Denpasar, PancarPOS | PT Privy Identitas Digital (Privy) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 dengan penuh makna tahun ini. Privy bersama PT Kimia Farma, Tbk. dan Ikatan Ahli Manajemen Administrasi Rumah Sakit Indonesia (IAMARSI) Pengurus Wilayah (PW) Bali melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bantuan alat kesehatan, Sabtu, 29 Oktober 2022 di The Trans Resort Bali, Badung. Adapun beberapa alat kesehatan yang diberikan berupa Brankar/Stretcher, Pulse Oxymetri, Pasien Monitor, Horison Stent, Amniocentesis Needle 20G, dan kursi roda. CSR ini diserahkan kepada RSUD Bali Mandara, RSUD Nyitdah, RS PTN Universitas Udayana, Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dan IAMARSI PW Bali.

Marshall Pribadi yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Regtech and Legaltech Association (IRLA) dan Wakil Ketua Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menyebut dalam penyaluran CSR ini Privy bekerja sama dengan PT Kimia Farma Tbk dan IAMARSI PW Bali. Menyandang status sebagai destinasi pariwisata internasional, ungkapnya Bali harus makin cepat, tepat, dan akurat, khususnya dalam hal pelayanan kesehatan. Termasuk ditunjang oleh fasilitas kesehatan yang memadai. “Suatu kehormatan bagi kami Privy memberikan bantuan dalam rangka ulang tahun ke-6. Kami adalah penyelenggara tanda tangan dan identitas digital pertama di Indonesia. Startup kami lahir di saat transformasi digital belum sehebat sekarang,” ucap peraih Endeavour Entrepreneur 2019 dan Penggerak Fintech dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi pada Pertemuan Industri Jasa Keuangan 2022 itu.

Saat itu, 6 tahun lalu, jelasnya pemerintah mengejar digitalisasi sektor keuangan. Program inklusi keuangan ditopang oleh fintech. Dalam perkembangannya calon nasabah tidak perlu datang ke bank, namun identitasnya bisa diketahui dengan jelas termasuk membubuhkan tanda tangan elektronik tersertifikasi. “Saya sangat tertarik dengan Bali. Saat sektor perbankan sudah berkembang sedemikian rupa, pelayanan rumah sakit kita masih tertinggal. Ke depan kami juga berencana membuka kantor cabang di Bali. Tentunya bisa hadir di Bali dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan asing. Otomatis pajak PPH akan masuk ke Indonesia,” imbuhnya. Pandemi Covid-19, jelas Marshall Pribadi mengantarkan Privy semakin dibutuhkan. Sebelum pandemi user Privy sebanyak 9 juta pengguna. Kini, Privy berstatus pemimpin pasar dalam digital trust dengan lebih dari 37 juta pengguna terverifikasi dan 1.800 pelanggan perusahaan, serta memproses lebih dari 40 juta tanda tangan digital per tahun.

Marshall Pribadi memastikan penyaluran CSR Privy tidak akan putus begitu saja, melainkan akan terus berlanjut dengan catatan seluruh karyawan Privy harus terlebih dahulu sejahtera. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa mengaku sangat mengapresiasi perusahaan startup Privy yang peduli dan ikut membangun Kabupaten Badung di bidang kesehatan. “Langkah pemberian CSR Privy ini sangat luar biasa. Kita akan dukung terus. Apalagi kita juga akan mengarah ke layanan rumah sakit berbasis digital, dan sudah menjadi program kami, dan Kadiskes Badung harus bergerak cepat mewujudkannya,” ucapnya. sur/tra/ama/yar






