BPD Bali Salurkan Perdana Kredit Industri Padat Karya, IKM Bali Siap Melejit

Denpasar PancarPOS | Dunia industri kecil menengah (IKM) di Bali kini mendapat angin segar. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi menggulirkan Program Kredit Industri Padat Karya (KIPK), sebuah insentif ekonomi pemerintah pusat yang dirancang untuk memperkuat industri padat karya penyerap tenaga kerja terbanyak.
Program KIPK menghadirkan fasilitas pembiayaan lunak dengan plafon kredit mulai Rp500 juta hingga Rp10 miliar dan tenor fleksibel sampai delapan tahun. Lebih menarik lagi, pemerintah menanggung subsidi bunga sebesar 5 persen.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Kemenperin menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program strategis ini. “KIPK merupakan insentif ekonomi pusat. Fokusnya adalah industri padat karya, dan pemerintah menanggung subsidi 5 persen bagi penerima kredit,” kata Agus dalam Sosialisasi KIPK di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (4/9/2025).

Menurut Agus, penerima program ini minimal memiliki 50 tenaga kerja. Namun, khusus Bali, pihaknya akan menyempurnakan regulasi pada 2026 agar bisa menjangkau lebih banyak sektor. “Masukan Gubernur Bali menjadi bahan penting. Tetapi prinsip utama tetap sama, yakni peremajaan teknologi, pembelian peralatan, dan tambahan modal usaha,” tegasnya.
Agus menambahkan, semakin banyak pelaku industri ikut program ini, maka proses produksi akan semakin cepat, daya saing meningkat, dan kompetitivitas makin kuat. Ada enam subsektor prioritas yang disasar KIPK, yaitu pakaian jadi, makanan dan minuman, tekstil, barang kulit serta alas kaki, furnitur, dan mainan anak.
Momen sosialisasi KIPK di Bali juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama pembiayaan antara Kemenperin dan PT BPD Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY). Hingga kini, sudah ada enam bank penyalur resmi: Bank BPD Bali, BPD Jateng, Bank Mandiri, Bank BNI, BPD Kalteng, serta BPD DIY.
Sebagai langkah perdana, Bank BPD Bali langsung menyalurkan kredit kepada tiga pelaku industri terpilih: CV Pelangi (makanan), Dian’s Rumah Songket dan Endek (tekstil), serta CV Bali Tedung Nusa Island (furnitur).

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma SH MH, menegaskan komitmennya. “Kami concern mendukung penuh program ini. IKM adalah motor pemulihan ekonomi Bali sekaligus penyerap tenaga kerja,” ujarnya.
Sudharma mengungkapkan sudah ada 11 calon debitur yang masuk pipeline kredit KIPK dan masih akan bertambah. “Ini baru awal, kita dorong agar program tidak berhenti tahun ini. Harapannya terus berkelanjutan tahun depan,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Gubernur Bali, Wayan Koster, yang mengapresiasi peluncuran perdana program ini di Pulau Dewata. Ia menekankan bahwa permodalan selalu menjadi kendala utama IKM. “Dengan subsidi bunga 5 persen, IKM Bali bisa tumbuh pesat. UMKM kecil bisa naik kelas jadi menengah, yang menengah bisa tumbuh lebih besar,” ungkapnya.
Menurut Koster, hadirnya akses permodalan yang terjangkau ini akan menjadi dorongan nyata bagi IKM Bali untuk berkembang. “Ini luar biasa, karena faktor permodalan selama ini jadi penghambat. Dengan adanya KIPK, pertumbuhan IKM Bali akan lebih cepat,” pungkasnya. tim/ama









