Pasar Kripto Menggeliat, PINTU Catat Lonjakan Pengguna Aktif 38 Persen

Jakarta, PancarPOS | Pasar aset kripto nasional terus menunjukkan geliat positif sepanjang 2025. PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang terdaftar dan berizin resmi di Indonesia, mencatat kinerja solid dengan pertumbuhan signifikan di hampir seluruh indikator utama bisnis.
Berdasarkan data internal year-on-year (YoY) 2025 dibandingkan 2024, jumlah pengguna aktif (active users) PINTU melonjak hingga 38 persen. Selain itu, trafik aplikasi meningkat 24 persen, total volume perdagangan tumbuh 12 persen, serta jumlah monthly trading users naik 26 persen. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap investasi aset kripto melalui platform yang memiliki kepastian legal dan fitur komprehensif.
Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, mengatakan bahwa kinerja positif tersebut tidak terlepas dari pengembangan produk yang konsisten dan berorientasi pada kebutuhan pengguna, baik investor pemula maupun profesional. Aplikasi PINTU kini dilengkapi berbagai fitur seperti Auto DCA, Pintu Earn, PTU Staking, stop order, limit order, serta pilihan lebih dari 330 aset kripto.

“Sepanjang 2025, kami melihat pengguna semakin matang dalam berinvestasi. Fitur-fitur yang kami hadirkan dirancang untuk membantu pengguna mengelola risiko sekaligus memaksimalkan potensi investasi secara bertanggung jawab,” ujar Iskandar.
Dari sisi preferensi aset, Iskandar mengungkapkan lima aset kripto yang paling sering diperdagangkan di platform PINTU sepanjang 2025, yakni Bitcoin (BTC), Tether (USDT), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP. Pilihan ini menunjukkan kecenderungan investor kripto Indonesia yang relatif konservatif, dengan fokus pada aset berkapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi.
Secara global, laporan Coingecko 2025 Annual Crypto Industry mencatat total kapitalisasi pasar kripto dunia telah mencapai US$3 triliun. Volume perdagangan harian rata-rata juga mengalami peningkatan signifikan, terutama pada kuartal IV 2025, dengan rekor tertinggi tahunan sebesar US$161,8 miliar atau naik 4,4 persen.
Sementara itu, di dalam negeri, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total volume perdagangan aset kripto Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Jumlah investor kripto nasional juga terus bertambah hingga menyentuh 19,56 juta orang.

Meski demikian, berdasarkan Henley Crypto Adoption Index 2025, tingkat adopsi kripto Indonesia di kawasan Asia Tenggara masih berada di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia. Kondisi ini sekaligus menunjukkan potensi besar pasar kripto Indonesia ke depan, mengingat basis populasi yang jauh lebih besar.
“Indonesia memiliki peluang adopsi kripto yang sangat masif. Untuk mendorong penetrasi yang lebih luas, PINTU menghadirkan promo bonus hingga Rp2.000.000 bagi pengguna baru yang melakukan pembelian aset kripto pertama,” jelas Iskandar.
Sebagai komitmen jangka panjang, PINTU juga terus mengedepankan edukasi melalui berbagai inisiatif, seperti program Pintu Goes to Campus dan Pintu Goes to Office, serta pembelajaran dalam aplikasi melalui Pintu Academy dan Pintu News. Langkah ini ditujukan agar masyarakat memahami investasi kripto secara utuh, termasuk risiko yang melekat di dalamnya. sta/ama/kel









