Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Perkuat Wawasan Akselerasi Ekspor Kopi Kintamani Tembus Pasar Uni Eropa


Bangli, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., terus turun langsung memperkuat kemampuan, maupun daya saing dan sumber daya di sektor pertanian. Kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, secara khusus menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Ekspor Komoditas Kopi Kintamani di Kabupaten Bangli. Bimtek yang terus digencarkan Made Urip ini, kembali bekerja sama dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar yang berlangsung di Pramana Zahill Kintamani, Bangli, pada Selasa (4/7/2023). Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan itu, membuka secara resmi Bimtek Akselerasi Ekspor Komoditas Kopi Bali yang digelar tahun 2023 untuk menanamkan wawasan petani dan pelaku usaha pengekspor Kopi Bali, khususnya di Bangli.

1bl#ik-051.18/6/2023

Seperti diungkapkan salah satu pelaku usaha Kopi Kintamani, I Gede Sudarma Putra mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang sudah datang langsung mendukung petani dan pelaku usaha Kopi Bali untuk meningkatkan kualitas Kopi Kintamani yang sudah meningkat, namun sangat disayangkan kuantitasnya malah menurun. Pihaknya mengaku sangat merasakan kegiatan Bimtek yang dihadiri oleh Dewa Ketut Subawa, SP., selaku Kabid Pasca Panen, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali ini, karena sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan kemampuan meningkatkan produktifitas Kopi Kintamani. “Bimtek yang digelar Pak Urip ini sangat dibutuhkan ke depan untuk menambah pemahaman petani dan pelau usaha Kopi Kintamani,” terangnya.

Di sisi lain, diungkapkan Plt. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, drh. I Putu Terunanegara, MM., menegaskan berkat inisiasi Made Urip sudah 4 kali melaksanakan Bimtek selama tahun 2023, termasuk di Bangli, khususnya mengenai Kopi Kintamani. Disadari jika berbicara Kopi Bali, maka dipastikan itu Kopi Kintamani, karena sudah menjadi komuditas buruan stake holder pelaku dan pengusaha kopi. Apalagi kualitas Kopi Kintamani menjadi incaran tidak saja untuk kebutuhan domestik, tapi juga pasar dunia yang terus meningkat terutama untuk tujuan ekspor. Karena itulah, melalui kegiatan Bimtek ini berusaha untuk menggenjot produktifitas Kopi Kintamani, baik dari sisi kualitas dan kuantitas, termasuk kontinunitasnya harus dijaga terutama untuk dikirim ke negara tujuan ekspor. Untuk itu, ia berharap para kelompok tani kopi bisa membudayakan pengolahan tanaman kopi dengan baik untuk menambah semangat pelaku usaha kopi di Bali, khususnya Kopi Kintamani.

1th#ik-039.15/5/2023

“Bahkan banyak yang datang ke Bali hanya untuk menikmati Kopi Kintamani,” katanya, seraya menyebutkan ekspor komoditas Kopi Bali masih banyak dikirim melalui Surabaya, sehingga data tahun 2023 masih plat (datar), meskipun sudah cenderung naik, terutama di masa pendemi Covid-19 sebelumnya. Seperti pada tahun 2021 ekspor Kopi Bali hampir 153 ton atau sekitar Rp10 miliar, meskipun tahun 2022 sempat menurun sekitar 67 ton atau sekitar Rp7,2 miliar. “Karena itu, kami harap agar bisa mengikuti Bimtek yang diperjuangkan oleh Pak Made Urip ini dengan baik, sehingga menambah wawasan mengenai Kopi Kintamani,” pungkasnya. Di sela-sela pembukaan Bimtek, Made Urip menyampaikan pelaksanaan Bimtek kali ini, sebenarnya sebagai bentuk kerja sama dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar untuk menambah kapasitas SDM dan wawasan dan kapasitas petani kopi, terutama akselerasi ekspor Kopi Kintamani.

Apalagi disebutkan, branding Kopi Bali sudah sangat terkenal, terutama Kopi Kintamani yang harus dibanggakan karena tidak kalah dari sisi kualitas dan terkenal sampai tembus pasar Uni Eropa. Karena itulah, sebagai tugas bersama untuk mendorong dan menjaga kualitas dan kuantitas Kopi Kintamani ke depan. Pihaknya akan berupaya memberikan pengetahuan untuk mengembangkan komoditas kopi, karena kebutuhan pasar dunia terus mengalami peningkatkan akibat generasi muda mengikuti trend minum kopi. M-U juga berharap melalui kegiatan Bimtek ini bisa menjadi ajang dan mencari solusi agar ekspor Kopi Bali semakin meningkat, apalagi trend kopi sangat luar biasa. “Mari kita tingkatkan produktifitas kopi kita,” ujar Angggota DPR RI terpilih dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu, sembari berharap agar seluruh peserta Bimtek mengikuti dengan baik dari awal hingga berakhir untuk menambah akselerasi ekspor Kopi Kintamani.

1bl#ik-016.4/4/2023

Selanjutnya, Made Urip juga akan terus mendorong akses bantuan untuk sektor pertanian, khususnya sub sektor perkebunan dari ABPN, agar terus berkembang sampai tembus pasar ekspor. “Saya akan berupa sebagai wakil rakyat akan mencari bantuan dan program yang bisa diakses dari pusat,” tegas M-U. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button