Paiketan Pemangku Sira Arya Kanuruhan Gelar Diklat Perdana Pemangku dan Serati Banten

Denpasar, PancarPOS | Paiketan Pemangku Sira Arya Kanuruhan (PPSAK) akan melaksanakan kegiatan perdana berupa Diklat Pemangku dan Serati Banten, yang secara resmi akan dibuka pada Kamis, 25 September 2025, di Jl. WR Supratman No.281, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Program pendidikan dan pelatihan ini disiapkan sebagai upaya meningkatkan kapasitas, pengetahuan, serta keterampilan para pemangku, serati banten, maupun sangging agar semakin mampu menjalankan tugas dan dharma keagamaan secara benar dan berlandaskan ajaran susastra agama.
Jero Mangku Made Sugiarta, salah satu penggerak PPSAK, menyampaikan bahwa kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu dan Minggu, dimulai pada 27 September 2025. “Diklat ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, baik dari sisi tattwa, susila, maupun upacara. Kami berharap para peserta benar-benar bisa mendapatkan bekal ilmu yang bermanfaat dalam melaksanakan swadharma sebagai pemangku maupun serati banten,” ujarnya.

Dalam diklat ini, peserta akan diberikan materi yang menyeluruh sesuai dengan fungsi masing-masing. Bagi para pemangku, materi akan mencakup sesaning dan ketatwaning pemangku, yoga dan meditasi, sansekerta (arti mantra prathana dan mantra upasana), wariga dan asta kosala kosali, tata titining ngewangun parahyangan, upasrenga jan mantra, hingga pengrikesan dasa aksara. Sementara bagi serati banten, fokus materi akan lebih pada ketatwaning upakara dan uparenga serta praktik langsung upakara metatah. Sedangkan untuk sangging, peserta akan diajarkan sesaning sangging dan keselamatan kerja pemangku sangging.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya dalam bentuk teori, tetapi juga praktik nyata. Tempat praktik akan dipusatkan di Griya Agung Singosari Blahbatuh, sehingga peserta dapat langsung memahami teknik dan tata cara yang benar dalam setiap tahapan upacara dan pembuatan banten. Dengan demikian, diklat ini diharapkan dapat menghasilkan pemangku, serati banten, maupun sangging yang lebih profesional dan memahami kaidah sesuai sastra agama.

Menariknya, pelatihan ini diberikan secara gratis oleh PPSAK sebagai wujud pengabdian untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di kalangan umat. “Kami berharap semeton bisa ikut menyebarkan kabar ini, baik lewat grup WhatsApp pesemetonan maupun jalur komunikasi lainnya. Semoga dengan adanya diklat ini, rasa persaudaraan kita semakin erat, dan sradha bhakti umat semakin kokoh,” tambah Jero Mangku Made Sugiarta.
Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya generasi pemangku dan serati banten yang memiliki pengetahuan mendalam, disiplin, serta berkomitmen untuk ngayah dengan tulus ikhlas. PPSAK menegaskan, keberlangsungan yadnya tidak hanya bergantung pada sarana prasarana, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang memahami secara benar tata aturan agama dan adat. ama/ksm









