Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Buka Bimtek Manajemen Pengembangan Peternakan, Genjot Kawasan Ternak di Bali


Badung, PancarPOS | Usai menyerahkan bantuan aspirasi 20 ekor sapi betina produktif untuk Kelompok Ternak Sapi Landuh Subakti di Banjar Dinas Buana Sari, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., melanjutkan agenda membuka Bimtek Manajemen Pengembangan Peternakan oleh Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar, Kementerian Pertanian di Wantilan Desa Adat Pecatu, Jumat (25/3/2022). Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang biasa dikenal Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, kembali hadir ke tengah-tengah petani dan krama subak untuk memberikan wawasan pengembangan peternakan unggulan di Bali.

1th#ik-25/2/2022

Salah satu peserta Bimtek, Ketua Kelompok Ternak Sapi Kuluk Kuluk, I Nyoman Taka menyampaikan ucapan terimakasih atas Bimtek yang digelar Made Urip. Apalagi bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang bisa bermanfaat bagi kelompok ternak di Desa Pecatu. Pihaknya juga berharap agar Made Urip terus mengucurkan bantuan dalam kondisi pandemi Covid-19. “Kami berharap bantuan ternak di wilayah Pecatu, karena dari dulu menjadi peternak sejak nenek moyang. Karena itu kami berupaya kembali ke kandang dalam hal ini beternak Sapi,” bebernya. Di sisi lain, Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijaya menyampaikan Bimtek ini berkat Made Urip bersama BPTU-HPT Denpasar yang memberikan perhatian terhadap aspirasi petani, khususnya peternak di Badung.

Selain itu, juga dilakukan berbagai upaya untuk mensejahterakan petani dengan mengembangkan peternakan melalui dukungan Made Urip yang memberikan berbagai sarana dan prasana pertanian di Kabupaten Badung. “Tadi Pak Made Urip juga memberikan bantuan 20 ekor sapi yang akan menambah populasinya di Badung,” sebutnya, seraya berharap agar Made Urip terus menampung aspirasi petani dan peternak, sekaligus memperjuangkan bantuan di tingkat pusat. Apalagi pariwisata Badung baru pulih, sehingga bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Badung. “Kita punya potensi yang besar di sektor pertanian, apalagi di masa pandemi yang memberikan pengalaman agar tidak hanya bergantung di sektor pariwisata. Seperti di Pecatu ada 1.500 hektar lahan yang bisa digarap di sektor pertanian yang harus didorong dan disinergikan bersama,” tutupnya.

2bl#ik-17/2/2022

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan Provinsi Bali, AA. istri Inten Wiradewi berharap melalui Bimtek ini, anggota kelompok ternak memiliki wawasan dan pengetahuan manajemen peternakan, sekaligus untuk meningkatkan produksi ternak. Apalagi permintaan sapi terus meningkat, di sisi lain Pemprov Bali membatasi Sapi Bali ke luar dari Bali sebesar 60 ribu ekor per tahun. Untuk itu, melalui bantuan ternak yang diperjuangkan Made Urip sangat membantu pengembangan populasi Sapi Bali. “Terimakasih atas bantuan dan perhatian Bapak Made Urip yang tahun ini di Bali sudah mengalokasi 9 kelompok ternak sapi dan 8 kelompok ternak kambing tahun 2022,” bebernya, seraya ditambahkan, Kepala Badan Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar Muhamad Imron menyampaikan Bimtek ini sebagai komitmen bersama Made Urip untuk memgembangkan pertanian dalam arti luas.

Upaya ini menjadi bukti nyata cintanya Made Urip di bidang pertanian yang mengundang sekitar 100 peserta dari anggota kelompok ternak di Desa Pecatu. “Tantangan saat ini mempersiapkan permintaan daging sapi menjelang Idul Adha, karena akan sangat banyak permintaan Sapi Bali untuk dibawa ke Pulau Jawa,” tandasnya. Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta atas nama Krama Desa Adat Pecatu juga mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang telah hadir memberikan Bimtek, selain memberikan bantuan 20 ekor sapi betina produktif sebagai kecintaannya kepada petani dan peternak. “Terimakasih kepada Pak Made Urip. Karena ini langka dan sangat bermanfaat bagi pengembangan peternakan, agar Bimtek ini bisa diikuti dengan baik. Apalagi pengetahuan pengembangan peternakan ini sangat mahal sebenarnya. Jadi apapun partainya kewajiban warga Pecatu memelihara Sapi Bali. Tapi banyak masyarakat yang pura-pura miskin, bisa dicek saat Tumpek Kandang atau Tumpek Landep, mobil dan motornya bisa berjejer,” sentilnya.

1th#ik-18/1/2022

Di sela-sela membuka Bimtek, Made Urip menegaskan pertemuan ini menjadi momentum meningkatkan kultur peternakan di Desa Adat Pecatu. Apalagi Bimtek ini atas kerjasama Kementerian Pertanian untuk mengangkat potensi pertanian, khususnya sub sektor peternakan. Bahkan ke depan juga ingin mengembangkan produksi jeruk dan alpukat di Desa Pecatu. Namun disadari kebutuhan daging selama ini memang tidak bisa dipenuhi di dalam negeri, sehingga terus menggenjot kawasan ternak, atau paling tidak ada kelangkaan daging. “Sehingga di Bali akan terus diperbanyak kelompok ternak yang akan didukung baik dari sisi program dan aspirasinya, seperti bantuan bibit ternak termasuk termasuk program UPPO untuk memproduksi pupuk organik.

“Apalagi daging sapi, terutama Sapi Bali tidak kalah dengan daging impor. Makanya harus dipertahankan kelestarian Sapi Bali ini. Saya akan terus berusaha membantu dari pusat, terutama untuk kelompok ternak sapi dan kambing, kecuali kelompok babi yang masih sulit diakses. Karena itu tolong ikuti Bimtek ini dengan baik,” pungkasnya. nantama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button