak Responsif


Jakarta, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta angkat bicara menyoroti lemahnya pelaku ussha, khususnya di sektor pariwisata untuk mendapatkan suntikan dana dari pihak perbankan berplat merah. Padahal seperti yang ketahui Bali mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi minus lebih dari 9% akibat hantaman Covid-19. Di sisi lain, disadari selama ini Bali yang mengandalakan pertumbuhan ekonomi dari industri pariwisata, sedangkan Covid-19 justru terjadi pembatasan orang ke Bali.

1th#ik-18/1/2022

“Banyak perusahaan mengalami stagnasi bahkan kebangkrutan. Diawal Covid-19 mereka mengajukan program restrukturusasi 3 sampai 6 bulan, tapi ternyata Covid-19 berjalan lebih dari 2 tahun,” ungkap Anggota Baleg DPR RI itu, saat Rapat Dengan Pendapatan (RDP) Komisi VI dengan Sunarso Direktur Utama Bank BRI, Royke Tumilaar Direktur Utama Bank Mandiri, Silvano Winston Rumantir Direktur Utama Bank BNI, Haru Koesmahargyo Direktur Utama Bank BTN di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/3/2022).

1th#ik-25/2/2022

Ditambah lagi, setelah 2 tahun lebih Covid-19, hotel, restoran, dan akomodadi pariwisata tutup sekarang mau bangkit kembali seiring mulai berdatangan wisatawan ke Bali. Namun para pelaku usaha di Bali sedang mengalami kendala permodalan untuk merecovery usahanya, mereka punya jaminan, opertunity juga ada karena wisatawan mulai datang. “Namun pihak Bank Himbara tidak responsif, karena masih menggunakan syarat kredit ketika suasana normal. Padahal kondisi Bali tidak normal, penanganannya harus ekstra, dan jangan standar,” sentil Parta.

2bl#ik-17/2/2022

Pemerintah diminta harus hadir lewat Bank Himbara menyelamatkan ekonomi Bali dengan Kredit Recovery. Menurutnya, Kredit Recovery harus diberikan oleh bank-bank pemerintah untuk memberi kemudahan kepada pengusaha lokal, karena hanya bank pemerintah yang bisa melakukan ini. “Kalau berharap dari bank swasta kan nggak mungkin,” jelasnya. Di sisi lain, Dirut BNI, Royke Tumilaar menyampaikan akan berupaya membantu nasabah dengan pengajuan ulang kredit.

4bl#ik-17/2/2022

“Kita akan minta nasabah untuk mengajukan ulang, akan dilihat permasalahannya struktural atau tidak, jika cash flownya masih memungkinkan dibantu, kami akan bantu. Karena kita juga ingin nasabah kita hidup, tumbuh berkembang makin besar. Kita akan pisahkan antara yang karena krisis Covid-19 dan sebelum Covid-19,” jawabnya. nantama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button