Made Urip Beri Pelatihan Kembangkan Budidaya Vanili dan Porang di Karangasem

Karangasem, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., membuka secara resmi Pelatihan Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Angkatan I Kabupaten Karangasem di Hotel Alila, Karangasem, Jumat (26/2/2021). Pelatihan yang digelar oleh Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan dengan protokol kesehatan yang ketat ini, dikuti oleh 25 petani dan 35 penyuluh dengan total 60 peserta. Pada kesempatan itu, juga hadir Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Ir. Sumardi Noor, M.Si., Pengurus Komunikasi Nasional Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya Hadiman Marjuki, Kadis Pertanian Karangasem Ir. I Wayan Supandhi, M.Si., dan Praktisi Perkumpulan Vanili dan Porang Bali A.A. Gede Agung Widatama.

Gusti Nyoman Gariada, sebagai salah satu petani porang di Karangsem, mengaku menyambut positif pelatihan yang digagas oleh Made Urip sebagai wakil rakyat sejuta traktor itu. Apalagi porang sebagai komuditas baru di Karangasem, sehingga bisa dikembangkan melalui pelatihan Bimtek yang difasilitasi oleh Made Urip. “Kita sangat berterimakasih kepada Pak Made Urip, karena petani Karangasem di tengah pandemi ada program yang menyentuh langsung ke petani. Kami berharap terus ada program yang bisa diturunkan ke petani, sehingga bisa memberikan pengetahuan bagi petani, seperti budaya porang ini,” katanya. Di sisi lain, Kepala BBPP Ketindan Sumardi Noor mengakui sengaja mengangkat materi pengembangan budidaya vanili dan porang, sehingga setelah mengikuti Bimtek bisa diaplikasikan oleh petani di Karangasem.
“Sejak Corona (Covid-19, red) pertanian selalu eksis dan petani bisa lebih maju mandiri dan modern. Jadi melalui Bimtek ini petani diharapkan dapat lebih inovatif dan produktif di masa pandemi,” tandasnya, seraya meminta nantinya ada pendampingan dan pengawalan petani, sehingga hasil Bimtek bisa diterapkan dan diaplikasikan dengan baik. “Bimtek ini berkat MoU Komisi IV DPR RI dengan Departemen Pertanian untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh. “Ini baru angkatan 1, dan ada 4 angkatan lagi, seperti di Tabanan, Buleleng atau sesuai Dapil Pak Made Urip. Mudah-mudahan ada Bimtek ini, petani bisa maju, mandiri dan modern, kreatif dan inovatif, sehingga bisa membawa nama Karangasem dikenal dunia luar,” paparnya. Sementara itu, Made Urip mengakui pelatihan Bimtek ini sebagai terobosan baru dari Komisi IV DPR RI, karena melihat kondisi pertanian saat ini.

“Kita sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang memberikan dampak perekonomian di semua sektor terpukul. Tapi kita bersyukur sektor pertanian bisa tetap bertahan dibandingkan kondisi sektor pariwisata yang kondisinya paling parah. Hampir setahun dampaknya sudah luar biasa, seperti hotel yang huniannya kosong,” beber Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Ketahanan Pangan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu. “Pekerja pariwisata di-PHK, atau diberhentikan dan dirumahkan, sehingga mereka hengkang dan lari ke desa pulang kampung. Mari sekarang bangun desa kita di sektor pertanian. Apalagi Bali memliki subak yang sangat kuat dari sisi kultur dan sebagai peradaban yang diakui dunia,” imbuhya seraya menegaskan melalui Bimtek ini akan diberikan pelatihan budidaya vanili dan porang yang berpotensi dikembangkan di Karangasem.
Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu, juga mengaku sudah membawa sejumlah program unggulan di sektor pertanian ke Karangasem, terutama bagi penyuluh yang sekitar 5 tahun lagi akan banyak memasuki pensiun, sehingga harus dilakukan regenerasi, karena idealnya satu desa harus ada satu penyuluh. “Saya berharap agar seluruh peserta mengikuti Bimtek dengan tekun. Misalnya pengembangan porang yang sedang naik daun dan nilai ekspornya sangat bagus, seperti ke Jepang dan Korea untuk bahan komestik. Termasuk vanili harganya cukup bagus,” katanya, sembari mengaku sebagai Anggota Komisi IV DPR RI akan terus membantu petani, termasuk penyuluh untuk program pertanian dari tingkat pusat. Apalagi sekarang sektor pertanian telah direfocusing senilai Rp76 triliun, sehingga anggaran pertanian belum bisa berjalan normal.

“Jadi Bimtek ini akan sangat bermanfaat untuk petani di Karangasem ke depan. Kita juga akan perjuangan program pertanian di APBN di tahun 2021. Mudah-mudahan Bimtek ini bisa memberikan manfaat dan bisa diimplementasikan di desa, agar memiliki produk unggulan. Mudah-mudahan dengan Bupati Karangasem yang baru bisa bekerjasama dan berkolaborasi lebih baik ke depannya di sektor pertanian,” tutupnya. ama/ksm









