Kamis, April 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaEkonomi dan BisnisPemprov Bali Siapkan Jurus Jaga Ekonomi Tetap Stabil

Pemprov Bali Siapkan Jurus Jaga Ekonomi Tetap Stabil

Denpasar, PancarPOS | Pemerintah Provinsi Bali bersama Bank Indonesia bergerak cepat merespons gejolak ekonomi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dengan merumuskan strategi konkret untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi daerah. Langkah ini mengemuka dalam Forum Balinomics 2026 yang digelar di The Meru Sanur, Selasa (21/4/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan perspektif antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam membaca arah ekonomi Bali di tengah tekanan global.

“Forum Balinomics ini merupakan forum diskusi antara pemerintah daerah, para pakar ekonomi, dan praktisi terkait perekonomian Bali. Eskalasi konflik di Timur Tengah yang tidak menentu menimbulkan dampak ekonomi yang sangat besar bagi dunia, termasuk Bali,” ujarnya.

Menurutnya, konflik geopolitik tersebut tidak hanya berdampak pada skala global, tetapi juga langsung memengaruhi stabilitas ekonomi nasional hingga daerah. Bali sebagai destinasi pariwisata internasional ikut merasakan efek berantai, terutama dari fluktuasi nilai tukar dan kenaikan harga komoditas.

Ia mengungkapkan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta lonjakan harga komoditas menjadi faktor yang berdampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi, termasuk pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Bali.

“Nilai tukar rupiah mengalami guncangan, harga komoditas meningkat, dan dampaknya merambat ke sektor ekonomi lainnya, termasuk pariwisata,” jelasnya.

Dewa Made Indra menekankan pentingnya langkah antisipatif melalui perumusan kebijakan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor. Forum ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret yang tidak hanya adaptif terhadap situasi global, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi Bali ke depan.

“Kami berharap Forum Balinomics ini menghasilkan rumusan peluang ekonomi, rekomendasi kebijakan, serta solusi untuk memastikan perekonomian Bali tetap tumbuh optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menjelaskan bahwa Balinomics 2026 mengusung fokus pada pembaruan kebijakan ekonomi daerah di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi wadah penting untuk diseminasi informasi terkini terkait kondisi ekonomi global, nasional, hingga regional Bali, sehingga para pemangku kepentingan memiliki pijakan yang sama dalam mengambil keputusan.

Lebih lanjut, Erwin memaparkan sejumlah strategi utama yang harus diperkuat untuk menjaga daya tahan ekonomi Bali. Pertama, menjaga kinerja sektor utama yakni pariwisata sebagai backbone ekonomi daerah. Kedua, mendorong lahirnya sektor unggulan baru sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan efek pengganda.

Selain itu, penguatan sektor pertanian dinilai krusial sebagai langkah diversifikasi ekonomi agar Bali tidak bergantung pada satu sektor saja. Di sisi lain, penguatan UMKM dan percepatan digitalisasi juga menjadi strategi penting sebagai penyangga sekaligus katalisator pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, kombinasi strategi tersebut menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan ekonomi Bali di tengah tekanan global yang tidak menentu.

Forum Balinomics 2026 menjadi sinyal bahwa Bali tidak tinggal diam menghadapi dinamika global. Dengan pendekatan kolaboratif dan strategi adaptif, Bali berupaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di tengah ketidakpastian dunia. mas/ama/*

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img