Politik dan Sosial Budaya

Relawan De Gadjah Turba Bagikan 150 Kambing Kurban, Ketut Ngurah Aryawan: Politik Jangan Datang Saat Butuh Suara Saja


Denpasar, PancarPOS | Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di sejumlah titik di Kota Denpasar saat relawan Gadjah bersama kader Partai Gerindra gotong royong turun ke bawah (Turba) dan langsung membagikan kambing kurban kepada masyarakat muslim dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (28/5/2026). Di tengah dinamika ekonomi masyarakat yang masih belum sepenuhnya stabil, aksi sosial ini menjadi simbol bahwa kepedulian dan toleransi tetap hidup di Bali.

Kegiatan berbagi kambing tersebut dilakukan secara serentak di enam titik berbeda. Empat lokasi berada di mushola dan sisanya disalurkan kepada kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan bantuan kurban pada perayaan Idul Adha tahun ini. Total sekitar 150 ekor kambing disebar langsung oleh kader dan relawan Partai Gerindra yang bergerak dari pagi hingga sore hari. Di balik kegiatan itu, muncul sosok politisi muda yang kini mulai dikenal aktif menggerakkan berbagai kegiatan sosial di Kota Denpasar, yakni Ketut Ngurah Aryawan.

Politisi muda Partai Gerindra itu turun langsung memantau pembagian kambing sekaligus menyapa masyarakat penerima bantuan. Baginya, kegiatan sosial seperti ini bukan sekadar rutinitas tahunan ataupun agenda seremonial politik. Ia menilai kehadiran partai politik seharusnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat masyarakat sedang menjalani momentum penting keagamaan. “Acara hari ini adalah kegiatan berbagi kambing yang dilaksanakan serentak oleh relawan DGAJA bersama kader Partai Gerindra. Ini bentuk rasa toleransi antarumat beragama dan bentuk bahwa Gerindra hadir di tengah masyarakat yang sedang merayakan Idul Adha,” ujarnya.

Aryawan mengatakan kegiatan tersebut juga merupakan arahan langsung dari Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Timol Mulyawan Arya, agar seluruh kader terus hadir di tengah masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun kondisi sosial. Menurutnya, Bali selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Karena itu, menjaga hubungan harmonis antarumat beragama harus diwujudkan lewat tindakan nyata, bukan hanya slogan. “Harapan kami tentu umat muslim bisa mendapatkan kebahagiaan lahir dan batin dalam perayaan Idul Adha ini. Kami ingin menunjukkan bahwa Partai Gerindra selalu hadir dalam kegiatan keagamaan apa pun,” katanya.

Di tengah suasana penyaluran kurban, masyarakat terlihat antusias menyambut kedatangan rombongan kader Gerindra. Sejumlah tokoh masyarakat muslim yang hadir mengaku mengapresiasi langkah tersebut karena dianggap memperkuat rasa persaudaraan antarumat beragama di Bali. Aryawan menjelaskan, semangat solidaritas yang dibangun Gerindra tidak hanya dilakukan saat Idul Adha. Saat Hari Raya Galungan dan momentum keagamaan lainnya, partainya juga berusaha hadir membantu masyarakat. “Kami harus membangun solidaritas. Tidak hanya saat Idul Adha, saat Galungan pun kami hadir. Jadi masyarakat merasakan ada kebersamaan dan rasa keadilan di saat mereka menjalankan hari raya,” ujarnya.

Politisi muda itu menegaskan, kegiatan sosial tidak boleh dijadikan sekadar alat pencitraan politik. Menurutnya, masyarakat saat ini sudah sangat cerdas dalam menilai mana politisi yang benar-benar bekerja dan mana yang hanya muncul saat membutuhkan dukungan. Karena itu, ia menilai kader partai harus memiliki kepedulian sosial yang konsisten dan tidak berhenti setelah momentum politik selesai. “Kita tidak boleh hadir hanya karena momentum politik. Ketika masyarakat sudah memberikan amanah dan kepercayaan, maka kita wajib rutin turun membantu masyarakat,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan pembagian kambing kurban tersebut, Partai Gerindra Bali menggunakan pola pendataan yang disebut terukur dan detail. Setiap titik penerima sudah dipetakan sebelumnya agar bantuan tepat sasaran dan bisa dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Aryawan mengatakan sistem kerja tersebut sudah diterapkan partainya sejak lama sehingga kegiatan sosial bisa berjalan rutin setiap tahun tanpa banyak perubahan jumlah maupun pola distribusi. “Di Gerindra itu semua pendataan dilakukan detail, tepat dan terukur. Jadi tidak ada istilah tahun ini berkurang atau berubah karena kondisi ekonomi. Komitmen sosial harus tetap dijalankan,” katanya.

Ia mengakui kondisi ekonomi masyarakat saat ini memang belum sepenuhnya pulih. Banyak warga masih menghadapi tekanan kebutuhan hidup, naiknya harga kebutuhan pokok, hingga tantangan pekerjaan. Namun menurutnya, situasi tersebut justru menjadi alasan mengapa kader partai harus lebih aktif membantu masyarakat. “Kalau ekonomi sedang susah, justru kita tidak boleh diam. Kita harus hadir di tengah masyarakat kapan pun dibutuhkan,” ujarnya. Menurut Aryawan, filosofi utama kegiatan sosial seperti pembagian kurban bukan semata-mata soal nilai materi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat merasa diperhatikan dan tidak ditinggalkan.

Karena itu, dirinya bersama kader muda Gerindra Bali terus didorong membangun hubungan sosial yang dekat dengan masyarakat bawah. “Kadang masyarakat tidak melihat besar kecil bantuannya. Tapi mereka melihat siapa yang hadir dan siapa yang peduli,” katanya. Dalam kesempatan itu, Aryawan juga menjelaskan alasan mengapa kambing dipilih sebagai hewan kurban utama yang dibagikan tahun ini. Selain lebih mudah didistribusikan ke banyak titik, kambing juga dinilai lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat muslim. “Rata-rata masyarakat muslim memang senang kambing. Selain itu manfaatnya juga banyak,” ujarnya sambil tersenyum.

Suasana pembagian kurban berlangsung hangat dan sederhana. Di beberapa lokasi, warga terlihat saling membantu menurunkan kambing dari kendaraan pengangkut. Anak-anak hingga orang tua tampak berkumpul menyaksikan proses penyerahan hewan kurban tersebut. Beberapa penerima bantuan mengaku senang karena perhatian seperti itu dinilai mampu memperkuat hubungan antarwarga di Bali yang selama ini hidup dalam keberagaman. Salah seorang tokoh masyarakat muslim di Denpasar mengatakan bantuan tersebut bukan hanya soal kambing kurban, melainkan simbol bahwa toleransi di Bali masih terjaga dengan baik. “Ini bukan sekadar bantuan. Tapi bentuk rasa persaudaraan. Kami merasa dihargai dan diperhatikan,” ujarnya.

Momentum Idul Adha tahun ini memang terasa berbeda bagi sebagian masyarakat. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, kegiatan berbagi seperti ini dianggap mampu menghadirkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Aryawan menilai semangat gotong royong harus terus dipelihara karena Bali dibangun dari nilai kebersamaan yang kuat. “Kalau masyarakat saling membantu, situasi sesulit apa pun pasti bisa dilalui bersama,” katanya. Sebagai politisi muda, Aryawan juga mengaku ingin membangun citra politik yang lebih dekat dengan masyarakat bawah. Ia menilai generasi muda di dunia politik harus mulai mengubah cara pandang masyarakat bahwa politik tidak selalu identik dengan perebutan kekuasaan.

Menurutnya, politik juga bisa menjadi sarana pengabdian sosial dan membantu masyarakat secara nyata. “Politik itu seharusnya alat untuk membantu masyarakat, bukan hanya soal kekuasaan,” ujarnya, seraya mengatakan kader muda Gerindra Bali saat ini terus diarahkan untuk aktif turun ke masyarakat, mendengar keluhan warga, sekaligus ikut mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Karena itu, kegiatan sosial seperti pembagian kurban tidak hanya dilakukan menjelang pemilu, tetapi terus dijaga menjadi agenda rutin tahunan.

Aryawan juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat Bali yang majemuk. Menurutnya, perbedaan agama dan budaya seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. “Bali ini kuat karena toleransi dan kebersamaannya. Itu yang harus terus dijaga,” katanya. Di sela kegiatan, sejumlah kader Gerindra terlihat ikut membantu menyiapkan distribusi bantuan dan berbincang santai dengan warga. Tidak ada sekat formal antara politisi dan masyarakat. Suasana berlangsung cair dan penuh keakraban.

Bagi Aryawan, cara seperti itulah yang harus terus dipertahankan dalam membangun hubungan politik yang sehat dengan masyarakat. “Kalau mau dipercaya masyarakat, ya harus benar-benar hadir bersama mereka,” ujarnya. Ia berharap kegiatan sosial seperti ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut peduli terhadap sesama tanpa melihat latar belakang agama maupun golongan. Menurutnya, semangat berbagi merupakan nilai universal yang harus dijaga bersama, terutama di tengah situasi sosial dan ekonomi yang terus berubah. “Kita ingin masyarakat merasakan bahwa masih banyak orang yang peduli dan mau berbagi,” katanya.

Di akhir kegiatan, sebagai kader Gerindra bersama relawan Gadjah kembali menegaskan komitmen mereka untuk terus menjalankan kegiatan sosial secara berkelanjutan di Bali. Tidak hanya saat hari raya keagamaan, tetapi juga ketika terjadi bencana maupun persoalan sosial lainnya. “Kapan pun masyarakat membutuhkan, kita harus hadir,” tegas Aryawan. ama/ksm


Back to top button