Daerah

Pura Goa Lawah Gelar Padudusan Alit, Ribuan Umat Diprediksi Memadati Puncak Piodalan 7 Juli 2026


Karangasem, PancarPOS | Puncak Upacara Padudusan Alit atau piodalan di Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, akan digelar pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa, 7 Juli 2026. Ribuan umat Hindu diperkirakan memadati salah satu Pura Sad Kahyangan Bali tersebut untuk mengikuti rangkaian persembahyangan yang menjadi bagian penting dari tradisi spiritual masyarakat Bali.

Di tengah berlangsungnya rangkaian upacara suci, aktivitas kunjungan wisata ke Pura Goa Lawah tetap dibuka. Namun, pengelola memberlakukan pembatasan akses bagi wisatawan demi menjaga kekhusyukan prosesi keagamaan.

Wisatawan hanya diperbolehkan berada di area jaba atau halaman luar pura dan tidak diizinkan memasuki utama mandala yang menjadi pusat pelaksanaan upacara. Kebijakan ini diterapkan agar prosesi persembahyangan umat Hindu berlangsung dengan khidmat tanpa gangguan.

1th#ik-039.1/12/2025

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, wisatawan tetap boleh berkunjung, namun hanya sampai jaba pura. Kami mohon pengertian agar suasana upacara tetap sakral,” ujar Panitia Piodalan Pura Goa Lawah, I Putu Juliadi, didampingi Kelian Pura Goa Lawah, dr. Bagus Darmayasa, Sabtu (4/7/2026).

Rangkaian Upacara Padudusan Alit telah dimulai sejak Minggu, 5 Juli 2026, diawali sejumlah prosesi sakral seperti nyujukang taring, ngunggahan sunari, dan ngawitin nyuci. Seluruh rangkaian upacara berlangsung selama empat hari dan akan ditutup dengan prosesi nyineb pada Jumat, 10 Juli 2026.

Pura Goa Lawah merupakan salah satu dari enam Pura Sad Kahyangan di Bali yang didirikan oleh Mpu Kuturan pada abad ke-11. Pura yang berada di pesisir tenggara Pulau Bali ini diyakini sebagai stana Dewa Maheswara sekaligus stana kepala Sanghyang Naga Basuki yang dipercaya menjaga keseimbangan alam Bali.

1bl#bn-026.12/5/2024

Nilai historis Pura Goa Lawah juga sangat tinggi. Pura ini diyakini pernah menjadi salah satu lokasi tirta yatra Ida Padanda Sakti Wawu Rauh atau Danghyang Nirartha pada abad ke-16. Keberadaan Padmasana di kawasan pura menjadi salah satu penanda perjalanan spiritual beliau dalam menyebarkan ajaran Hindu di Bali.

Selain sebagai pusat kegiatan keagamaan umat Hindu, Pura Goa Lawah juga dikenal sebagai lokasi pelaksanaan upacara Nyegara Gunung. Letaknya yang berada di tepi laut dan berdekatan dengan kawasan perbukitan menjadikan pura ini memiliki makna filosofis sebagai titik pertemuan antara unsur segara dan gunung yang melambangkan keseimbangan alam semesta.

Dengan tetap dibukanya kawasan wisata secara terbatas selama upacara berlangsung, pengelola berharap wisatawan dapat menikmati keindahan dan nilai sejarah Pura Goa Lawah sekaligus menghormati kesucian pelaksanaan Padudusan Alit yang menjadi warisan spiritual masyarakat Bali. ama/gus/ksm


Back to top button