Turun Gunung ke Karangasem, Sambut HUT ke-13 Tantri Bank BPD Bali Gelontor 150 Paket Sembako

Karangasem, PancarPOS | Ikatan Istri Karyawan (Tantri) Bank BPD Bali kembali menunjukkan wajah kemanusiaannya. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Tantri ke-13, organisasi yang menaungi para istri karyawan Bank BPD Bali itu menggelar aksi bakti sosial besar-besaran di Kabupaten Karangasem, pada Sabtu (9/5/2026), dengan membagikan total 150 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan sosial tersebut dipusatkan di dua desa, yakni Desa Ban dan Desa Pedahan, Kabupaten Karangasem. Sebanyak 100 paket sembako disalurkan kepada warga Desa Ban, sementara 50 paket lainnya diberikan kepada masyarakat Desa Pedahan. Kehadiran rombongan Tantri Bank BPD Bali disambut hangat warga yang sejak pagi telah berkumpul untuk menerima bantuan.
Pada kesempatan itu, Ketua Tantri Bank BPD Bali, Ny. Ni Wayan Sony Sudharma, menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut bukan sekadar agenda seremonial menyambut ulang tahun organisasi, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial dan empati para anggota Tantri terhadap masyarakat Bali, khususnya warga yang tinggal di wilayah yang membutuhkan perhatian bersama.

“Dalam rangka menyambut HUT Tantri yang ke-13, pada Sabtu ini kami mengadakan bakti sosial dengan membagikan 100 paket sembako di Desa Ban dan 50 paket di Desa Pedahan, Karangasem. Ini merupakan wujud nyata kepedulian ibu-ibu Tantri terhadap warga di desa tersebut,” ujar Ny. Ni Wayan Sony Sudharma di sela kegiatan.
Menurutnya, semangat utama yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut adalah menumbuhkan nilai kebersamaan, gotong royong, serta mempererat hubungan sosial antara keluarga besar Bank BPD Bali dengan masyarakat. “Lebih dari itu, kegiatan bakti sosial ini juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan kita semua,” tegasnya.
Di tengah tantangan ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga tekanan kehidupan pascapandemi dan dinamika ekonomi global, bantuan sembako tersebut menjadi angin segar bagi warga. Tidak sedikit warga yang tampak haru menerima bantuan. Bagi sebagian masyarakat desa, terutama kelompok lansia dan keluarga kurang mampu, bantuan kebutuhan pokok menjadi sesuatu yang sangat berarti untuk menopang kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah warga Desa Ban mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Tantri Bank BPD Bali. Mereka menilai bantuan tersebut bukan hanya soal nilai materi, tetapi juga bentuk perhatian dan kepedulian yang membuat masyarakat merasa tidak sendirian menghadapi situasi ekonomi yang sulit.

Desa Ban sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah di Karangasem yang memiliki tantangan geografis cukup berat. Berada di kawasan lereng dengan kondisi alam yang keras, masyarakat di wilayah tersebut sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan pekerjaan informal. Kondisi ekonomi masyarakat yang fluktuatif membuat bantuan sosial seperti ini sangat berarti.
Sementara itu, Desa Pedahan juga menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan dukungan sosial berkelanjutan. Kehadiran Tantri Bank BPD Bali di desa tersebut membawa semangat baru bagi masyarakat, terutama kaum ibu dan lansia yang menjadi penerima bantuan.
Rombongan Tantri Bank BPD Bali tampak turun langsung menyerahkan paket sembako kepada masyarakat. Kehangatan dan suasana kekeluargaan terasa begitu kuat dalam kegiatan tersebut. Tidak ada sekat antara pemberi dan penerima bantuan. Seluruh anggota Tantri berbaur dengan masyarakat, berdialog, mendengarkan keluh kesah warga, hingga berbagi semangat dan motivasi.
Momentum HUT ke-13 Tantri Bank BPD Bali pun tidak hanya dijadikan ajang perayaan internal organisasi, melainkan diarahkan menjadi momentum berbagi dan memperkuat nilai sosial di tengah masyarakat. Langkah ini dinilai mencerminkan semangat humanisme yang kini semakin penting di tengah perubahan sosial dan ekonomi masyarakat.
Semangat itu pula yang terlihat dalam aksi sosial di Karangasem. Para anggota Tantri tampak antusias mengikuti kegiatan sejak pagi hari. Mereka secara bergotong royong menyiapkan hingga mendistribusikan bantuan kepada masyarakat. Nuansa kekeluargaan semakin terasa ketika para ibu anggota Tantri menyapa satu per satu warga penerima bantuan. Senyum, pelukan hangat, hingga percakapan sederhana menjadi bagian dari suasana yang menyentuh dalam kegiatan tersebut.
Tidak sedikit warga yang berharap kegiatan sosial semacam itu dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Mereka menilai kepedulian sosial seperti yang dilakukan Tantri Bank BPD Bali sangat dibutuhkan masyarakat desa. Di sisi lain, kegiatan bakti sosial tersebut juga menjadi refleksi penting bahwa keberadaan lembaga dan organisasi di Bali sejatinya memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Tidak hanya fokus pada aktivitas internal, tetapi juga hadir memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Bakti sosial di Karangasem itu juga memperlihatkan bagaimana peran perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun solidaritas sosial. Para ibu anggota Tantri tampil bukan sekadar pendamping, tetapi motor penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kehadiran mereka membawa pesan kuat bahwa perempuan memiliki kekuatan besar dalam menumbuhkan empati, kebersamaan, dan nilai kemanusiaan. Dengan sentuhan kelembutan dan kepedulian, aksi sosial yang dilakukan terasa lebih dekat dan menyentuh masyarakat.
Di usia ke-13 tahun, Tantri Bank BPD Bali tampaknya ingin menegaskan identitasnya sebagai organisasi yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga aktif menebar manfaat sosial bagi masyarakat Bali. “Semangat itu sejalan dengan filosofi kehidupan masyarakat Bali yang menjunjung tinggi nilai menyama braya, saling membantu, dan hidup harmonis antar sesama. Nilai-nilai itulah yang coba dihidupkan kembali melalui aksi nyata di tengah masyarakat,” pungkasnya. ama/ksm









