Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Buka Bimtek Sistem Peternakan Modern, Tingkatkan Kapasitas Petani dan Penyuluh di Gianyar


Gianyar, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., tak pernah surut turun menemui para kelompok tani dan krama subak. Bahkan kali ini berupaya meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh yang berlangsung di Green Kubu Cafe, Tegallalang, Gianyar, Rabu (18/5/2022). Pada kesempatan itu, Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, secara resmi membuka Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dam Penyuluh Sistem Peternakan Modern di Kabupaten Gianyar. Kehadiran Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U tersebut disambut Kabag Umum Polbangtan Malang, Novi Nuraini, S.Si., MP., bersama Kadis Pertanian Gianyar, Ir. I Made Raka, M.Si., beserta narasumber peternakan, ir. Siswoyo, MP., Drh. I Made Dwi Temaja., serta Drh. Iman Adi Wijoyo, M.Vet.

1th#ik-4/4/2022

Bimtek yang diikuti oleh 100 peserta dari petani dan penyuluh di Kabupaten Gianyar tersebut, memang telah lama dinantikan untuk mengembangkan peternakan dengan sistem yang lebih modern. Seperti diungkapkan oleh salah satu peserta, Ketua Kelompok Tani Jati Asri, I Wayan Jumu mengaku sangat senang dan berbahagia bisa mengikuti Bimtek yang dirasakan sangat bermanfaat bagi petani dan penyuluh di lapangan. Karena itu, ia bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Gianyar, Ni Nyoman Apriani mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan Bimtek, termasuk berbagai bantuan kepada petani khususnya di Gianyar. “Sebagai penyuluh saya juga sangat bahagia bisa mengikuti Bitmek ini. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Made Urip yang telah memberikan perhatian di sektor pertanian selama ini,” katanya.

Sementara itu, Made Raka selaku tuan rumah dan Kadis Pertanian Gianyar mengucapkan selamat datang kepada Made Urip bersama Polbangtan yang sudah hadir untukmemfasitasi dan terus bekerja keras untuk pembangunan pertanian di Gianyar. Apalagi saat ini di Kabupaten Gianyar hanya ada 48 PPL pertanian dengan 32 penyuluh berstatus ASN dan sisanya dari tenaga harian lepas yang akan memasukan masa pensiun. Padahal PPL ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas sektor pertanian, karena juga perlu sumber daya manusia dan praktisi petanian, sehingga Bimtek yang dilaksanakan Made Urip sangat penting untuk menngkatkan keterampilan dan mengembangkan pembangunan pertanian dengan menghadirkan ahli dan pakar di bidang peternakan. Apalagi ada kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK pada ternak yang perlu mendapatkan penanganan dengan baik, sehingga semua peserta agar mengikuti Bimtek dengan baik sebagai bekal pengetahuan bagi kelompok tani ternak di Gianyar.

1th#ik-18/1/2022

“Selama pandemi Covid-19 di Kabupaten Gianyar bisa meningkatkan produksi sapi dan babi yang di antar pulaukan selama ini. Namun akibat wabah PMK, kini banyak yang stagnan sehingga terjadi penumpukan populasi meningkat. Kita harap wabah ini segera berakhir, sehingga tingkat populasi ternak kembali normal,” bebernya. Di sisi lain, Kabag Umum Polbangtan Malang, Novi Nuraini, mengakui berkat perhatian Made Urip selama ini sangat luar biasa, terutama di sektor pertanian, sehingga akan mengadakan Bimtek dengan 27 kegiatan di Bali, NTT dan NTB. Dikatakan melalui kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian selama pandemi Covid-19, agar tetap produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Diharapkan agar para peserta mendapat ilmu yang inovatif dan sesuatu yang baru, serta bermanfaat bagi petani untuk diimplementasikan. “Jadi kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Made Urip dan Pak Kadis Pertanian Gianyar yang tetap mensupport kemajuan pertanian selama ini,” tutupnya.

Pada saat itu, Made Urip menyampaikan kegiatan Bimtek ini sebagai kerja sama dengan Kementarian Pertanian yang diharapkan bisa berjalan dengan baik, sehingga bisa memberikan wawasan dan pengetahuan teknis di lapangan khususnya sistem peternakan secara modern. Karena sektor pertanian selama ini masih banyak mendapat kendala di lapangan, seperti konversi lahan yang sangat tinggi, sehingga hampir 700 hektar per tahun lahan produktif banyak beralih fungsi. Tantangan lain juga akibat menurunnya jumlah PPL terutama ASN akibat memasuki masa pensiun. Maka itu, M-U akan mendorong penerimaan PPL agar sektor pertanian tidak lagi tertinggal. Selain itu, generasi muda belum banyak yang tertarik menekuni sektor pertanian dan ditambah lagi petani sudah banyak berumur. Padahal, sektor pertanian satu-satunya bisa tumbuh selama pandemi Covid-19, karena disadari Bali hanya bergantung di sektor pariwisata, sehingga menjadi pelajaran berharga untuk tetap menempatkan sektor lainnya, terutama pertanian yang telah menjadi kultur dan budaya sebagai skala utama dan prioritas yang mampu memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi di Bali.

4bl#ik-17/2/2022

Terkait PMK, Anggota Badan Kerja Sama Parlemen (BKSAP) DPR RI itu, mengakui sudah mulai menyerang ternak di tanah air, apalagi termasuk penyakit kualitas 1 yang susah dilepas. Padahal negara sudah membatasi impor daging hanya dari negara yang bebas PMK, seperti Australia dan New Zealand. “Tapi setelah ada kebijakan impor daging dari India dan Brasil, kan belum semua daerahnya bebas PMK. Untuk itu, harus betul hati-hati importasi daging, karena bebas PMK ini perlu waktu bertahun-tahun dan butuh biaya yang luar biasa. Maka itu, tugas bersama jangan sampai PMK masuk Bali dan harus steril dari PMK,” tegas Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional ini, seraya menyebutkan Bali juga punya aset yang berharga, yakni Sapi Bali yang harus dijaga kemurniannya. “Bagaimana menjaga aset ini, agar PMK tidak masuk ke Bali dan bagi peternak jaga kebersihan kandang sapinya dan jika terjadi gejala penyakit agar segera dilaporkan,” tutup M-U. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button