Tabanan, PancarPOS | Salah satu Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, MSi memang patut diacungi jempol. Selain tidak pernah menolak undangan masyarakat, juga sangat konsisten terus turun menanamkan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan sampai ke pelosok desa. Kali ini, sebagai Anggota MPR RI kembali memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri pengurus STT, krama adat, Pakis, ibu PKK, para pecalang, dan kelompok tani serta KWT di Desa Tua yang dipusatkan di Desa Adat Bayan, Desa Tua, Marga, Tabanan, pada Sabtu sore (3/8/2024).

Ratusan krama Desa Adat Bayan lanang istri juga ikut menyambut kedatangan Made Urip yang menggelar kunjungan kerja, sekaligus memberikan sosialisasi Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. Apalagi Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini yang paling rajin memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. Made Urip juga langsung membuka sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang merupakan kebijakan pemerintah pusat, akibat kondisi bangsa yang terdegradasi moral dan kebangsaan yang memudar. Maka itu Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Koperasi dan UMKM ini terus menanamkan pemahaman terkait 4 Pilar Kebangsaan.
Bahkan, para generasi muda, khususnya yowana dan sekehe teruna teruni (STT) yang hadir mengikuti sosialisasi nampak sangat antuas dan berterimakasih atas kehadiran Made Urip yang sudah jauh-jauh datang ke pelosok desa memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. Mereka mengucapkan terima kasih karena Made Urip sudah menanamkan 4 Pilar Kebangsaan dengan mendatangkan tiga narasumber, yakni I Gede Suamba, I Wayan Gunadi dan I Nyoman Kartika. Apalagi sangat banyak sekali bantuan yang diberikan oleh Made Urip, terutama di sektor pertanian. Dirasakan Made Urip yang selalu berjuang untuk memberikan bantuan aspirasi pertanian dan sangat memperhatikan masyarakat.

Krama Desa Adat Bayan, juga merasa sangat bangga atas kedatangan Made Urip yang menyampaikan langsung 4 Pilar Kebangsaan. Menurut mereka sosialisasi ini sangat penting, apalagi dihadiri masyarakat krama desa adat yang sebelumnya tidak pernah memahami 4 Pilar Kebangsaan. Di samping itu, Made Urip sangat perhatian terhadap masyarakat sehingga bisa memahami pentingnya 4 Pilar Kebangsaan. Apalagi mereka mengakui baru Made Urip yang sangat rajin turun, karena tidak pernah ada anggota DPR yang datang. Di sisi lain, mereka sangat bangsa, karena Made Urip datang membantu masyarakat dan memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan.
Selaku anggota dewan selama 5 periode, Made Urip mengaku menemui masyarakat di Desa Adat Bayan untuk menjalankan tugas MPR RI. Apalagi kebetulan duduk di Komisi IV MPR RI, sehingga diberikan tugas mensosilisasikan 4 Pilar Kebangsaan ke seluruh tanah air sampai keluar negeri. “Sosialisasi ini diawali karena adanya kegelisahan yang terjadi, akibat situasi yang perlu mendapat perhatian yang serius untuk menjaga keutuhan NKRI yang digagas oleh mantan Ketua MPR RI, bapak Taufik Kiemas. Karena itu kita wajib menjaga 4 Pilar Kebangsaan,” papar Anggota Komisi IV DPR RI terpilih dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional ini.

Dikatakan 4 Pilar Kebangsaan itu, terdiri dari pertama Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa, kedua UUD 1945 sebagai konstitusi kehidupan berbangsa dan bernegara, ketiga NKRI sebagai bentuk negara dan keempat yang terakhir Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. “Keempat pilar inilah yang harus terus dijaga dan dipahami sekaligus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya sekaligus menyampaikan untuk menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara agar terjaga dengan baik sosialisasi ini sangat penting diketahui dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. “Harus tahu 4 Pilar Kebangsaan ini, walaupun kita berada dipelosok desa,” tandasnya.
Disamping itu, Pemerintah juga sudah banyak program yang diluncurkan untuk menjaga NKRI dengan membangun infrastruktur seperti jalan tol yang terkoneksi antar pulau. Karena pemerataan infrastruktur ini sebagai pemersatu bangsa. Bahkan sudah diberlakukan harga yang sama diseluruh tanah air. Seperti di Papua harga BBM bisa 80 sampai 100 ribu per liter atau harga semen bisa Rp1 juta per sak. Makanya infrastruktur berperan penting, karena harga bisa terjangkau dengan baik, termasuk diperbatasan jalan-jalan bisa mulus. “Agar negara kita tetap utuh, sangat perlu pemahaman 4 Pilar Kebangsaan yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda harus dites mentalitasnya,” bebernya.

Menurutnya, negara maju seperti Amerika Serikat membangun karakter bangsanya agar betul-betul mencintai tanah air dan negaranya dengan etos kerja yang kuat. Karena itu sangat penting memahami 4 Pilar Kebangsaan ini. “Kita sudah bagikan buku materi didalam tas yang dibagi itu harap dibaca-baca dan dipahami. Karena generasi muda perlu mengetahui sejarah bangsanya,” tutupnya. ama/ksm






