Gubernur Koster Kebut Underpass Jimbaran Hingga Shortcut Singaraja Rampung Sebelum 2030

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk mengebut pembangunan infrastruktur strategis di Pulau Dewata. Sejumlah proyek besar mulai dari pembangunan underpass hingga jalan shortcut terus dipacu agar tuntas sebelum masa jabatan periode keduanya berakhir pada tahun 2030.
Penegasan itu disampaikan Koster saat membuka Musyawarah Provinsi XII Ikatan Nasional Konsultan Indonesia Bali di Prama Sanur Beach Hotel, Rabu (6/5/2026).
Dalam pidatonya, Koster mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali saat ini tengah fokus membangun dan membenahi infrastruktur untuk menjawab berbagai persoalan klasik di Bali, terutama kemacetan dan konektivitas antarwilayah.
Menurutnya, proyek terdekat yang segera digarap yakni pembangunan jalan nasional underpass dan overpass Jimbaran pada 2026 sampai 2027. Selain itu, pemerintah juga melanjutkan pembangunan shortcut titik 11 dan 12 jalur Singaraja Mengwitani yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Bali Utara. “Jadi ini semua saya kebut. Terus saya koordinasikan dengan pusat,” tegas Koster.
Ia menyebut, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama pemerintahannya karena Bali membutuhkan sistem transportasi dan konektivitas yang lebih modern untuk menopang sektor pariwisata, ekonomi, hingga mobilitas masyarakat.
Tak hanya proyek jalan, Koster juga memberi sinyal akan adanya sejumlah pembangunan infrastruktur lain yang sedang disiapkan dan dikomunikasikan dengan pemerintah pusat.
Menurut Koster, pembangunan infrastruktur Bali tidak bisa dilakukan setengah setengah. Ia ingin seluruh proyek strategis tersebut benar benar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Bali.
Karena itu, ia menargetkan proyek proyek strategis tersebut dapat selesai sebelum masa jabatan gubernurnya berakhir pada 2030 mendatang.
Langkah percepatan pembangunan yang dilakukan Pemprov Bali dinilai menjadi bagian penting untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Bali yang terus meningkat setiap tahun.
Selama ini, sejumlah titik kemacetan terutama di kawasan Bali Selatan menjadi sorotan publik dan wisatawan. Pemerintah pun didorong untuk segera menghadirkan solusi konkret agar Bali tidak semakin terbebani persoalan infrastruktur.
Pembangunan underpass dan overpass Jimbaran misalnya, diproyeksikan menjadi salah satu solusi mengurai kemacetan di jalur strategis menuju kawasan pariwisata internasional.
Sementara shortcut Singaraja Mengwitani juga diyakini akan memangkas waktu tempuh menuju Bali Utara sekaligus membuka pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.
Koster menegaskan pembangunan Bali ke depan harus dilakukan secara terukur, cepat dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ekonomi global.
Ia juga memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar proyek proyek strategis di Bali mendapat dukungan maksimal dari pemerintah nasional. mas/ama/*









