Demo Besar-Besaran di Bali Gagal, Driver Ojol Batal Turun

Denpasar, PancarPOS | Rencana aksi demo besar-besaran yang sempat ramai digaungkan akan berlangsung di Bali pada Senin (1/9/2025), akhirnya dipastikan gagal. Para driver ojek online (ojol) yang sebelumnya disebut-sebut akan ikut turun ke jalan memilih membatalkan keterlibatan mereka.
Sejak pagi, situasi di sejumlah titik di Denpasar dan kawasan strategis lainnya terpantau normal. Tidak ada pergerakan massa sebagaimana isu yang beredar di media sosial selama akhir pekan. Aparat keamanan yang sudah bersiaga pun melaporkan kondisi Bali tetap kondusif.
Seorang koordinator driver ojol di Denpasar menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam rencana aksi tersebut. “Kami tidak mau nama dan atribut ojol dipakai pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami bekerja untuk keluarga, bukan untuk kepentingan politik atau aksi yang bisa mengganggu kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Pembatalan keikutsertaan ojol ini sekaligus menepis kabar liar yang sempat memicu keresahan publik. Driver ojol di Bali menilai bahwa aksi turun ke jalan justru akan merugikan banyak pihak, baik masyarakat umum maupun pelaku pariwisata yang kini tengah berjuang memulihkan ekonomi.
Pada Senin (1/9/2025) bertepatan dengan Soma Umanis, Watugunung, suara lantang menggema dari Pacalang Bali. Atas Asung Kertha Wara Nugraha Hyang Widhi Wasa, para penjaga adat Bali itu menegaskan sikap keras menolak segala bentuk aksi anarkis yang sempat direncanakan di Bali pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Dalam pernyataannya, Pacalang Bali menolak kehadiran massa yang disebut sengaja didatangkan dari luar Bali untuk membuat kerusuhan. “Tanah Gumi Bali adalah tempat kelahiran, tempat hidup, tempat membangun kesejahteraan Niskala-Sakala. Kami Pacalang Bali tidak rela tanah suci ini dinodai aksi anarkis yang merusak keamanan,” tegas pernyataan resmi mereka.
Pacalang juga menegaskan siap pasang badan. “Kami akan membela Bali secara Niskala-Sakala dari siapa pun yang mencoba menodai kesucian Tanah Gumi Bali. Kami mendukung penuh aparat keamanan negara, TNI, dan Polri agar menindak tegas para pelaku anarkis, serta siap bekerjasama menjaga keamanan dan ketertiban di Bali,” bunyi poin sikap mereka.
Pernyataan ini langsung disambut riuh dukungan masyarakat. Di media sosial, banyak netizen merapat memberikan komentar tegas. Seorang warga menulis, “Betul, warga Bali tidak gampang diadu domba.” Netizen lainnya menegaskan, “Ingat Semeton Bali, rainan metumpuk, bedikan nyemak gae boyee. Mogi rahayu sami.”
Bahkan komentar datang dari luar Bali. “Meskipun gue luar Bali, 100% yakin bukan orang Bali yang demo. Gue tahu banget karakter orang Bali,” tulis akun lain yang mendapat banyak dukungan.
Ada juga suara keras dari akun lain yang menyentil aksi demo anarkis. “Kalau ojol sampai demo anarkis, ayo masyarakat Bali jangan diam, terutama ormas yang masih cinta Bali,” tulis seorang netizen. Ada pula yang menyoroti pihak penunggang demo: “Karena ada yang menunggangi, sekarang larinya tunggang-langgang. Bali beretika brooo.”
Tak kalah pedas, komentar lainnya menyebut alasan demo batal: “Ya karena kalian yang mau demo sudah siap disambut oleh Pacalang adat Bali se-Bali, jadi batal deh.”
Gelombang komentar ini menunjukkan suara rakyat sejalan dengan sikap Pacalang Bali: menolak keras segala bentuk kerusuhan yang mencoba masuk ke Bali. Pesannya jelas, Bali harus tetap aman, damai, dan ajeg.
Dengan batalnya demo ini, suasana Bali kembali tenang. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan mengapresiasi sikap bijak para driver ojol serta ketegasan Pacalang Bali yang memilih menjaga kondusivitas Pulau Dewata.
“Ini bukti bahwa masyarakat Bali, termasuk teman-teman ojol dan Pacalang, lebih mengedepankan kedamaian dan kenyamanan bersama,” ujar seorang pejabat di Denpasar.
Suara tegas Pacalang Bali yang didukung semeton hingga netizen luar Bali semakin meneguhkan satu hal: jangan pernah coba-coba ganggu Bali dengan anarkis, karena Bali akan bersatu pasang badan. ama/ksm









