dr. Bagus Persembahkan Lukisan “Bapak Pembangunan” kepada Ibu Titiek, Bikin Haru di Warung Kopi Klotok

Badung, PancarPOS | Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti Warung Kopi Klotok di kawasan Seminyak, Kuta, pada Selasa malam (28/10/2025). Di tempat bernuansa klasik yang sarat kenangan itu, dokter sekaligus pelukis asal Bali, dr. Gede Bagus Darmayasa, M.Repro., kembali mempersembahkan sebuah lukisan istimewa potret Presiden Kedua Republik Indonesia, HM Soeharto, kepada Ibu Titiek Soeharto.
Pertemuan penuh makna tersebut menjadi kali kedua bagi dr. Bagus menyerahkan karya tangannya langsung kepada putri sang “Bapak Pembangunan”. Lukisan yang dibuat dengan teknik realis itu menggambarkan sosok Presiden Soeharto dalam balutan setelan jas lengkap dengan peci hitam, menatap teduh dengan senyum khasnya yang menghadirkan nuansa wibawa dan ketenangan yang seolah hidup di atas kanvas.

“Saya merasa sangat terhormat bisa kembali menyerahkan karya ini kepada Ibu Titiek. Lukisan ini bukan sekadar potret, tapi bentuk penghormatan dan kekaguman saya terhadap sosok besar seperti almarhum Pak Harto,” ujar dr. Gede Bagus Darmayasa, M.Repro., yang juga menjabat Direktur Utama RSU Puri Raharja Denpasar itu.
Lukisan tersebut dikerjakan dengan penuh ketelatenan dan emosi. Dalam setiap goresannya, dr. Bagus ingin menampilkan semangat pengabdian dan keteduhan seorang pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Menurutnya, seni bukan hanya persoalan estetika, tetapi juga media menyampaikan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi. “Saya ingin menghadirkan sisi kebapakan dan keteladanan beliau. Pak Harto bagi saya adalah simbol kesabaran, keteguhan, dan cinta tanah air,” imbuhnya.

Ibu Titiek tampak terharu saat menerima lukisan tersebut. Ia memandangi karya itu dengan senyum lembut, sembari mengucapkan terima kasih atas perhatian dan ketulusan yang tersirat dalam karya sang pelukis. Kehangatan suasana malam itu semakin terasa karena momen tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, menambah makna kebangsaan dalam pertemuan yang sederhana namun penuh arti itu.
Warung Kopi Klotok Seminyak yang bernuansa tempo dulu menjadi saksi lahirnya kembali jalinan silaturahmi antara seniman dan keluarga besar Cendana. Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, momen itu mengingatkan bahwa seni dan penghormatan pada nilai-nilai luhur bangsa tetap memiliki tempat di hati masyarakat. “Seni adalah bahasa hati. Lewat lukisan, saya ingin menghadirkan pesan bahwa ketulusan dan cinta pada bangsa tidak pernah pudar,” tutup dr. Gede Bagus Darmayasa dengan senyum hangat. ama/ksm









