Politik dan Sosial Budaya

Ni Made Lilik Nurmiasih Siap Wujudkan Perekonomian Buleleng yang Berdaya Saing dan Berbasis Budaya


Buleleng, PancarPOS | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng resmi menyesuaikan struktur dan komposisi kepengurusan untuk masa bakti 2025–2030. Dalam susunan baru ini, Ni Made Lilik Nurmiasih, S.E. dipercaya menempati posisi strategis sebagai Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan, dan Pendidikan.

Sebagai kader perempuan yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, Ni Made Lilik Nurmiasih menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor perekonomian lokal sebagai tulang punggung pembangunan di Buleleng. Ia menilai, kekuatan ekonomi rakyat harus dibangun dari bawah dengan memadukan potensi budaya dan pendidikan agar mampu bersaing di era modern.

“Perekonomian yang berdaya saing tidak bisa lepas dari karakter budaya kita. Di Buleleng, masyarakat punya semangat gotong royong dan kreativitas tinggi. Tugas kami di bidang ini adalah mengarahkan potensi itu agar menghasilkan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu (18/10/2025).

Menurutnya, sinergi antara bidang ekonomi, kebudayaan, dan pendidikan menjadi kunci agar pembangunan di daerah tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan, tetapi juga pada pelestarian nilai-nilai lokal. “Kita ingin ekonomi rakyat tumbuh, tapi juga budaya dan pendidikan kita semakin kuat. Generasi muda harus dilibatkan agar tidak kehilangan akar identitas,” tambahnya.

Dalam struktur DPC PDI Perjuangan Buleleng masa bakti 2025–2030 yang diketuai oleh Gede Supriatna, S.H., para kader diharapkan mampu bekerja secara kolektif untuk memperkuat peran partai di tengah masyarakat. Lilik Nurmiasih menegaskan pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk UMKM, lembaga pendidikan, dan pelaku seni budaya.

“Buleleng memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kearifan lokal, kami ingin mencetak pelaku ekonomi yang mandiri dan inovatif. Ini bagian dari semangat Trisakti Bung Karno—berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ungkapnya.

Ni Made Lilik Nurmiasih berharap seluruh kader PDI Perjuangan di Buleleng dapat terus turun ke masyarakat dan menjadi motor penggerak pembangunan berbasis kerakyatan. “Kami ingin memastikan program partai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Itulah makna perjuangan sebenarnya,” tutupnya dengan semangat. ama/ksm


Back to top button