Politik dan Sosial Budaya

Gemakan 4 Pilar Kebangsaan di Desa Antap, Made Urip: Dulu Beli 1 Sak Semen di Papua Harganya Rp1 Juta


Tabanan, PancarPOS | Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si, selaku Anggota MPR RI kembali menggemakan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Sosialisasi yang menyasar warga desa bersama generasi milineal dan para ibu PKK itu, berlangsung di Wantilan Banjar Adat Soka, Desa Antap, Selemadeg, Tabanan, Sabtu malam (26/3/2022). Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, didampingi Anggota DPRD Tabanan Fraksi PDI Perjuangan, Ni Made Suryani yang disambut hangat oleh prajuru desa setempat. Sosialisasi dihadiri oleh Perbekel Desa Antap, Perbekel Wanagiri Kauh, serta perwakilan sekehe teruna dan PKK se-Desa Antap. Pada kesempatan itu, juga hadir sesepuh partai yang juga kader lumutan PDI Perjuangan, Ir. I Wayan Gunadi beserta I Gede Suamba, dan Ir. I Nyoman Kartika, serta Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Antap, I Gede Sugiatha.

1th#ik-25/2/2022

Menyambut kedatangan Anggota Komisi IV DPR RI yang biasa dikenal sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, Perbekel Desa Antap, I Ketut Wastika mengucapkan selamat datang kepada Made Urip bersama tim rombongan yang memberikan sosialisasi pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. Dikatakan, Made Urip sudah biasa hadir ke tengah-tengah masyarakat, sehingga terpilih sebagai Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu. Bahkan para petani dan krama subak di Desa Antap sudah menerima bantuan traktor untuk pertanian basah. Selain itu, kali ini membawakan 4 Pilar Kebangsaan yang diharapkan agar warga desa dapat menyimak dengan baik dan seksama. “Kehadiran Pak Urip sangat luar biasa yang selalu turun ke masyarakat dan sangat merakyat. Apalagi sekarang menanamkan 4 Pilar Kebangsaan, karena semakin tahun semakin memudar. Untuk itu, sosialisasi ini perlu dilaksanakan ke desa sampai banjar, khususnya untuk generasi muda kita,” katanya.

1bl-bn#5/1/2020

Hal senada disampaikan Ketua STT Sila Darma Banjar Kutuh Pang, Ngurah Widiantara yang mengakui sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar Made Urip sangat penting dan bermanfaat. Berkat Made Urip dikatakan generasi muda lebih tahu dan memahami arti penting pengamalan 4 Pilar Kebangsaan. “Melalui sosialisasi dari Pak Urip kami menjadi lebih paham dan tahu bagaimana mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Jadi sosialisasi ini sangat bermanfat bagi generasi muda ke depan,” tegasnya, seraya ditambahkan Ketua III STT Acheday Murti Prasetya, Ni Putu Yuvi Natalia yang mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang telah memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada kaum milenial untuk menguatkan jiwa nasionalisme generasi muda. “Terima kasih Pak Made Urip, karena kami juga disasar untuk diberikan pemahaman mengenai 4 Pilar Kebangsaan,” imbuhnya.

2bl#ik-17/2/2022

Di sela-sela sosialisasi, Made Urip menyampaikan akan terus berusaha membawa sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, terutama menyasar generasi muda dan milenial, bahkan sampai ke pelosok desa. Sosialisasi ini, juga sebagai tugas Anggota MPR untuk terjun ke seluruh tanah air menyebarkan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan sesuai dengan daerah pemilhan atau Dapil masing-masing. Disebutkan 4 Pilar kebangsaan yang harus dipahami dan diamalkan itu, yakni Pancasila sebagai idelogi negara, UUD 1945 sebagai dasar negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. “Yang penting, seperti ideologi Pancasila itu tidak hanya dibicakan, namun harus dijabarkan dalam kehidupan sehar-hari. Seperti dalam perilakunya sekarang, tapi malah elitnya korupsi. Sehingga antara periku dan omongannya berbeda. Ini bukan penjabaran nilai-nilai Pancasila, apalagi hanya bisa tertawa saja sebagai elit, ketika ada musibah malah tidak turun membantu,” sentil Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang akrab disapa M-U ini.

4bl#ik-17/2/2022

Selain itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI, juga harus dijaga betul dan menjadi harga mati, termasuk Pancasila yang harus diamalkan dengan baik. “Pak Presiden Jokowi sudah berusaha menjabarkan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan ini. Salah satunya dengan melakukan pemerataan pembangunan infratruktur sebagai salah satu penjabaran nilai-nilai Pancasila, yakni keadilan. Selain itu, menetapkan produk dengan satu harga. Karena kalau dulu di Papua beli 1 sak semen saja harganya bisa 1 juta, coba bayangankan itu?,” sebut M-U yang sempat digadang-gadang menjadi calon Wakil Gubernur Bali dari PDI Perjuangan pada Pilgub Bali 2013 lalu, sekaligus berharap agar sosialisasi ini bisa bermaanfaat untuk mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. “Saya sudah membagikan buku mengenai 4 Pilar Kebangsaan. Ketika istirahat atau duduk duduk tolong dibaca itu. Karena meskipun sebagai petani, namun kita juga harus tetap tahu bagaimana berkehidupan berbangsa dan bernegara,” tutup politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan tersebut. nantama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button